
" Khilaf, " timpal kevin.
" Eh sorry, nin, yol, kalian jangan minum deh. " Andreas hendak menarik gelas wine dimeja namun ditahan oleh nina.
" Dikit aja. "
Nina mengambil gelas itu dan mencium sebentar aromanya, buah, rempah dan aroma lainnya tidak bisa nina jelaskan, namun sangat harum dan menggoda untuk di cicipi.
Nina mengarahkan gelas itu ke bibirnya dan mencoba sedikit, rasanya manis dan bercampur dengan rasa tertentu.
Nina menghabiskan wine dalam gelas itu tak bersisa. siapa peduli, nina hanya ingin melakukan apa yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya dan bersenang-senang. terlalu banyak masalah dihidupnya dan semakin hari semakin rumit. sejenak, dia ingin melupakan ayah yang selalu menyalahkan, membandingkan dan meremehkannya. semua yang nina lakukan tidak pernah benar dimata ayahnya, hanya kakaknya lah yang selalu benar. nina ingin pergi dari rumah dan menjalani hidup yang baru atau menikahi laki-laki yang kaya dan menikmati hartanya sampai tua.
Rasanya kepala nina mulai pusing. Efek wine yang diminum nya sudah terasa. nina merasa mual dan ingin memuntahkan isi perutnya.
" Aku harus ke toilet, " ucap nina.
" Aku temenin, nin? "Tanya yola.
__ADS_1
" Aku bisa sendiri, Yol. "
Nina tahu yola meminum wine itu dan sepertinya sudah bereaksi ditubuhnya.
Nina berdiri dan berjalan mencari toilet, tubuhnya agak sempoyongan tapi masih bisa mengendalikannya. nina tersenyum, melihat tulisan toilet didepannya. segera nina masuk dan memuntahkan seluruh isi perutnya.
Nina keluar dari toilet. kepalanya terasa sangat pusing dan badannya juga lemes. efek wine itu sangat berat ditubuh nina, padahal dia minum satu gelas kecil.
Nina tidak kuat berjalan dan badannya jatuh, untung seseorang menangkap tubuhnya dan membawa nina kedalam dekapannya.
" Nikah yuk, Om, Bawa nina pergi, "
Nina merasakan badannya begitu berat dan pusing. dia membuka mata perlahan dan memijat pelipisnya untuk mengurangi rasa pusing itu. ketika mata nina terbuka lebar, dia melihat langit langit kamar yang berbeda dengan kamarnya. nina menoleh ke kanan dan ke kiri. kamar ini besar dan bersih dengan warna putih yang mendominasi.
" Aku dimana. " Ucap nina lirih.
Nina kembali memegang kepalanya yang kembali pusing. dia menggerakkan tubuhnya untuk duduk dan berapa terkejut nya saat selimut tidak lagi menutupi bagian tubuh atasnya. Nina segera meraih selimut untuk membungkuskan tubuhnya.
__ADS_1
Nina kembali melihat tubuhnya dibawah selimut dan benar saja dia hanya menggunakan pakaian dalam. dia mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam, namun kepalanya kembali sakit.
" Uh... Kenapa kepalaku sakit sekali? "
Nina kembali mengingat kejadian tadi malam. setelah bayangan kejadian tadi malam terlintas di otaknya, Nina segera mengeratkan selimut pada tubuhnya, dia ingat tadi malam terjatuh dan ditolong oleh seseorang, kemudian dia sempet menggoda laki-laki itu.
" Apa yang sudah aku lakukan? Apa yang terjadi tadi malam setelah aku jatuh dan pingsan. apa dia yang membawaku kekamar ini? Lalu apa aku dan dia sudah melakukan itu? " Ucap Nina pelan.
Beberapa saat kemudian, Pintu kamar mandi terbuka. seseorang keluar tanpa menutupi bagian atas tubuhnya, memperlihatkan tubuh atletis dan perutnya yang sixpack.
Laki-laki tampan dan dewasa itu hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang. tanpa sengaja tatapan keduanya bertemu. nina mengagumi setiap lekuk tubuhnya yang indah dan wajah rupawannya. beberapa saat nina terpesona, hingga pikiran warasnya kembali datang. nina harus meminta penjelasan dari laki laki itu.
" Ap... Apa yang sudah kamu lakukan padaku? Apa... kita melakukan itu tadi malam? "Tanya nina dengan gugup.
Laki-laki itu mendekat ke arah nina dan menatapnya tajam, tidak lupa dia menaikkan sudut bibirnya sebelah kiri.
" Bukankah rugi jika tidak menikmati tubuhmu? "
__ADS_1
" Apa? "