Dilamar Mantan.

Dilamar Mantan.
dilamar mantan


__ADS_3

5 tahun yang lalu??


kejadian di hotel


Braakkk


Dengan bantuan pihak hotel, pintu akhirnya bisa di buka. Meski sebelumnya harus banyak drama karna pihak hotel melarang dengan alasan privasi. Namun, dengan bantuan Beni, akhirnya pihak hotel mengijinkan.


Semua orang langsung masuk termasuk gue.


Pertama kali melihatnya gue udah gak sanggup lagi berdiri.


Lutut ini terasa lemas, bahkan tanpa sadar gue terduduk di lantai.


" Dea!"


Mia yang melihat gue tak berdaya memapah buat berdiri.


" Rey! Apa yang Lo lakuin!!"


Beni mengguncang tubuh Rey yang terlelap dalam selimut dan memeluk Kania.


" Bajingan Lo Rey!!"


Kini giliran Mia yang marah. Mia begitu tak terima melihat gue di hianati sama Rey.


Mia memukul Rey supaya bangun.

__ADS_1


" Kalian? Ada apa?"


Seolah tak terjadi apa-apa Rey bertanya tanpa rasa bersalah. Sedangkan Kania, dia terisak menangis di pinggir ranjang sambil menarik selimut menutupi seluruh badannya.


" Lo tanya kenapa? Lo gak sadar apa yang Lo lakuin!"


Lagi-lagi Mia membrondong Rey dengan pertanyaan.


" Lo sama Kania abis ngapain? Dan Lo tau? Dea udah nungguin Lo 2 jam yang lalu, tapi apa yang Lo lakuin sekarang? Lo bermesraan dengan Kania dan yang lebih menjijikan, video itu di kirim ke Dea! Maksud Lo apa Rey!!"


Seketika Rey menoleh ke arah gue yang masih setia di ambang pintu tanpa punya kekuatan untuk ikut masuk.


" Dea!"


Rey segera lompat dari ranjang saat dia menyadari keadaan yang sebenarnya. Rey hanya menoleh sekilas ke arah Kania dan segera menyambar kemeja di lantai segera mengejar gue yang lebih dulu lari keluar.


Rey berhasil mencekal lengan gue setelah mengejar gue sampai lobi.


" Lepasi Rey!!"


Gue hentakan tangan Rey. Namun, pegangan Rey yang kuat tak begitu saja lepas dengan satu kali hentakan.


" Aku gak akan lepasin sebelum kamu dengerin penjelasan aku."


" Apa yang perlu di jelasin! Semua udah jelas! Dan sekarang, kita putus!!"


Tak sanggup lagi gue bendung air mata yang sedari tadi gue tahan. Semua ini menyesakkan, semua ini menyakitkan!

__ADS_1


Kenapa Rey tega lakuin ini ke gue?


Apa salah gue?


" Dea, ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan!"


Rey terus membela diri.


" Lalu apa yang benar? Semua sudah jelas dan kamu masih mengelak? Sekarang lepasin tangan ku! Lepasin Rey!"


Semakin aku berusaha melepaskan tangan ini, semakin kencang genggaman tangan Rey, hingga membuat pergelangan tangan gue sakit.


" Sebaiknya Lo lepasin tangan Dea! Lo udah nyakitin Dea dengan penghianatan. Jangan tambah Lo sakiti dia dengan menggenggam tangannya terlalu keras."


Mia memegang tangan Rey. Rey yang menyadari segera melepas tangan ini. Dan saat itu, gue langsung berlari tanpa menoleh lagi kebelakang.


Dan sejak saat itu, gue memutuskan pergi ke luar negri untuk melupakan Rey sekaligus melanjutkan studi gue.


Gue pun memutuskan semua kontak dengannya, entah itu nomor telfon atau pun medsos.


Tapi nyatanya? Takdir membawa gue untuk kembali sama Rey.


s e l a m a t m e n i k m a t i m e m b a c a n y a


j a n g a n l u p a t e k a n l i k e 👍 k o m e n d a n


m e m b e r i v o t e s e b a n y a k - b a n y a k n y a

__ADS_1


T E R I M A K A S I H


__ADS_2