Dilamar Mantan.

Dilamar Mantan.
dilamar mantan


__ADS_3

Masih POV Reyhan


" Tapi, aku harus menjelaskan ini sama kamu. Dan aku mau kamu dengerin penjelasan aku."


Ku tatap mata indah itu, namun Dea memilih menghindari tatapan ku.


Jujur, ini adalah hal paling menyakitkan dalam hidup ku. Melihat orang yang ku cintai terluka karna ku. Namun, semua ini bukan murni salah ku.


Aku di jebak oleh Kania! Dia yang menyuruh ku datang ke hotel tempatnya menginap. Namun siapa sangka, dia sudah merencanakan semua ini.


Aku tau Kania menyukai ku. Tapi aku sama sekali tak pernah menyukainya. Mungkin, karna aku lebih memilih Dea, hingga dia berani melakukan itu pada ku.


Dia ingin menghancurkan hubungan ku dengan Dea. Dan ternyata dia berhasil! Dea marah dan meminta putus dari ku. Setalah itu, Dea pergi jauh hingga sulit ku temukan.


" Semuanya udah jelas saat itu! Kamu dan Kania melakukan itu!"


" Aku berani sumpah! Aku tak pernah melakukan apa yang seperti Kania katakan! Aku bahkan tak ingat apapun saat itu."


Ku genggam tangan Dea, berharap dia mau percaya sedikit saja pada ku.

__ADS_1


" Bagaimana kamu akan ingat? Kamu saja begitu menikmati saat-saat itu! Aku tau Reyhan! Bahkan aku menyaksikan sendiri!"


Di kibasnya tangan ku. Tatapan tajam itu seolah menyiratkan betapa marah dan sakitnya hatinya saat itu.


" Kalau kamu merasa kamu tak melakukan apapun? Lalu kenapa kamu memulainya duluan? Kamu memeluk Kania dan..."


Dea tak meneruskan ucapannya. Dea membuang muka, dan aku yakin air matanya tangah mengalir.


Dea adalah wanita kuat. Namun, kekuatannya hanya untuk menutupi betapa dia sangat rapuh.


Aku semakin terluka melihatnya seperti ini. Segera ku peluk tubuhnya. Tak perduli Dea terus berontak! Bahkan tubuh ini tak lagi merasakan sakit saat Dea memukul ku.


" Kamu jahat Rey! Kamu jahat! Aku benci sama kamu! Aku benci!!"


Ku biarkan dia melampiaskan kemarahannya. Kemarahan yang mungkin selama 5 tahun ini dia pendam sendiri.


" Maafkan aku Dea, maaf."


Hanya itu yang mampu ku ucap. Ku eratkan pelukan ini, dan ku lepas saat Dea sudah tenang.

__ADS_1


Ku tangkupkan kedua tangan ini pada wajah Dea yang sembab.


" Dea, kamu boleh marah pada ku! Kamu boleh membenci ku! Tapi, ku mohon percaya pada ku! Aku sama sekali tidak melakukan apapun dengan Kania. Ini semua jebakan darinya. Karna aku tau, dia menyukai ku. Tapi aku lebih memilih mu."


" Katakan! Apa yang membuat ku harus percaya padamu!"


" Aku akan buktikan! Kalau aku tidak bersalah dalam hal ini."


" Buktikan saja kalau kamu bisa! Tapi, jangan berharap aku akan memaafkan kamu begitu saja!"


Meski terdengar marah, namun, aku sedikit lega. Setidaknya Dea masih memberi ku kesempatan.


s e l a m a t m e n i k m a t i m e m b a c a n y a


j a n g a n l u p a t e k a n l i k e 👍 k o m e n d a n


m e m b e r i v o t e s e b a n y a k - b a n y a k n y a


T E R I M A K A S I H

__ADS_1


__ADS_2