
" Deaaa......udah belum."
Ku hela nafas dan ku buang dengan kasar. Ini sudah kelima kalinya mama memanggil ku dalam 2 jam setelah mama menyuruh ku untuk bersiap.
Ya, hari ini adalah hari dimana ada seorang pria yang melamar ku. Dan aku sama sekali tak berniat menemui bahkan menerimanya.
Namun, apa daya, ibu dari pria itu adalah sahabat baik mama. Dan aku di paksa harus menerimanya karna mama memaksa.
Katanya" sampe kapan kamu mau ngejomblo terus? Mau jadi perawan tua?"
Memangnya ada yang salah dengan umur ku yang kini memasuki 27 tahun?
Menurut ku belum juga terlalu tua! Apalagi menjomblo adalah pilihan ku.
Ya, setelah putus dengannya, aku memilih untuk sendiri. Selain karna males, aku juga masih trauma. Takut nanti di selingkuhan.
Hiks kan gak enak. Sakitnya tuh disini.
Ais kok malah nyanyi sih
" Deaaa....cepat keluar! Tante meyra dan keluarganya udah nungguin tuh di bawah!"
Mama mengedor pintu dengan keras. Di kira gue budek Ampe di gedor segala.
" Ya, Ma sebentar!"
Tak kalah keras juga teriakan ku.
__ADS_1
" Astagfirullah."
Nah Lo kenapa mama malah istigfar sih liat aku? Emangnya setan apa.
" Kamu sejak 2 jam yang lalu mama suruh dandan dan keluar bentuknya masih begini?"
Mama mengomel melihat diri ku yang keluar menggunakan pakaian rumahan dan tanpa make up.
" Ya emang aku harus gimana sih, Ma?"
Aku bertanya dengan wajah tanpa bersalah
" Dea! Hari ini ada yang melamar kamu! Dan kamu berpakaian seperti ini."
Mama terlihat tak percaya melihat penampilan putrinya yang biasa saja. Bahkan terkesan sangat tak perduli. Emang!!
Ku pertegas ucapan ku yang membuat mama diam seribu bahasa.
Lagian yang aku bilang bener kan?
" Ya, udah ayo kita turun. Katanya udah di tungguin."
Ku buyarkan mama dari rasa tidak percaya nya pada ku. Dan mau tidak mau turun menggandeng ku kebawah.
Baru menuruni tangga semua mata tertuju sama gue. Apalagi dia, pake acara senyum-senyum segala lagi bikin enek.
Emang ada yang aneh?
__ADS_1
Atau karna dandanan gue?
Ais bodok amat!
Kalau aja gak mikir bakal bikin Mama malu dan harus di omelin 7 hari 7 malem rasanya pengen deh gue dandan kayak ondel-ondel aja, biar tu orang kabur dan batal lamarannya.
" Lama gak ketemu, Dea makin cantik aja." Puji Tante Mey.
Gue gak yakin Tante Mey beneran muji.....ya karna secara gue biasaa-biasa aja. Mana pake baju rumahan!
Kata mama kalau gue lagi begini udah mirip Ama mankey di ragunan sana.
Seburuk itukah anak semata sang mu ini mama?
Mana kalau ngomong gak pake perasaan lagi.
Huufff yang nyatanya gue emang harus Nerima kejujuran mama meski sesak di dada. Hikz
Dengan senyum terpaksa gue pun menjawab
" Tante bisa aja." Senyum ini terpaksa ya....tapi kenapa tuh orang makin lebar senyumnya.
Sebenernya dia tu manis.
Dea inget! Gak ada yang manis dari seorang Rayhan Syaputra selain muak liatnya.
Hahhh kayaknya otak gue miring liat dia
__ADS_1
" Mari kita duduk dan mulai acaranya." Papa mempersilahkan semuanya duduk dan gue harus duduk di antara mama sama papa. Mana pake dipegangin lagi tangannya sama mama, takut gue kabur?