Dilamar Mantan.

Dilamar Mantan.
dilamar mantan


__ADS_3

Uhuuk uhuuk


Rey terbatuk segera menyambar gelas di sebelahnya dan meminumnya hingga tandas.


" Kenapa Rey?" Tanya mama panik.


Sedangkan gue? Gue mengulum senyum melihat eskpresi Rey.


Muka yang memerah akibat kepedesan. Sebab, gue sengaja menambahkan bubuk cabe kedalam nasi goreng Rey tadi.


Karna gue tau, Rey gak suka pedes.


" Gak-- papa -- ma. Cuma-- kayaknya-- nasi gorengnya-- kepedesan." Rey menjawab terbata sambil menahan pedas di mulutnya.


Senyum gue semakin lebar melihat muka Rey yang makin memerah.


Itu hanya pedas cabe Rey, sebentar lagi juga hilang! Gak sebanding sama apa yang Lo lakuin ke gue 5 tahun lalu!


Dan anggap aja ini tantangan pertama Lo!


Tiba-tiba Rey memandang gue. Tatapan seolah tau kalau gue sengaja ngelakuin ini.


Bodok amat! Emang Rey bisa apa?

__ADS_1


" Dea! Kok malah bengong sih? Sana ambilin susu buat meredakan rasa pedasnya Rey! Lagian kamu juga, udah tau suaminya gak suka pedes, bikin nasi goreng pedes banget!" Mama ngomel sambil mendekat ke arah Rey.


" Ya mana Dea tau kalau Rey gak suka pedes? Lagian, kita juga baru kemarin nikah!" Gue jawab santai tanpa rasa bersalah.


Rey menatap gue gak percaya. Jelas dia gak percaya! kita pacaran 2 tahun, dan selama itu mustahil gue gak tau apa yang dia suka dan gak!


" Perasaan masakan Dea gak terlalu pedas. Ini masih seperti biasa." Papa mencicipi kembali nasi gorengnya sambil mengecap-ngecap merasakan apakah bener nasi goreng gue sepedas itu.


" Bagi papa mungkin gak pedes! Karna papa suka makan pedes. Beda sama Rey, Rey itu gak bisa makan pedes."


" Mama tau dari mana?" Gue bertanya setelah menuangkan susu ke gelas Rey.


" Mama kenal Tante Mayra lama, dan Tante Mayra suka cerita ke mama tentang anak-anaknya. Termasuk tentang Rey yang gak suka makan pedes!"


Bahkan mama sampe tau apa yang Rey gak suka. Apa mungkin ibu-ibu di arisan sosialita suka bahas hal-hal yang terjadi di rumahnya?


Ah, gue mikirin aja udah pusing, apalagi kalau sampe kumpul sama mereka?


________________


" Dea, kamu pasti sengaja kan?" Rey bertanya setelah masuk ke kamar.


" Emang!" Jawab gue sambil mengangkat bahu.

__ADS_1


" Kamu tau aku gak suka pedes? Kenapa kamu malah sengaja bikin nasi goreng yang begitu pedas!" Rey terlihat marah. Mungkin dia gak nyangka gue bakal lakuin itu ke dia.


" Awalnya gue mau kasih sianida, tapi gue urungin karna masih takut masuk penjara. Jadi, gue tambah aja bubuk cabe. Itung-itung, melatih kesabaran."


" Dea!!"


Rey terlihat marah! Berjalan mendekati gue yang duduk di atas ranjang.


Gue yang tadinya santai bermain ponsel seketika takut melihat Rey!


" Lo mau ngapain Rey?"


Rey mendekat dengan senyum menyeringai dan melepas satu persatu kancing bajunya.


" Bukankah kamu yang memulai peperangan ini, sayang? Kalau gitu, mari kita buat perang ini makin seru!"


Gue yang gelagapan melihat Rey yang terus maju, segera berlari mencari jalan keluar.


Tapi sayang, Rey lebih dulu mengunci pintunya.


" Kamu mencari ini?" Rey menunjukan kunci itu di tangannya.


Gue yang makin bingung, hanya bisa berjalan mundur menghindari Rey yang terus berjalan maju.

__ADS_1


" Rey stop!! Atau gue teriak!"


__ADS_2