Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander

Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander
6. Sarapan Pagi


__ADS_3

Tak terasa hari sudah berganti.


Ayudia sudah tidak ada di kamarnya.


Ia terlihat sedang sibuk didapur bersama dengan pelayan-pelayan rumah.


Ternyata ia sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya. Keadannya juga sudah membaik tidak sakit kepala lagi. Kali ini ia akan membuatkan roti panggang kesukaan suaminya sesuai yang dikatakan ibu mertuanya kemarin.


Beberapa peralatan dapur sudah tertata rapi dimeja dekat kompor termasuk bahan-bahan roti panggang yang akan ia masak. Lalu mengambil selai kacang yang ada didalam kulkas untuk dimarinasi dengan roti.


"Maaf Nona. Itu untuk apa kalau boleh tahu?" Pelayan itu tampak sopan bertanya kepada majikan barunya.


"Untuk roti panggang. Kenapa memangnya?"


"Tidak bermaksud untuk melarang Nona. Tapi Tuan Muda alergi kacang"


"Ohh gitu. Hehe..terimakasih sudah memberitahu. Kalian juga yang lebih tahu tentangnya jadi tolong beritahu aku jika aku melakukan kesalahan"


"Siap Nona. Itu pasti"


Ayudia memang orangnya mudah akrab dengan orang lain. Ia periang dan selalu berwajah ceria di hadapan orang-orang. Ia juga tidak pernah memandang seseorang dari segi luaran.


"Ayudia. Kau sedang apa sayang?" Tiba-tiba ibu mertuanya muncul dan ikut bergabung di dapur.


"Eh Mama. Aku sedang buat sarapan"


Melihat tingkah menantunya yang perhatian dan tidak gengsi berada di dapur membuat ibu mertuanya semakin sayang dan tersenyum.


Memang kebiasaan Ayudia dirumah adalah memasak.


*****


Aldigar sudah terbangun dari tidurnya juga.


Istrinya tidak ada dikamarnya. Rupanya ia mencari-cari keberadaannya di pagi hari.


Makanan sudah tertata rapi di meja makan.


Sewaktu Aldigar keluar dari kamar semerbak roti panggang sudah tercium harum di hidungnya. Membuatnya semakin lapar dan segera menghampiri meja makan.


"Ayudia. Siapkan kopi untuk suamimu" Pinta ibu mertuanya dengan penuh senyuman kepada menantunya. Sepertinya nyonya besar ingin membuat keduanya agar semakin dekat.

__ADS_1


"Baik Ma"


Ayudia beranjak berdiri dari duduknya.


Namun Aldigar langsung memberhentikan langkahnya karena merasa keberatan.


"Tidak usah. Aku bisa bikin sendiri"


"Aldigar. Kau sudah beristri. Sudah sepatutnya istrimu yang melayani semua keperluan mu" Pekik ibunya yang melihat cara putranya menghalang-halangi caranya untuk mendekatkannya dengan istrinya.


"Aku tidak suka terlalu manis"


"Baik mas"


Ya Tuhan, aku harap keduanya bisa saling dekat nanti.


Dengan cepat Ayudia sudah menyeduh kopi dan menyajikannya di meja.


Sementara takaran kopi buatannya pun sangat cocok di mulut Aldigar. Hanya saja Aldigar tidak berkomentar akan hal itu.


Sementara Tuan besar alias ayah mertua Ayudia juga sudah datang ke ruang makan. Nyonya besar pun segera menyiapkan sarapan dan kopi untuk suaminya.


Biasanya ada kehadiran Man di ruang makan itu setiap pagi. Namun karena ia sedang pergi jauh jadi mereka hanya sarapan pagi berempat saja.


"Apa Ma??? Ga bisa. Aldigar banyak acara hari ini."


"Acara apa? Kau hanya punya satu meeting. Ajak istrimu keluar. Dia juga suntuk dirumah"


******


Suasana di negeri sebrang tidak jauh beda dengan suasana negara Indonesia. Bahkan terasa sama bagi Man. Hanya saja tempat dan bahasanya yang berbeda.


Untuk merasakan tubuh yang lebih sehat dan bugar Man mengajak Rio untuk lari pagi sebelum menemui pertemuan kerjanya. Keduanya tampak mengelilingi danau hijau yang asri dan terasa segar juga di pagi hari dengan adanya silir-silir angin kecil dan pepohonan yang hijau.


Kali ini Man memberhentikan langkahnya sambil berdiri tegak menatap danau. Air danau yang penuh dengan ketenangan saat dipandang membuat Man tenang juga dan memilih untuk duduk di kursi panjang dekat danau itu.


Namun saat ia terdiam dan menikmati suasana menatap air danau ia justru terbayang akan wanita cantik yang bermalam dengannya kemarin.


Kenapa dia selalu menghantui pikiranku. Padahal aku baru sekali bertemu dengannya.


"Minumlah dulu Tuan" Rio memeberikan minuman dingin untuk Tuan mudanya yang sedang terdiam menatap danau.

__ADS_1


Kasihan tuan muda. Dia pasti sedang memikirkan wanita brengsek itu!


******


Ibu mertuanya diam-diam datang ke kamar itu saat putranya sedang mandi. Ia ingin memberikan sesuatu kepada menantunya agar dapat dikenakan untuk pergi ke kantor.


"Sayang. Pakailah ini. Mama sudah menyiapkan baju baru untukmu" Memberikan tas belanjaan begitu banyak kepada menantunya.


Ayudia terlihat canggung menerima itu semua sambil tersenyum. Mertuanya kelewatan baik. Ia membelikan banyak baju untuk menantunya kenakan ke kantor.


Ya ampun,, ini kan baju mahal-mahal banget


"Ma. Tapi ini--"


"Hust, pakailah. Kau harus kelihatan cantik saat di samping suamimu. Biar tidak ada perempuan-perempuan gatal yang mendekatinya nanti"


Ya Tuhan,, mungkin jika aku tidak mempunyai mertua sepertinya aku benar-benar sudah kabur dari sini.


******


Suaminya sudah siap untuk berangkat ke kantor. Hanya saja istrinya belum juga keluar dari balik ruangan itu (ruangan ganti).


Membuat Aldigar gregetan dan menghampirinya untuk menyuruhnya buru-buru.


"Ya ampun,,aku ga bisa ngancing bajunya lagi. Ini nyangkut!!" Ayudia terlihat kesusahan sendiri di depan cermin untuk mengancing dressnya di bagian belakang.


"Hey cepetan!" Tiba-tiba suaminya nongol tanpa permisi.


"Ya ampun" Ayudia kaget sambil berbalik badan untuk menyembunyikan dirinya karena malu melihat suaminya yang tiba-tiba datang.


Aldigar sudah melihat itu. Ia sedikit canggung juga melihat penampilan istrinya yang lumayan cantik sekarang.


"Maaf. Aku tidak tahu kau sedang ganti baju" Aldigar terlihat akan pergi meninggalkan ruangan itu lagi. Namun Ayudia menghentikan langkahnya untuk meminta pertolongan.


"Mas. Tolong.." Sambil menujuk belakang punggungnya dengan rona malu dan canggung meminta tolong padanya.


Aldigar hanya diam dan menatapnya lama sambil mendekat.


Lumayan juga kalau dia berdadan.


Aldigar pun mengancingkan bajunya dengan diam lalu mengajaknya untuk segera berangkat ke kantor.

__ADS_1


"Cepatlah. Aku ada meeting penting hari ini"


__ADS_2