Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander

Diantara Cinta Kedua Mr. Alexander
9. Ulang tahun kakak ipar


__ADS_3

Sambil menunggu baterai HP terisi mereka berdua duduk di sofa. Ayudia tidak mau melepaskan pelukannya atupun jauh-jauh dari Aldigar karena takut gelap.


Ia juga terlihat anteng tanpa bersuara.


"Suka ya kau memelukku. Kau benar-benar mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dasar wanita.."


Tidak ada sahutan dari istrinya. Ia benar-benar terdiam anteng dibekapan Aldigar.


Aldigar pun mengambil senter HP yang hampir mati itu untuk menyinari Ayudia karena penasaran. Namun nyatanya ia terlihat tertidur pulas.


Aldigar belum berkedip. Ia lupa diri setelah menatap istrinya yang tertidur cantik.


Cantik juga kalau dia sedang tidur.


"Maafkan aku..." Entah apa yang dipikirkan Aldigar hingga membuatnya meminta maaf tiba-tiba. Ia juga tak sadar mengelus pipi istrinya lembut untuk menyingkir rambut yang menghalangi pandangannya.


Tiba-tiba saja lampu nyala kembali.


Pancaran sinar terang menerangi wajah Ayudia yang tertidur cantik dengan sempurna. Membuat Aldigar menatapnya lekat tanpa berkedip.


Kalau dilihat-lihat dia cantik juga.


"Ya ampun apa yang sedang aku lakukan?"


Menggelengkan kepala sendiri setelah sadar akan perkataannya tadi.


"Syukurlah akhirnya listrik nyala juga..." Aldigar lega dengan semua itu. Akhirnya listrik kembali hidup juga.


Sebenarnya Aldigar ingin pulang ke rumah. Namun melihat istrinya yang tertidur pulas membuatnya tidak tega untuk membangunkannya.


Akhirnya ia memilih memindahkan istrinya ke ruang tidurnya.


Pekerjaan Aldigar juga masih banyak karena ia pergi meninggalkan kantor tadi siang. Jadi ia memilih lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya.


*


*


Waktu tak terasa sangat cepat berputar.


Ayudia mulai terbangun dari tidurnya. Ia merasa sangat lapar karena belum makan malam saat tertidur tadi.


"Aku dimana?" Ia juga bingung berada di atas ranjang yang entah ada dikamar siapa.


"Mana laper banget lagi" Perutnya keroncongan.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah 2 pagi.

__ADS_1


Setelah melihat pintu ia baru menyadari bahwa ia sedang berada di kamar Aldigar. Aldigar juga terlihat terlelap diatas sofa ruang istirahat kantornya.


Ayudia mengambil selimut. Lalu menyelimuti suaminya yang terlihat kedinginan.


Di atas meja juga terlihat ada Burger dan cemilan lainnya. Mau tidak mau karena lapar Ayudia memakan makanan itu dan duduk di sofa sambil menatapi suaminya yang tertidur pulas.


Ganteng juga kalau lagi anteng...


Menikmati Burger-nya dengan lahap sambil memandangi suaminya. Ia juga terseyum atas mati lampu semalam.


******


Pagi sudah tiba.


Aldigar terkejut dengan istrinya yang sedang tertidur di sofa sebelah.


Ohh..ternyata dia bangun semalam.


Ia juga melihat selimut yang seharusnya ada dikamarnya.


Mau tidak mau Aldigar harus membangunkan Ayudia dan mengajaknya pulang kerumah hari ini, karena akan ada acara dirumah sekaligus menyuruh Ayudia untuk beristirahat dirumah.


"Maaf,, aku makan Burger-mu semalam. Aku sangat lapar juga semalam"


"Itu memang untukmu. Sudahlah ayo kita pulang. Sebelum kantor ramai. Dirumah juga akan ada acara"


"Acara. Acara apa?"


Lagi-lagi Aldigar tidak banyak bicara. Ia langsung menuntun istrinya untuk pulang sekarang juga kerumah.


Kini keduanya sudah berada di rumah.


Suasana rumah tampak biasa saja.Tidak menunjukkan akan adanya acara dirumah itu.


Acara apa yang dia maksud? Perasaan rumah terasa sepi seperti biasanya.


Ibu mertuanya terlihat menghampirinya dari ruang belakang.


"Halo sayang. Aku kira kamu belum pulang" Terlihat sumringah sekali sambil menghampiri menantunya. "Semalam kamu tidur dikantor bersama Aldigar kan? "


"Iya Ma. Semalam listrik tiba-tiba padam dan kita terjebak diruangan karena gelap. Jadi kita ketiduran disana"


"Lebih bagus lagi si jika kalian sering-sering terjebak berdua. Hehe.."


"Hmm??" Ayudia heran sendiri dengan perkataan ibu mertuanya. Namun ibu mertuanya segera mengajaknya ke taman belakang untuk menunjukkan sesuatu.


Ditaman belakang ternyata banyak bunga dan balon-balon yang sedang dihias oleh para pekerja.

__ADS_1


Ternyata benar akan ada acara dirumah ini.


"Acara apa ini Ma?"


"Ini acara ulang tahun Man. Putra sulung ku. Dia juga baru pulang dari Thailand tadi pagi. Nanti akan aku perkenalkan kamu denganya.Kalian berdua juga harus dekat layaknya kakak ipar dan adik ipar kan."


Benarkah,, aku jadi penasaran bagaimana orangnya. Apa dia mirip Aldigar.


Keduanya langsung membantu para pekerja untuk menghiasi pesta dengan bunga-bunga yang sudah dipersiapkan.


Para pelayan juga ada yang sibuk menyiapkan konsumsi untuk pesta.


Sementara Aldigar memilih untuk merebahkan tubuhnya diatas ranjang kamarnya untuk beristirahat. Begitulah lelaki,mereka akan sangat malas untuk melakukan pekerjan rumah.


Dari pagi sampai sore Man memang tidak keluar dari kamarnya. Karena ia perlu istirahat setelah menempuh perjalanan jauh.


Hingga waktu pesta pun sudah tiba.


Semua orang tampak riang menunggu seseorang yang berulang tahun. Ia belum juga muncul ke tempat pesta.


Sebenernya ini hanyalah perayaan kecil untuk Man yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabatnya saja. Jadi tidak terlalu ramai dan banyak orang.


Kue ulang tahun juga sudah berdiri tegak diatas meja cantik itu. Namun yang berulang tahun belum juga muncul menunjukkan batang hidungnya.


"Anda sudah di tunggu Tuan. Mereka semua sudah kesal menunggu Anda" Rio diperintahkan Nyonya rumah untuk segera memanggil tuan mudanya ke taman belakang.


"Biarkan saja. Aku juga masih lelah"


"Cepatlah Tuan muda. Aku mohon"


"Dihh. Kau ini lapar ingin memakan kue atau gimana?"


"Tentu saja"


"Haha.. "


Mau tidak mau Man pun beranjak berdiri dari ranjangnya setelah tertawa mendengar jawaban Rio yang terpaksa.


Dan ternyata masih tersisa manusia mageran melebihi kakaknya yaitu Aldigar. Bahkan ia masih nyaman memeluk bantal gulingnya disore hari.


"Mas bangun. Ayo kita ke pesta. Dipanggil Mama juga cepetan..!"


"Ya udah sana kamu saja. Aku males." Masih memejamkan matanya dan semakin memeluk bantal gulingnya erat.


"Mas ayo..." Kesel sekali Ayudia. Ia berusaha membangunkan suaminya itu dari ranjang untuk bergerak.


"Bawel banget sih!"

__ADS_1


Melihat istrinya yang begitu cantik memukau membuatnya terdiam seketika.


Darimana dia mendapatkan dress itu? Bisa cantik dan seksi juga dia.


__ADS_2