Dinikahi Om Galak

Dinikahi Om Galak
Perkara Burung


__ADS_3

" Rumah? aku lebih suka dengan club malam daripada rumah yang seperti neraka, " Ucap nina.


Nina masih menatap devan yang berada didepannya. devan tersenyum, bukan senyum simpati, melainkan senyum mengejek.


" Gadis nakal! " Ucap devan sambil menyentil keras dahi Nina.


Karena sakit, Nina langsung menyentuh dahinya sambil meringis. dia melihat devan berjalan menjauh dari kasur dan kembali duduk di kursi. Nina menelan ludahnya saat melihat tubuh devan dari belakang. laki-laki dewasa yang hanya menggunakan handuk melingkar pinggangnya itu terlihat sangat seksi, apalagi dia memiliki tubuh yang tinggi dan badan atletis. tanpa sadar, Nina meneteskan air liurnya. saat devan berbalik, Nina segera memalingkan muka dan menghapus air liurnya yang menetes di dagunya.


" Kamu baru saja melihatku? "


" Siapa yang lihat kamu? " Tanya nina.


Padahal nina sudah memalingkan muka sebelum devan berbalik, tapi dia tahu kalau nina sedang memperhatikan nya sewaktu jalan tadi. bagaimana tidak tergoda kalau dia hanya menggunakan handuk begitu dan menunjukkan tubuh atasnya telanjang? jelas nina tergoda, apalagi dia menyukai laki-laki yang memiliki perut sixpack seperti devan.


Lagi lagi devan tersenyum mengejek. Nina bingung harus melakukan apa, tapi rasanya tubuh sangat lengket dan membutuhkan guyuran air bersih. Nina menoleh ke kanan dan kiri, kemudian matanya tertuju pada pintu kamar mandi. dia harus masuk ke dalam kamar mandi itu, membersihkan diri dan menunggu bajunya selesai di laundry.

__ADS_1


" Om? "


Devan menoleh dan menatap tajam pada nina. nyali nina menciut, tapi dia harus mandi sekarang.


" Aku mau mandi, Om! "


Devan mengernyit dan menatap geran pada nina. wanita 22 tahun itu menjadi salah tingkah saat tatapan devan terus menjurus padanya.


" Lalu? kamu mau aku memandikanmu? " Tanya devan.


" Bukan begitu, Om. Aku mau berjalan kekamar mandi dan ... aku mau om berbalik membelakangi ku, " Ucap Nina malu.


" Oh, Aku dengan senang hati akan berbalik, lagi pula melihatmu telanjang pun tidak masalah, aku tidak akan tergoda dengan tubuh tipismu, " Ucap devan.


Nina mengambil bantal dan melemparkannya pada devan, namun laki-laki itu bisa menghindar. Nina berdecak kesal, lalu mengeratkan selimut ditubuhnya dan turun dari kasur.

__ADS_1


" Kamu mau apa? " Tanya devan.


" Mandi lah, Om. memangnya mau apa lagi? "


Nina kesal karena sejak tadi devan tidak mau berbalik dan membelakanginya. sebenarnya Nina malu, tapi dia berusaha untuk tenang selama selimut masih menutupi tubuhnya.


Nina harus melewati devan untuk kekamar mandi dan sayangnya kaki Nina tersangkut di selimut yang menutupi tubuhnya hingga membuatnya oleng dan hampir terjatuh. dengan sigap devan menangkap tubuh Nina dan membawa ke dekapannya.


Lagi-lagi devan menangkap tubuh Nina yang hampir terjatuh, sama seperti kejadian di club malam. jantung Nina berpacu dengan cepat. dia tidak menyangka akan seperti ini, berada di dekapan devan kembali.


Devan mendorong tubuh Nina agar menjauh darinya. Nina mundur dengan sempoyongan dan mempertahankan tubuhnya yang dibalut oleh selimut. Nina melihat devan dan melihat sesuatu yang salah.


" Om...itu... "


" Itu apa? " Tanya devan sinis.

__ADS_1


__ADS_2