Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander

Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander
1. Mendadak Menikah


__ADS_3

Man Alexander one adalah anak pertama dari keluar besar Alexander Group. Ia akan menikah hari ini. Tapi tak pernah terpikir oleh Man dan keluarganya bahwasanya pesta pernikahan yang berdiri megah akan berakhir dengan kegagalan pernikahan anak pertamanya.


Sang mempelai wanita dinyatakan lari dari pernikahan dan memilih untuk mengejar cintanya di Jerman dengan anak pejabat tertinggi disana.


Dengan berat Man menerima kenyataan pahit ini dan memilih pergi dari gedung pernikahan itu karena kesal.


Mau tidak mau anak kedua dari keluarga Alexander Group yaitu Aldigar Alexander two harus menikahi wanita pilihan dari orang tuanya secara mendadak untuk menyelamatkan reputasi keluarganya. Mempelai wanita dadakan itu bernama Ayudia Teresa.


Pesta pernikahan anak kedua pun digelar lancar walau dilaksanakan secara mendadak dan penuh dengan perseteruan antara anak kedua dan keluarganya.


Dua-duanya tidak menerima pernikahan itu. Keduanya saling berdebat di dalam mobil membahas pernikahan mereka yang tak diharapkan.


"Mas kita mau kemana Mas? Pelan-pelan bawa mobilnya!!!" Wanita itu panik sendiri dengan tingkah lelaki yang katanya sudah suaminya itu. Ia mengemudi mobil dengan ngebut.


"Kenapa kau mau menerima pernikahan ini??Seharusnya kau menolaknya kan! Apa kau butuh uang?" Aldigar justru merasa kesal dengan istrinya yang sudah mau menerima pernikahan itu.


"Apa!!! Kau pikir aku mau menerima pernikahan ini begitu? Aku juga tidak mau! Seharusnya kau yang mempunyai pendirian untuk menolak! Kenapa harus aku? Dan dengar! Aku sama sekali tidak berpikiran tentang uang!!"


"Ahh sudah diam! Berbicara denganmu membuatku semakin pusing saja!"


"Hey!! Sudah syukur aku mau menikah denganmu. Turunkan aku!"


Setelah mendengar perkataan wanita itu dengan teganya Aldigar menurunkan istrinya di tengah perjalanan.


"Sudah turun!! Katanya mau turun kan?"


"Dasar lelaki Brengsek! Tak tahu diri." Menggerutu sambil turun dari mobil dengan kesal. Padahal hari sudah mulai gelap.

__ADS_1


"Apa kau bilang!"


"Apa?? Sudah pergi sana!"


Lelaki itu juga langsung pergi begitu saja tanpa memiliki perasaan kasihan pada istrinya yang sudah ia turunkan di pinggir dijalan.


"Lelaki gila! Mimpi apa aku semalam bisa menikah dengan si brengsek itu hari ini!" Mencaci maki dengan kesal sambil menatap kepergian mobil itu. Tanpa disadari setelah marah-marah sendiri wanita itu pun tidak memakai alas kaki.


"Lihatlah. Aku sampai lupa tidak memakai sepatuku. Dasar lelaki sialan! Jika bukan karena permintaan orang tuaku aku juga tidak akan menerima pernikahan ini!"


Mana ada acara reunian lagi. Aku harus bagaimana?


Ayudia tampak memegangi kepalanya karena pusing dengan kehidupannya yang berubah drastis hari ini.


Untuk menghilangkan rasa stress Ayudia memilih untuk menyenangkan diri dengan teman-temannya di sebuah Hotel. Kebetulan ada acara reunian dengan angkatan sekolah SMA-nya malam ini, jadi sekalian ia menenangkan dirinya disana untuk melupakan masalah pernikahannya dengan Aldigar.


*


*


"Anda yakin Tuan?" Sedikit ragu Rio menerima perintah itu karena tidak biasanya majikannya bersikap seperti ini.


"Kau tidak mendengarku?"


Rio tidak berbicara apapun lagi dan hanya menundukan kepalanya menerima perintah. Ia pun segera melaksanakan perintah dari tuan mudanya untuk mencarikan wanita penghibur lewat aplikasi online. Beruntung Rio segera mendapatkannya dan mencarikan wanita paling cantik difoto aplikasi itu. Ia juga segera melakukan kesepakatan harga mahal dengan wanita itu.


Ternyata wanita itu adalah salah satu gerombolan di acara reunian teman-teman sekolah Ayudia. Ia tampak begitu senang hari ini sambil mematikan layar ponselnya mendapatkan job besar.

__ADS_1


Lalu semakin tersenyum sengit menatap Ayudia yang sedang mabuk minuman, entah apa yang sebenarnya wanita itu pikiran sekarang.


Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Sudah lama aku ingin membuat kehidupanmu lebih buruk Ayudia.


Wanita itu tampak pergi meninggalkan kursinya sebentar. Tak lama ia kembali dengan genggaman dua gelas minuman yang ada di tangannya dan memberikan satu gelas itu ke tangan Ayudia.


"Ayudia. Ayo kita bersulang. Minuman ini terasa lebih enak dari yang lain"


Tak pernah terpikir oleh Ayudia minuman apa yang diberikan teman perempuan itu padanya. Ia hanya ingin menikmati kesenangan yang ada dan meminum minuman itu hingga habis.


Ia juga sudah terpengaruh minuman yang ada di meja itu hingga tidak perduli dengan suasana yang ada.


Beberapa menit setelah meneguk habis minuman itu Ayudia pun merasakan efek yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Mabuk bercampur pusing dengan gejolak hasrat yang tiba-tiba ia rasakan di setiap sentuhan lembut jemarinya sendiri. Ayudia juga terlihat hampir pingsan karena pusing kepala.


Sampai pada akhirnya wanita yang mengamatinya sejak tadi pun membawa jauh-jauh dari rekan-rekan temannya yang masih menikmati pertemuan tersebut.


Beberapa menit kemudian.


Kedua wanita itu tiba didepan pintu hotel tempat mereka janjian dan dibantu dengan salah satu lelaki tak dikenal.


"Pergilah. Terimakasih telah membantuku. Akan aku transfer nanti"


"Baik Nona"


Lelaki itu tampak pergi dan lenyap begitu saja. Sementara wanita yang sedang memapah Ayudia langsung memencet bel yang ada didepan kamar hotel tempat ia berdiri sambil berjaga-jaga aman.

__ADS_1


Disusul dengan kemunculan lelaki yang cukup cool dan berkharisma saat dipandang. Lalu wanita itu memastikan bahwa ialah yang memesan jobnya untuk malam ini. Dan ternyata benar. Wanita itupun dengan senang hati memberikan Ayudia yang tidak sadarkan diri kepada lelaki itu dan menerima uang bayaran yang begitu tebal di amplop coklat.


Sepertinya dia bener-bener orang kaya. Tapi bodoamat lah, yang penting aku harus membuat kehidupan Ayudia lebih buruk dari kehidupanku.


__ADS_2