Dilamar Mantan.

Dilamar Mantan.
dilamar mantan


__ADS_3

Tak terasa air mata ini menetes begitu saja saat mengingat kenangan masa lalu. Sampai, sebuah tepukan halus menyadarkan gue.


" Mia!!!"


Gue seneng bukan kepalang! Pasalnya, beberapa hari ini Mia sulit sekali di hubungi.


Tanpa aba-aba langsung gue peluk tubuh Mia sangking kangennya.


" Lo kemana aja? Gue nyariin Lo tau."


Gue melepas pelukan Mia dan menatapnya.


" Sorry De, beberapa hari ini Vian sakit, jadi gue gak bisa bales chat atau telfon Lo." Mia berkata dengan sedih.


Vian adalah anak Mia. Mia menikah 3 tahun lalu, dan sekarang anaknya berusia 2 tahun.


Saat ada waktu luang, gue selalu datang ke rumah Mia buat main sama Vian. Menurut gue Vian itu menggemaskan!


Bahkan Mia sering menggoda gue kalau gue lagi asyik main sama Vian.


" Makanya cepet nikah!"


_________________


" De, Lo yakin mau nikah sama Rey?"


Mia bertanya setelah kami selesai melepas rindu.


" Entahlah, Mi." Gue hanya bisa menjawab sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


" Dia dulu pernah nyakitin lo, bahkan hianati Lo." Mia berusaha mengingatkan gue tentang kejadian 5 tahun lalu.


" Gue tau! Gue juga udah berusaha meminta Rey buat batalin semua ini, tapi Rey gak mau. Bahkan gue juga udah minta sama mama buat ngulur waktu, supaya gue punya banyak waktu buat gagalin pernikahan ini. Dan Lo tau sendiri gimana mama kalau sudah punya kemauan."


Gue menceritakan semuanya pada Mia. Mia hanya bisa menghela nafas, karna Mia juga tau bagaimana sifat mama.


" Gue harap, kali ini Rey gak akan sia-siakan Lo lagi."


" Lo tenang aja! Karna, kalau sampai dia lakuin itu, mama sama papa gak akan tinggal diam!"


Gue berusaha menyakinkan Mia juga diri gue sendiri, bahwa mama dan papa gak mungkin salah memberikan putrinya pada Rey, lelaki pilihan mereka.


Lebih tepatnya pilihan mama!


" Udah kangen-kangenannya? Kalau udah kita keluar sekarang. Acaranya akan segera di mulai." Mama yang baru saja datang menghentikan pembicaraan gue dan Mia.


Sesampainya di tempat, mama mendudukkan ku di samping Rey. Sekilas, gue bisa lihat hari ini Rey terlihat gagah dan tampan.


Astagfirullah! Gue mulai kagum sama Rey?


Gak-gak! Kayaknya pikiran gue mulai eror lagi.


" Saya terima nikah dan kawinnya Dea Maharani binti Fahmi dengan mas kawin 50 gram emas dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


Satu tarikan nafas Rey mampu mengucap ijab Kobul. Dan serentak seluruh hadirin mengatakan.


Sah


Sah

__ADS_1


Sah


" Alhamdulillah."


Akhirnya, gue beneran jadi istri Rey mulai hari ini. Dan itu artinya, gue harus setiap hari bertemu dan berinteraksi dengannya.


" Dea, cium tangan Rey."


Mama berbisik sambil menyenggol lengan gue.


Apa mencium tangannya? Oh no!


Gue tatap mama dan menggeleng cepat.


" Dea, jangan bikin malu! Ayo cium tangan suami kamu!" Dengan menekan setiap kata, mama bicara sambil melotot.


Dan mau tidak mau gue pun mencium tangan Rey.


Sedangkan Rey membalas mencium kening gue lama.


Gue berusaha menarik kepala gue, tapi Rey justru menahannya. Bagi para penonton pasti bilang so sweet! Tapi bagi gue, gak!!


Karna Rey tak kunjung melepaskan kepala gue, akhirnya gue cubit perutnya dengan sekuat tenaga. Dia pun melepaskan gue sambil meringis dan menatap gue.


Emang enak?


Siapa suruh nahan kepala gue lama banget! Emang Lo pikir gak pegel apa?


Dan Kenapa harus sekuat tenaga? Karna perut Rey keras! Kalau gak kuat pasti gak berasa!

__ADS_1


__ADS_2