Dilamar Mantan.

Dilamar Mantan.
dilamar mantan


__ADS_3

seharian berdiri di atas panggung jadi ratu sehari, badan gue berasa pegel semua.


Setelah masuk ke kamar, gue lempar ke sembarang arah barang yang namanya heels. Barang yang anti gue pake karna bikin kaki pegel.


Langsung gue jatuh kan tubuh ini di atas ranjang empuk kesayangan gue.


Ah, sungguh nikmatnya.


Sebenarnya, mama dan Tante Mayra menyuruh gue dan Rey untuk menginap di hotel barang semalam.


Tapi, gue menolak dengan alasan ranjang di rumah tak kalah empuk dari ranjang hotel. Toh sama-sama untuk tidur bukan?


Dan beruntung Rey setuju, jadi gue gak perlu nambah dendam kesumat sama dia!


Gue yang sedang menikmati kenyamanan ranjang yang gue nantikan sejak seharian tadi, terkejut saat sebuah tangan besar memegang betis gue.


" Lo mau ngapain?"


Gue langsung bangkit saat tau Rey lah yang memegang betis gue.


" Gak ada! Cuma mau pijitin kamu. Pasti kaki kamu pegel kan seharian berdiri?"


Rey mencoba meraih betis gue yang berusaha gue jauhin dari jangkauan dia.


" Gak perlu! Gue gak capek!"


Di pasti sengaja kan? Sok baik, supaya gue luluh gitu? Sorry Rey, gue bukan Dea yang dulu!


Dan gue tau lo pasti modus!

__ADS_1


" Gak usah jual mahal! Aku tau kamu capek, sini kakinya!"


Rey menggeret paksa kaki gue.


" Rey lepasin!"


" Udah diem!! Lagian aku cuma mijitin kaki kamu doang! Gak lebih!"


Iya juga sih! Tapi gue gak nyaman.


Dengan terpaksa gue ngalah karna selain males ribut sama dia, ternyata pijitan Rey lumayan juga.


Sampe buat gue ngantuk dan tidur.


_______________


"Aaaaaaaaaaaa."


" Lo ngapain disini? Dan ngapain juga Lo peluk-peluk gue!"


Gue pukul Rey menggunakan bantal.


Bagaimana bisa gue tidur seranjang dengan Rey dan..........di peluk pula!


" Emang seharusnya aku dimana? Aku kan suami kamu!"


Astaga! Kenapa gue bisa lupa kalau Rey sekarang udah jadi suami gue?


" Ya....tapi kenapa Lo peluk-peluk gue!! Lagian di kamar ini ada sofa! Kenapa Lo gak tidur di sofa sana!" Gue tunjuk sofa yang tak jauh dari ranjang ini.

__ADS_1


" Apa kamu sejahat itu nyuruh suami sendiri tidur di sofa? Lagian, aku tidur di ranjang ini pun udah di kasih pembatas!"


Iya juga sih, kayak gak manusiawi nyuruh dia tidur di sofa dengan statusnya yang udah jadi suami gue!


Tapi tetep aja dia salah!


Gak seharusnya dia peluk-peluk gue tanpa izin!


" Mana? Mana pembatasnya?"


Gue menengok kanan dan kiri, tapi tak ada satupun pembatas yang Rey maksud!


Lo coba menipu gue Rey!!


" Tuh!"


Rey menunjuk 2 guling yang teronggok di lantai.


" Aku udah kasih 2 guling itu untuk pembatas kita. Dan karna kamu terus mendesak kearah ku, mau tidak mau guling itu aku buang satu per satu. Tapi, nyatanya kamu juga masih mendesak kearah ku! Kalau aku gak peluk kamu.....bisa jadi aku juga ikut jatuh kelantai."


Rey menjelaskan panjang lebar, membuat pipi ini panas karna malu.


Dea! Lo begok kebangetan sih! Mau di taruh dimana muka Lo setelah ini?


Udah salah nyolot lagi!


Sebelum bertambah malu, sebaiknya gue....kabuurr.


k e m b a l i l a g i j a n g a n l u p a t e k a n l i k e

__ADS_1


k o m e n d a n m e m b e r i v o t e s e b a n y a k


b a n y a k n y a


__ADS_2