
Astaga tulang ku rasanya remuk, Kerin mengambil selimut nya dan berjalan ke arah kamar mandi.
Abdillah kau kuat sekali, sampai aku sulit untuk berjalan, batin Kerin.
Setelah selesai mandi dia melihat ke arah suaminya yang masih tidur, dia turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.
Biar aku saja nyonya, ucap salah satu pembantu.
Tidak apa-apa biar saya saja, Pembantu itu pergi, Kerin membuka kulkas dan mengambil daging yang sudah di cincang dan juga bahan lainnya.
Ia akan membuat nasi goreng dengan campuran daging cincang, tidak lupa dia juga menambah kan telur dan juga hiasan seperti tomat, timun, dan ia meletakkan nya di meja makan.
Nah siap, Tinggal membangunkan suami brengsek ku, Kerin ingin pergi ke kamarnya tapi dia dikejutkan dengan Abdillah yang sudah rapi.
Siapa suami brengsek mu itu?
Abdillah mendekat ke arah Kerin, Kerin pun memundurkan langkahnya sampai ia terbentur meja makan.
Anu ab aku....
Sudah ku bilang panggil aku sayang.
Iya sayang, Kerin menunduk karna pipinya memerah, dan seketika bayangan malam hari membuatnya menjadi gugup.
Kau sarapan dulu sana, Kerin pergi mendahului Abdillah, Abdillah tersenyum dan duduk dikursi.
Mereka hanya diam, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu di atas piring.
Kau diam di rumah saja ya? Ucap Abdillah.
Hah? aku ingin mengurus butikku. Kerin menolak karna butiknya sudah lama tidak terpakai.
Nanti saja memangnya kau sudah bisa berjalan? tanya Abdillah.
Ahh iya itu, jawab Kerin gugup.
Abdillah tertawa, Kerin menyembunyikan wajahnya yang memerah dan menunduk.
Yasudah aku berangkat kerja.
Kerin berdiri menghampiri Abdillah, dia membenarkan dasi Abdillah.
Abdillah mencium kening Kerin, dan mengelus kepalanya.
Jaga dirimu selama aku bekerja, bye sayang.
Kerin tersenyum dan melambaikan tangannya, dia menatap mobil Abdillah sampai tak terlihat di pekarangan rumah.
Oh astaga ibu mertua, Kerin lari masuk untuk membuatkan satu lagi nasi goreng.
Menantu macam apa Kerin ini?
Ibu makan dulu, Kerin memberikan makanan pada ibu mertua, dan ibu mengambilnya.
Bagaimana malam kemarin? Goda ibu.
Hmmm itu....
Apa Abdillah sangat kuat? bisik ibu, Kerin tertegun hingga mengangguk pelan.
__ADS_1
Hahaha anak itu, ayahnya juga dulu sangat kuat, Kerin tertawa pelan.
Sampai aku tidak bisa berjalan, apa kau bisa berjalan? tanya ibu.
Sedikit sakit, jadi aku masih bisa berjalan.
Hmm kau kuat juga Rin, mereka tertawa bersama.
.
.
Ab kenapa wajahmu dari tadi kau tersenyum, kerasukan kah?
pertanyaan dari sekertaris nya itu seketika membuat senyuman dari wajah tamvan Abdillah hilang.
Jangan banyak bicara cepat kerja sana, Farrel mengumpat dalam hati dan pergi meninggalkan Abdillah.
Tok tok tok
Masuk.
Sayang,
Ris, apa yang kau lakukan?
Abdillah berdiri saat Risti mendekati nya.
Kenapa kau jahat sekali padaku?
Apa kau sudah tidak mencintai ku?
Tidak, Abdillah mengalihkan pandangannya.
Bohong, hahaha aku tau kau bohong Abdillah, Abdillah hanya diam, Risti memberikan kalung pemberian Abdillah.
Mana janjimu? Mana janjimu yang akan memperjuangkan aku? Risti menangis memeluk Abdillah.
Abdillah hanya terdiam dipeluk Risti, Risti tersenyum dalam hatinya.
Bang, mereka terkejut saat ada orang yang membuka pintu.
Heh wanita sialan, lepaskan pelukan mu dari abangku.
Jimin apa yang kau lakukan disini?
Tanya Abdillah saat Jimin ditarik menjauh darinya.
Hish memang nya kenapa? apa aku dilarang untuk datang kesini? Jimin menjawab kesal.
Tidak Jimin, kau boleh, kenapa tidak ke rumah Abang aja? Disana ada ibu dan Kerin kau bisa menemani mereka.
Nanti saja, jika wanita ini sudah tidak ada. Jimin menunjuk Risti yang sudah menahan marah.
Abdillah, pikirkan lagi apa kau mencintaiku atau tidak? Risti pergi meninggalkan ruangan Abdillah.
Apa Abang masih mencintainya? Lalu kakak mau dikemanakan?
Abdillah pusing, dia tidak tau harus bagaimana padahal dia sudah mantap akan keputusan nya pada kerin tapi saat Risti berkata begitu, Abdillah menjadi ragu.
__ADS_1
Bang, pikirkan lagi, kalau kau memilih kak Risti, kau akan kehilangan Kak Kerin, Apa Abang mau seperti dulu saat kak Kerin pergi tinggalkan Abang? Saat itu saja kau sudah jadi gembel.
Jahat sekali kau berkata gembel pada Abang mu yang tamvan ini, Abdillah memeluk Jimin.
Hiss bang lepaskan kau bau.
Aku memakai parfum banyak, bagaimana pulak bisa bau, mereka tertawa dan saling mengeratkan pelukannya.
Terimakasih Jimin aku sudah sadar, ucap Abdillah.
Sama-sama bang, jawab Jimin.
*****
Hiss bosan, Kerin berguling-guling di kasurnya, yang dari tadi hanya duduk, rebahan, main hp, nnton tv, ngunyah, rebahan terus saja begitu.
Hmmm aku akan melakukan apa ya?
Ohh masak ya, Kerin turun ke arah dapur dan memakai celemek.
Oke Rin siapkan hp, siapkan bahan-bahan, siapkan alatnya, Kerin menonton cara memasak di YouTube.
2 jam kemudian.
Huhuhu banyak sekali aku membuat makanan, tiba-tiba ibu Abdillah lewat dari depan Kerin.
Ibu apa ibu mau menghabiskan ini?
Ibu terkejut dengan penuhnya makanan di atas meja.
Akh ibu ingin arisan dulu, kau saja yang habiskan atau panggil temenmu saja, bye sayang. Ibu Abdillah pergi dari hadapan Kerin.
Hais kenapa aku tidak terpikirkan itu, Kerin langsung menghubungi sahabatnya.
Setengah jam kemudian.
Wah Rin tumben ngundang kita kesini, tanya Selpi, mereka masuk ke rumah Selpi dan duduk di ruang tamu.
Iya nih tumben, sambung ayu.
Aku ingin kalian menghabiskan makanan buatan ku wkwkwk, mata mereka berbinar apalagi Selpi.
Kenapa tidak bilang dari tadi, Selpi lari ke arah meja makan.
Woah banyak sekali, teriakan Selpi membuat semua orang kesana.
Gila lu Rin bikin makanan buat sekampung, tanya Nisa sambil mengambil piring dan menyendok topokki.
Akhh pedass, Nisa lari mengambil minum.
Itu memang pedas bodoh, Ucap Selpi, dia mengambil ayam pedas yang di makan Nisa.
Hmmm enak pedas, tapi tidak terlalu pedas.
Kau udah kek juri Sel, Ayu mengambil ayam dan telur kukus.
Wah enak banget Rin, kau jago banget masaknya.
Setelah satu jam berlalu mereka sudah menghabiskan makanan yang ada di meja makan, Selpi terkapar lemas karna kekenyangan.
__ADS_1
Akhirnya Kerin tidak terlalu bosan karena teman-teman gila nya ada di rumah.