Dipaksa Menikah Dengan Ustadz

Dipaksa Menikah Dengan Ustadz
Memilih


__ADS_3

TOK TOK


Iya sebentar.


Ibuuu....


Kerin?


Kerin langsung memeluk ibunya, dan ibu Kerin langsung membalas pelukan anaknya itu.


Kenapa kamu kesini? dia mengelus kepala Kerin, Kerin masih terdiam.


Yasudah kau ke kamar sekarang, ucap ibu.


Kerin hanya mengangguk dan melepaskan pelukannya, dan pergi masuk ke dalam kamar.


Kerin masuk ke dalam kamarnya, dia membaringkan badannya diatas kasur miliknya dan menangis dalam diam.


.


.


Kerin kau dimana? Abdillah terus mencari keberadaan Kerin, dia juga sudah berkeliling mencari Kerin tapi tetap tidak ketemu.


Apa dia kerumahnya?


Abdillah langsung bergegas kearah rumah orang tua Kerin.


Abdillah sudah sampai di rumah Kerin, dia memberanikan untuk menjumpai Kerin.


Tok tok tok


Abdillah?


Iya ibu apa Kerin ada kesini Bu?


Iya kalian sedang bertengkar?


Abdillah menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Sedikit Bu, jawab Abdillah. Ibu Kerin paham melihat pasangan muda ini.

__ADS_1


Baiklah ibu akan panggilkan Kerin, ucap ibu.


Abdillah mengangguk dan dia duduk di sofa milik Kerin, untuk menunggu.


Setelah beberapa menit Kerin datang dengan mata sembab, Abdillah khawatir dengan keadaan Kerin.


Kerin kau tidak apa-apa?


Apa perdulimu?


Aku salah Rin, aku minta maaf, Kerin hanya diam dengan pandangan dingin.


Pergi!


Rin aku...


PERGI!!! Abdillah terkejut karna ini pertama kalinya Kerin berteriak padanya.


Baik aku akan pergi tapi aku akan pergi membawamu pulang bersamaku, Abdillah keluar dari rumah Kerin dengan perasaan kesal, sekaligus dengan menyesal sedih.


Kerin memandang punggung suaminya itu, dan air matanya jatuh lagi.


.


.


Sudah seminggu Kerin masih berada di rumah orang tuanya, dan Abdillah kini merasa hampa, dan jadi pemabuk, ini sudah yang kedua kalinya, yang pertama karna Risti ingin memutuskan hubungannya.


Kerin.


Abbb.... Farrel berteriak di rumah mewah Abdillah.


Kemana Abdillah, sudah seminggu dia menghilang. Farrel menuju ke kamar Abdillah.


Abdillah sialan buka, karna tidak ada jawaban Farrel pun menjadi khawatir dan langsung mendobrak pintu kamar Abdillah.


BRAKKK.....


Astaga kasiyan banget kau sudah seperti gelandangan, Farrel mendekat ke arah Abdillah, terlihat pria tampan itu terkapar sudah tak berdaya dilantai kamarnya dengan pakaian yang sudah kusut yang masih menempel di badannya.


Astaga gila nih anak, Farrel menopang tubuh Abdillah ke atas kasur.

__ADS_1


Berat banget kau, Farrel memanggil Ali yang lewat untuk menyuruh membersihkan wajah Abdillah.


Ehh Farrel kau ngapain disini?


Akhirnya Abdillah sadar dari mabuknya.


Kalau bukan karna sekertaris tampan mu ini, kau akan tidur terus di lantai ini. Abdillah hanya mengangguk dan langsung melamunkan Kerin lagi.


Kenapa kau? Tumben? Berantem sama Risti lagi? BTW Kerin mana dari tadi aku gak ada liat dia?


Kerin pergi dari rumah dia benci samaku, ucap Abdillah.


Kok bisa? Kau apain anak orang?


Biasalah.


Setan emang, Farrel sudah tau kriteria bosnya ini, kalau sudah emosi pasti akan memberikan hukuman pada orang yang dicintainya seperti itu.


Bantu aku rel, ucap Abdillah.


Bantu?


Aku mau Kerin balik ke rumah.


Farrel menghembuskan nafas beberapa kali.


Sekarang gini kau milih Kerin atau Risti?


Apaan lah aku gak bisa milih.


Egois, kau nyakitin dua hati, kalau kau mau Kerin kau harus tinggalin Risti, kalau kau mau Risti kau tinggalin Kerin.


Gak bisa, aku sayang mereka.


Serius ab kau gak bisa egois begitu.


Abdillah mengacak-acak rambutnya, disisi lain dia tidak mau kehilangan Risti, disisi lain juga dia tidak mau kehilangan Kerin.


Kau harus pikirkan ini dengan benar, aku mau balik, Farrel keluar meninggalkan Abdillah yang sedang bingung.


Ahhhhkkk........

__ADS_1


__ADS_2