
kreeeeet .....
suara jendela di samping ranjang Jessy terbuka lebar .... karena memang jendela itu di pasang alat otomatis yg terbuka. seperti jam alarm. sinar matahari masuk di jendela kaca membuat silau mata Jessy walaupun mata Jessy masih terpejam.
praank ... bruuuk .... praank ... bruuuk
samar2 Jessy mendengar itu dari luar kamar tidur Jessy... bukannya melihat ke bawah apa yg terjadi Jessy malah mengambil handuk kecil di gantung gan ... dan masuk ke kamar mandi... di kamar mandi Jessy mengisi bathtub dg air hangat.... Jessy menanggalkan pakaian nya satu persatu dan masuk kedalam bathtub. kak Sandy pulang lah please.... suara hati Jessy ... sudah 2 Minggu lebih Kaka kesayangan itu belum pulang dan belum memberi kabar kapan pulang. tak terasa air mata Jessy turun di pipi nya ... hati nya tiba2 terluka.... dia mencelupkan seluruh kepala dan tubuhnya kedalam bathtub kamar mandi. Jessy sangat senang menengelam kan kepala nya di dalam bathtub. karena di dalam sana Jessy akan merasa tenang ... tak ada lagi penglihatan dan pendengaran. hanya hening... walaupun hanya sekejap tak kurang dari lima menit tapi itu udah cukuplah buat Jessy.
selesai mandi Jessy bergegas mengambil pakaian di kamar ganti ... dia mengambil kaos warna putih dan celana jeans-nya... dia mengucir rambut nya yg panjang sehingga leher jenjangnya yg mulus bisa ter ekspos ... dia mengambil jaket dan tas punggung yg biasa dia gunakan untuk kuliah. perlahan dia menuruni anak tangga dirumahnya ... ketika melewati kamar Mama nya dia bisa mendengar dg jelas tangisan mamanya dan sesekali mendengar benda jatuh.
di ruang tamu Jessy bisa melihat dg jelas bibi Riana memunguti benda2 yg berserakan dari yg kaca sampai bantal sofa.... seperti barusan ada perang di ruang tamu ini.
"Selamat pagi nona..." ujar bibi Riana kepada Jessy
" Pagi bi..." balas Jessy
"Sarapan nya udah ada di meja Nona ..Biar tata yg menemani nona makan bibi akan membereskan ini dulu .. tata .!!!.. " teriak bibi Riana
tiba2 dari dalam keluar lah tata ... seorang gadis muda yg umurnya beda 3 tahun dg Jessy... gadis cantik keponakan dari bibi Riana yg udah puluhan tahun kerja dg keluarga Jessy...tata sebenarnya adalah gadis kampung yg lari dari keluarga nya karna mau di nikahkan dg seorang rentenir yg sudah berumur... seperti kakeknya... mau tak mau tata kabur dan memilih bekerja di kota bersama bibi Riana. tata sebenarnya kuliah di kota ini. bibi Riana membiayai kuliah tata agar tata kelak bisa bekerja kantoran dan sukses.
" ayo Nona ..." pinta tata
"iya..." saut Jessy melangkah ke ruang makan dan meninggalkan bibi Riana seorang diri membersihkan ruang tamu
Jessy duduk dan mengambil roti dan sebuah pisau untuk mengoles selai. tata membelakangi Jessy karena sedang menuangkan susu untuk Nona Jessy.
Jessy melamun memikirkan kehidupan keluarga nya... jika ibu dan ayah bersama yg ada hanya pertengkaran tak hanya klai ini ayah dan ibunya bertengkar setiap kali mereka ketemu mereka pasti cekcok... bahkan sudah sekitar 3 tahunan kamar tidur mereka terpisah. keluarga nya akan harmonis jika ayah sebagai seorang politikus teladan ada wawancara dirumah. ayah dan ibu akan menjelma sebagai pasangan yang harmonis dan membuat iri.
"Nona ... jangan!! lepaskan pisau itu" teriak tata membuyarkan lamunan Jessy...
__ADS_1
tak disadari Jessy darah segar mengalir dari salah satu jari Jessy bukannya mengoleskan selai ke roti yg di pegang Jessy. dia malah mengiris tangannya dg pisau itu.. dg cepat tata mengambil pisau dari tangan Jessy. tata mengambil tissue yang ada di meja makan. dan mengelap darah ygada di jari Jessy
" Tidak apa2 tata ... aku baik2 saja ini tidaklah sakit" ucap Jessy tiba2 dari belakang bibi Riana datang "kenapa Nona ... " seru bibi Riana sambil terperanjat kaget melihat ada darah di meja dan jari Nonanya itu....
seperti biasa Jessy berdiri dari mejanya dan langsung keluar rumah menuju garasi... untuk mengambil mobilnya menuju tempat kuliahnya.
bibi Riana dan tata miris melihat Nona Jessy.
"tata lihatlah Nona Jessy ... kasihan dia hidup bergelimang harta tapi kebahagiaan seolah menjauh dari dirinya.....seolah Tuhan menukar kekayaan harta dg kebahagiaan ... kita harus banyak2 bersyukur karena kita hidup bahagia walaupun kekurangan harta" ucapa bibi Riana kepada tata sambil membereskan sisa sarapan Nona nya itu
di dalam mobil. Jessy menangis sejadi-jadinya meluapnya segala kemalangan nya. sampai kapan ayah dan ibunya akan saling menyakiti?
tiba2 suara hp memecahkan lamunan Jessy
" Sandy'" nama itu nyata tertulis di HP Jessy
" hai.. Kaka kapan pulang aku sangat-sangat merindukan mu ... please.... pulang lah" pinta Jessy
" kau kenapa? sudah lah jangan hiraukan mereka... mereka akan lelah dan kembali kepada kita" ujar Sandy memberi harapan kepada adik kesayangannya
di seberang telepon sana Sandy marah dan menggegam erat kertas di tangannya ada rasamarah dan kecewa karena Sandy tau... yg membuat mood adiknya jelek adalah ayah dan ibu nya....
" Kaka akan pulang lusa jadi tunggu lah" cerita Sandy
"baiklah ... aku tutup telpon kaka aku sudah sampai kampus" Tut ..... suara HP Jessy mengakhiri panggilan dg kakanya
di sebuah ruangan Sandy menelpon seseorang
" hallo bi... apa yg terjadi dg Jessy ?" ucap Alan kepada bibi Riana. setelah mengetahui mood adiknya tidak baik Sandy segera menelepon rumahnya untuk menanyakan apa yg terjadi
__ADS_1
"iya Tuan Sandy ... tadi Nona Jessy tidak sengaja melukai jarinya.... nona Jessy melihat tuan Jimmy dan nyoya bertengkar" ceria bibi Riana
" ya sudah bibi Riana Sandy tutup dulu telpon saya ada rapat" ucap Sandy kepada bibi Riana
Sandy murka matanya merah .... dia hanya meluapkan amarahnya kepada kertas 2 yg ada di depannya dia begitu tak terima dg apa yang terjadi dg adik kesayangannya Jessy.
"Harry !!!" teriak Sandy kepada asisten nya
dengan buru buru Harry menghampiri bos nya itu
"iya Tuan.." ucap Harry
"apa yg di lakukan ayah ku dan ibu ku 2 Minggu terakhir?" ucap Sandy
" Tuan Jimmy ... bertemu dgn perdana menteri tuan dan ...." suara Harry terputus dan kepalanya tertunduk
"menemui simpanan nya ? " seru Sandy dan di jawab anggukan oleh Harry
" sedang nyonya ... pergi ke Swiss dg teman2 nya karna sedang berburu perhiasan karya dari John May ... yg ada satu2 nya di dunia" lanjut Harry
Sandy langsung beranjak dari tempat duduknya... "ayo ... kita akan ada rapat dg klient dari keluarga Vettel" pinta Sandy
"iya Tuan Sandy"
sabar masih seputar Jessy .....
jangan lupa like yah ... karya ku
terima kasih
__ADS_1