
Status Ayudia sekarang sudah tidak sendiri lagi,melainkan telah menjadi seorang istri.
Yaitu istri Aldigar Alexander two adiknya Man. Namun siapa sangka justru malam ini ia sedang sekamar dengan lelaki lain yang sama sekali tidak dikenalinya itu. Jangankan mengenalinya. Mengatahui keadaan dirinya yang sedang masuk ke dalam kamar kegelapan itu pun ia juga tidak tahu.
Sementara Man dan tangan kanannya (Rio) pun tidak mengetahui bahwasanya dia adalah istri dadakan Aldigar yang sudah menikah tadi sore. Karena keduanya pergi meninggalkan pesta begitu saja dan tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya dipesta pernikahan itu termasuk pernikahan Aldigar dan wanita itu sekalipun.
Man yang ada di dalam kamar itu sudah terpengaruh berat oleh minuman beralkohol yang sudah ia konsumsi dengan rakus tadi.
Rio yang sedang menuntun Ayudia itu merasa ragu dengan permintaan majikannya yang akan bermalam dengan wanita lain.
"Aku membawa Nona Cantik untuk anda Tuan"
"Eemm" Lirih Tuan mudanya yang sedang terbaring lemas sambil memejamkan matanya diatas ranjang. Ia juga merasakan pusing kepala yang amat luar biasa karena memikirkan seseorang yang begitu ia cintai pergi.
Rio membaringkan wanita itu dengan hati-hati disamping tuan mudanya. Lalu pergi begitu saja untuk membiarkan majikannya bersenang-senang.
Ternyata tidak ada niatan bagi Man untuk menyentuh perempuan itu. Ia sedang tidak berselera dengan perempuan. Melainkan benci dan dendam ingin mencaci maki wanita yang hanya bisa menyakiti.
Lelaki itu dengan kasar menarik baju wanita yang sedang terbaring lemas di sampingnya dengan penuh amarah. Membuat wanita itu kaget dan terperanjak duduk. Ia juga terbelalak menatap Man yang begitu tampan membuatnya kaget tadi.
"Apa aku kurang tampan sehingga kau memilih pergi dariku hah!!" Tidak tahu di tunjukkan kepada siapa pertanyaan itu. Tapi yang jelas ia sedang kesal dengan semuanya dan melotot tajam menatap wanita yang terbelalak itu.
"Apa semua yang aku berikan kepadamu itu kurang?? Hingga kau lebih memilih anak pejabat itu ketimbang diriku! Kau tahu betapa sakitnya hatiku menerima kenyataan ini dan betapa cintanya aku kepadamu hingga membuatku bodoh menilai wanita!!!"
__ADS_1
Wanita itu tidak menjawab apapun. Justru ia terhipnotis dengan ketampanan Man yang sedang marah-marah menatapnya. Man juga sedang tidak sadar dan terpengaruh oleh minuman beralkohol yang begitu banyak ia minum hingga membuat emosinya tak terkontrol dengan wanita itu.
"Jawab! Apa kau tidak bisa bicara???" Man semakin berwajah sengit melihat wanita itu yang justru tersenyum manis menatapnya penuh dengan cinta.
Ternyata wanita itu semakin terhipnotis dengan aroma wangi lelaki yang begitu harum berasal dari tubuh Man yang sedang marah-marah dan menatapnya itu.
"Kau sangat tampan. Muachh... " Dengan sekejap wanita itu sudah memberikan kecupan hangat dibibir Man.
Man yang sedang terendam emosi spontan mendorong tubuh wanita itu ke ranjang dengan keras.
Wanita itu juga tampak mengerang kaget karena tubuhnya dihantamkan ke ranjang. Untung saja ranjang itu sangat empuk dan pegas. Jadi hanya membuat wanita itu mengerang karena kaget.
Wanita itu langsung terlihat marah dan kesal saat melihat perlakuan Man yang kasar padanya.
Man kewalahan menghadapi wanita itu. Tangan wanita itu terpaut erat merangkul lehernya dengan kuat sambil menciumnya. Seperti pemain handal yang sedang memainkan perannya tanpa ampun untuk lelaki kasar itu.
Ciuman dalam dan hangat begitu dirasakan oleh Man hingga membuatnya terdiam dan meresapi sentuhan wanita itu. Kini justru ia yang terperangkap oleh wanita itu tanpa sadar dan merasakan kenikmatan ciumannya.
Tak terasa kancing kemeja Man pun sudah terlepas dari kaitannya oleh wanita itu dengan bringas. Man berusaha menyadarkan diri dengan menggelengkan kepala dan mencoba menjauh darinya. Tapi lagi-lagi tingkah wanita itu yang meraba-raba dadanya membuat tersekip merasakan sensasi lembut dan geli dari wanita itu.
Lagi-lagi Man juga mencoba menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri sambil bertanya lemas dengan sentuhannya.
"Apa yang kau lakukan.."
__ADS_1
Wanita itu tidak mendengarkannya. Ia hanya ingin melepaskan hasrat yang ada pada dirinya bersama lelaki tampan didepan matanya ini.
Wanita itu sudah semakin menggila dan merasaka panas dalam tubuhnya yang membuatnya melepas bajunya sendiri di hadapan Man.
Tatapan mereka mulai bertemu. Tatapan samar tanpa kesadaran masing-masing.
Ditambah lagi dengan pemandangan indah di depan mata. Pemandangan indah gunung kembar yang menimbul dari permukaan batas wilayah. Man juga baru pertama kali melihatnya secara nyata didepan mata. Membuat mata Man semakin melolor dan merasakan sensasi yang berbeda. Air liur terasa mengalir deras ingin merasakan sensasi yang amat sangat memuncak teringin melakukan sesuatu.
Sama halnya dengan wanita itu. Pemandangan indah dataran rendah dan berbidang dada Man membuatnya terpana tanpa berkedip.
Raut wajah tampan dengan balutan hidung mancung dengan bibir semu pink juga membuat wanita itu menatap gila lelaki tersebut. Terlebih dengan tatapan tajam lelaki itu justru memperdalam perasaan Ayudia yang menggebu-gebu ingin menerkamnya.
Ia langsung melepas penyangga gunung kembarnya dengan cepat dan penuh dengan gairah dan melemparnya ke lantai. Lalu mencium Man kembali hingga membuat kedua tubuh itu tersentuh hangat saling menempel.
Lelaki mana yang tidak terpancing hasratnya jika sudah melihat kenikmatan didepan mata. Man juga terpengaruh panas oleh wanita itu hingga membuatnya merengkuh tubuh wanita itu yang sudah polo tanpa berbusana. Mulai meraba dan menelusuri tubuh wanita itu kesana kemari hingga membuat hasratnya memuncak dan ketagihan. Man juga melepas celana panjangnya dengan antusias karena sudah terprovokasi dengan keindahan tubuh wanita itu.
Kini kedua sudah sama-sama polos dengan tatapan gelap mereka menikmati sentuhan demi sentuhan. Semakin menjadi dan terjadi. Terjadinya sesuatu tragedi yang tak disangka-sangka oleh kenikmatan malam yang penuh cinta.
"Awws...aahh..ah" Sesuatu masuk ke tubuh wanita itu hingga membuatnya mengerang kesakitan.
Namun rasa sakit itu tidak menghentikan keduanya untuk berlanjut bermain. Justru tangan wanita itu tampak mengaitkan tangannya ke leher lelaki itu dan merangkulnya erat karena merasa semakin nikmat.
Membuat Man semakin terprovokasi untuk merenggut bibirnya dengan rakus seperti sedang kehausan minum.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya keduanya pun larut dalam rasa lelah yang ada hingga tertidur berdua di kamar hotel kegelapan itu.