Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander

Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander
8. Lupa waktu


__ADS_3

Setelah selesai meeting Aldigar benar-benar pergi mencari kekasihnya keluar kantor.


Bahkan Ayudia menikmati makan siangnya sendirian di ruangan itu. Hanya ada salah satu karyawan terdekat Aldigar yang disuruh untuk menemani Ayudia di ruangan itu. Karena Ayudia sendiri juga orang asing yang baru saja menginjakkan kaki ditempat itu,jadi ia tidak terlalu banyak bicara juga dengan mereka.


******


Aldigar berdiri tepat dibelakang bangku panjang dimana Kharisa sedang duduk dan menangis di sebuah taman. Ia merasa bersalah dengan sikapnya tadi. Dan memang pada kenyataannya posisinya sekaranglah yang serba salah.


"Sayang.."


Aldigar memanggilnya lembut. Ia mulai mendekati Kharisa lalu duduk disebelahnya.


"Katakan kepadaku kalau itu semua bohong?" Menghapus air mata yang terus membasahi pipinya. Ia masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada.


"Aku sungguh tidak berbohong Kharisa. Dia sudah menjadi istriku"


"Istrimu sangat cantik. Dan seharusnya sejak awal aku juga sadar diri kalau aku itu hanyalah sekertaris. Tidak mungkin aku dapat bersama dan hidup ndenganmu kan."


"Hey! Apa yang kau katakan? Sungguh aku hanya menyukaimu Kharisa. Aku sama sekali tidak mencintainya ataupun tertarik padanya. Percayalah padaku. Aku hanyalah mencintaimu"


Keduanya mengobrol lama ditempat itu.


Aldigar menjelaskan semuanya kepada Kharisa penuh dengan kelembutan untuk menenangkannya dan membuatnya mengerti. Ia juga menjelaskan secara detail atas gagalnya pernikahan kakaknya yang harus ia gantikan dipelaminan bersama Ayudia.


Setelah menjelaskan semua itu Kharisa tampak sedikit tenang dan hanya tersisa isak tangisnya saja. Keduanya pun terlihat berpelukan hangat di taman itu.


*


*


Hari sudah mulai gelap. Aldigar benar-benar lupa waktu setelah pergi dari kantornya. Ia terlalu asik berjalan-jalan dengan Kharisa untuk menghiburnya hingga lupa dengan istrinya sendiri yang masih menunggunya di kantor.


Bahkan waktu senja sudah lewat. Suasana kantor benar-benar sudah gelap.


Para karyawan kantor sudah berpulangan di bawah sana. Mungkin hanya penjaga keamanan yang masih berkeliaran di area gedung kantor.


Kantor ini cukup besar. Tidak mungkin juga Ayudia pulang sendirian kerumah. Sementara ia berangkat dengan suaminya tadi pagi,pastinya jika ia pulang lebih dulu ke rumah akan menimbulkan masalah untuk suaminya nanti.

__ADS_1


Nomor Aldigar tidak aktif. Bahkan Ayudia sudah mencoba menghubunginya berulang-ulang. Sementara HPnya pun sudah lobet dan hampir mati.


Dengan cepat hari benar-benar sudah gelap. Hanya pancaran sinar lampu jalan dan sekitarnya yang tampak begitu indah dari lantai atas.


Depp,,


Tiba-tiba saja lampu dimana Ayudia berdiri untuk menatapi luaran gedung mati (ruang istirahat Aldigar). Suasana menjadi semakin horor dan merinding dengan kesunyian yang ada.


Siapa yang mematikan lampu?


Sementara lampu di ruang kerja Aldigar tetap nyala dan terang. Hanya saja ruangan ini terlalu besar, jadi tidak cukup hanya dengan satu lampu.


Pikiran Ayudia menjadi kemana-mana, membuatnya semakin merinding dan ketakutan sendiri karena membayangkan hal-hal yang negatif.


Gagang pintu juga tiba-tiba terdengar berbunyi-bunyi. Membuat Ayudia langsung saja tungkup telinga dan bersembunyi dibalik sofa.


"Ya ampun Mas,,kamu kemana?" Penuh dengan suara gemetar karena takut. Ia juga terlihat berkaca-kaca karena sudah ketakutan sejak tadi.


"Hey..." Suara yang dia dengar barusan. Entah darimana asalnya itu ia tidak tahu dan hanya berdiam diri di balik sofa untuk mengumpat.


Namun seseorang itu justru mencoleknya dengan keras dari balik sofa.


"Hey.. "


"Aaaa..Jangan sentuh aku. Aku mohon"Terlihat semakin ketakutan. " Ibu tolong aku... "


"Apa kau tak takut denganku..??" Dengan suara yang justru semakin dibuat-buat agar membuat istrinya lebih takut lagi.


"Ibu..tolong aku.. "


"Buka matamu"


Sepertinya Ayudia tidak mendengar suaminya berbicara. Ia terus saja menutup matanya karena ketakutan.


Aldigar terlihat jongkok untuk menyadarkan istrinya dari ketakutan itu.


"Hey. Ini aku.."

__ADS_1


Ayudia menatap lelaki itu perlahan.Ternyata benar dia adalah suaminya. Lebih mengesalkan lagi melihat tampang Aldigar yang sedang tersenyum dan ingin menertawakannya.


"Ihh...apa yang kau lakukan?" Spontan Ayudia mendorong tubuh suaminya yang berada dihadapnya itu karena kesal.


"Berarti ini semua ulahmu? Kau juga yang mematikan lampunya tadi kan? Menyebalkan sekali! Apa kau tidak tahu betapa takutnya aku sendirian disini. Kenapa kau tega sekali malah menakut-nakuti ku"


"Haha.. Kau saja yang lebay! Aku kira kau tidak akan menungguku disini" Aldigar tampak terhibur dengan semua itu.


"Siapa yang menunggumu. Jika aku pulang duluan kau pasti akan kena masalah nanti"


"Ya sudah ayo kita pulang" Aldigar mengajak istrinya pulang.


Namun saat keduanya sudah sampai di dekat pintu, lampu benar-benar padam tak tersisa.


"Iya Tuhan,,ada apa ini? Kenapa lampunya jadi padam semua"


"Tuh kan.." Ayudia semakin takut dengan suasana yang ada. Ia memeluk suaminya erat karena takut. Aldigar terkejut dengan itu. Namun ia juga memahami keadaan yang ada dan mencoba menenangkannya.


Sial! Gara-gara aku mengerjainya listrik juga ikut mengerjaikku beneran.


Kali ini benar-benar sangat horor dan begitu gelap. Bahkan keduanya tidak bisa melihat apapun sekarang.


"Apa tidak ada senter di dekat sini" Aldigar semakin bingung dan meraba-raba meja kerjanya untuk mencari sesuatu yang dapat menghasilkan sinar. Sementara ponselnya memang mati sejak tadi.


Beruntung baterai HP Ayudia masih tersisa 11% jadi bisa digunakan untuk senter sementara.


"Bagaimana ini mas. Aku takut?" Tidak mau melepaskan pelukan eratnya karena Ayudia sangat takut akan kegelapan.


"Entahlah. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Setelah Aldigar meraba-raba saku celananya kunci mobil pun tidak ada di genggamannya. Lalu bagaimana dia bisa pulang dengan istrinya?. Begitulah yang sedang dipikirkan Aldigar saat ini.


Ya Tuhan dimana aku menaruh kunci mobilku tadi.


Aldigar menyuruh istrinya untuk duduk tenang disofa. Sedangkan ia mencari Powerbank untuk menyelamatkan ponselnya yang sekarat agar bisa meminta bantuan.


"Powerbank..dimana powerbank...?"

__ADS_1


__ADS_2