Dilamar Mantan.

Dilamar Mantan.
dilamar mantan


__ADS_3

Gue hanya bisa menatap diri ini di cermin. Dimana, hari ini gue di rias begitu cantik. Dengan balutan kebaya putih nan indah.


Mungkin, bagi sebagian perempuan di luar sana, ini adalah hari paling di nanti dan bahagia dalam hidup mereka. Dimana hari ini, akan ada seorang pria yang di cintai nya yang akan menghalalkannya.


Tapi, mungkin semua itu tidak berlaku buat gue. Perasaan ini begitu bimbang, apalagi saat mengingat ucapan Rey beberapa hari lalu.


"Dea, kamu boleh marah pada ku! Kamu boleh membenci ku! Tapi, kumohon percayalah pada ku! Aku sama sekali tidak melakukan apapun dengan Kania. Ini semua jebakan darinya. Karna aku tau, dia menyukai ku. Tapi aku lebih memilih mu."


Apa mungkin benar yang Rey ucapakan?


Haruskah gue percaya?


Tapi sayangnya tak semudah itu buat gue percaya sama Lo Rey!


Hati ini masih teramat sakit saat mengingat kejadian 5 tahun lalu.


_________________


" Lo gak bereng sama Rey?" Beni bertanya saat gue dan Mia baru sampai di cafe.


" Rey bilang, dia ada urusan sebentar, makanya gue duluan sama Mia."

__ADS_1


Sejak gue kenal dan pacaran sama Rey, gue terbiasa ngumpul bareng temen-temen Rey. Dan kalau pun Rey belum Dateng, gue selalu ajak Mia buat nemenin.


Ya, meski ujung-ujungnya dia ngomel karna jadi obat nyamuk. Tapi, dia selalu setia nemenin gue.


Ting


Sebuah notif masuk ke ponsel gue.


Gue menyerngit saat tau siapa pengirim pesan itu. Awalnya gue abaikan, tapi saat dia mengirim sebuah video, akhirnya gue buka karna penasaran.


Detik berikutnya dunia gue serasa runtuh. Bagaimana tidak, video yang Kania kirim adalah video dirinya dengan Rey.


" Rey, sabar. Kita bisa lakukan dengan leluasa dan santai. Jangan terburu-buru, sayang."


Kania berucap dalam pelukan Rey sambil menikmati setiap cumbuan Rey.


Nafas ini begitu sesak, dan raga ini serasa tak bertulang. Namun, video itu hanya berhenti sampai di situ. Tapi aku sangat yakin, apa yang terjadi setelahnya.


" De, Lo kenapa?" Semua orang panik melihat gue yang berusaha berpegangan erat pada meja untuk menopang tubuh yang lemas.


" Coba gue liat!" Mia merebut ponsel ku dan langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


" Reyhan!!!" Ucapnya tak percaya.


Video itu pun di lihat oleh teman-teman Rey. Dan reaksi mereka yang pertama adalah tidak percaya.


" Gak mungkin Rey ngelakuin ini! Gue kenal Rey, dia anak baik-baik!" Beni begitu dekat dengan Rey sangat tidak yakin teman itu berbuat hal tak senonoh.


" Apanya yang gak mungkin! Apa masih kurang jelas yang ada dalam video itu!" Mia marah, dia sangat tak terima dengan apa yang Rey lakukan.


Sedangkan gue? Rasanya gue udah gak punya kata untuk mengatakan apa yang gue rasa.


" Ini hanya video? Siapa tau ini hanya rekayasa! Atau bisa jadi jebakan!" Beni begitu yakin kalau Rey tak mungkin melakukannya.


Ting


Sebuah pesan masuk kembali.


" Kalau Lo masih gak percaya? Lo bisa saksikan sendiri kebenaran video itu. Lo bisa Dateng ke hotel Cempaka kamar no 32."


" Lebih baik kita buktikan kebenarannya!"


Gue berusaha kuat, sekalipun gue yakin, kenyataan yang bakal gue terima pasti bakal bikin gue makin hancur.

__ADS_1


__ADS_2