
Sesampainya di Kampus sepulang dari perpustakaan di Kampus A. Aku disambut oleh teman teman dekatku Shinta, Erika, Anton dan Bagas. Mereka cukup dekat denganku. Mereka heran karena seharian baru muncul di kampus.
"Dari mana saja kamu, Fik?" Shinta bertanya.
"Iya, Kalau pergi kan harusnya pamitan dengan yayangnya ini" Ucap Bagas genit disusul suara teman teman yang berdehem.
"Lho... lho sejak kapan kalian jadi yayang yayangan gini?" Anton ikut nimbrung. "Aku baru tahu...."
"Apasn sih kalian!" Protesku
"Gas, Jangan memaancing di air keruh ya!"
"Cakep... Artinya?" sahut Bagas belagak tidaj tahu.
"Kamu ini Gas, masa kagak ngerti juga itu artinya kamu jangan ragu ragu dan malu malu buat ngejar Fika ya kan. Secara Fika juga single dan JoJoBa" Shinta ikut menimpali
"Iya Shinta, Kamu aja yang bukan aku taksir udah paham kalau aku ada rasa dengan Fika tapi dianya cool aja"
"Kamunya Gas yang terlalu lambat kelamaan dalam bertindak" Kini Erika ikut ambil suara.
__ADS_1
"Udah Udah ah kalian tambah gak jelas dan bikin aku pusing" Sahutku seraya berlalu ke Perpustakaan untuk melanjutkan tugas karya Ilmiahku.
Malam minggu ini teman teman di kost ku sedang sibuk dengan kegiatan yang bermacam macam, Shinta sedang jalan jalan dengan Mas Irwan putra ibu kostku mereka memang sedang gencar pendekatan. Erika juga sedang ngobrol santai di teras rumah dengan Anton mereka juga sedang dibuai dan dimabuk asmara.
Hanya tinggal diriku yang sendiri sibuk berkutat dengan buku buku pelajaran. Tak heran teman temanku sering menyebutku si kutu buku atau si naif dan si udik. terserahlah apa kata mereka bagiku aku belajar di sini dengan satu tujuan mulia yakni mencari ilmu dengan sesungguhnya demi membanggakan kedua orang tua. Makanya aku punya prinsip untuk tidak memiliki hubungan dengan laki laki supaya aku bisa lebih berkonsentrasi terhadap pendidikanku.
Di tengah sedang asyik baca baca di kamar pintu kamarku diketuk dengan memanggil namaku dari suaranya aku hapal jika yang memanggil adalah Erika.
"Fik... Ada yang nyariin tuh di luar!"
"Siapa emang?" Tanyaku penasaran sambil membuka pintu.
Sambil penasaran aku melangkah keluar melihat siapa yang datang. Dan setibanya di teras rumah di sana sedang duduk dan asyik ngobrol Anton dan Bagas mereka semua adalah teman sekampusku.
"Selamat Malam Fika...." Sapa Bagas dengan sopannya.
"Malam.... Kamu ngapain ke sini?"
"Ya elah pake nanya ya jelas mau apel lah!"Erika nyerocos.
__ADS_1
"Malam minggu bingung mau ngapain ya daripada bengon nggak ada teman lebih baik main ke kostan bisa ketemu kalian" Bagas beralasan.
"Mau ketemu kita atau Fika"Anton meledek.
"Dua duanya..." Sahut Bagas gelagapan.
"Ya udah kalau gitu gimana kalau kita belajar aja buat presentasi besok? Gimana Gas, Ka, Nton?"
"Ok ide bagus itu" Sahut Bagas setuju dengan mata berbinar binar. Namun lain lagi bagi Erika dan Anton muka mereka tiba tiba berubah manyun dan tidak menyenangkan.
"Kalian aja yang belajar kita mau keluar bentar nyari udara segar dulu" Erika beralasan.
"Iya kalian ini gak seruh ah masa malam minggu gini masih aja belajar lagian besok kan libur kapan kita bisa bersantai menikmati indanya dunia?" Protes Anton.
Akhirnya mereka Antin dan Erika keluar jalan jalan.
Tinggallah aku dan Bagas yang masih terbengong di teras hingga aku pun masuk untuk memhambil beberapa buku dan materi yang akan dipersiapkan untuk presentasi besok.
Menjelang pukul 21.00 teman teman sudah mulai kembali Shinta dan Mas Irwan juga Erika dan Anton sehingga Bagas pun ikut pamit pulang.
__ADS_1
Meskipun pendekatan yang dilakukan Bagas cukup unik yaitu mengajak belajar bersama namun aku sangat maklum ia dapat beradaptasi dengan hobi dan keinginanku meski teman teman mengisi malam minggu dengan jalan jalan, makan bareng, nonton ke bioskop namun bagiku cukup belajar di rumah.