Dipaksa Menikah Dengan Ustadz

Dipaksa Menikah Dengan Ustadz
Kabar baik


__ADS_3

Pagi hari aku terbangun dengan keadaan yang sedang mual-mual.


Hokkkk.....


Rasanya mual saja, aku pun tidak berhenti muntah, aku tidak tau ini kenapa, mungkin saja masuk angin.


Ada apa Rin? Abdillah pun terbangun karena mendengar suaraku.


Tidak apa-apa, aku hanya sedikit mual.


Mau ku dokter? Kulihat wajahnya khawatir.


Tidak usah.


Nggak, kita harus ke dokter, lihatlah wajah mu pucat Rin.


Dasar suami keras kepala, padahal aku tidak apa-apa, aku hanya bisa menuruti kemauan nya, aku langsung mandi dan berganti pakaian.


Setelah selesai aku dan dia pun menuju rumah sakit, dia pun terus memegang tanganku, aku tersenyum karena melihat dia sangat khawatir dengan keadaan ku.


Sesampai di rumah sakit dia membukakan pintu mobil, dan menuntun ku keluar.


Selamat yah.


Hah? Kami sama-sama tidak mengerti, aku kan sakit kenapa diberi selamat?


Kau sedang mengandung, usia kandungan mu sudah 3 Minggu. Aku terkejut, jadi tadi itu... Ahhh terima kasih Tuhan.


Rin? Ini mimpi? Aku tertawa dan mengangguk kan kepalaku, dia bahagia dan langsung memeluk ku.


Aku akan menjadi ayah, teriak Abdillah. Dokter yang memeriksa ku pun ikut tertawa melihat Abdillah.


Aku masih tidak percaya, aku akan menjadi ibu, ini adalah hadiah yang paling terpenting bagiku.


.


.


Kami sekarang sedang berada di restoran, karna kami juga belum ada sarapan.

__ADS_1


Kau harus makan banyak, ucap Abdillah.


Aku tidak mau, nanti gendut, jawab Kerin.


Kau tidak akan gendut, kau tidak ingat apa kata dokter?


Hish cerewet, ucap Kerin.


Sayang....


Iya iya, aku mendengus kesal, dia cuma tertawa melihatku.


Bibirmu jangan seperti itu, mau ku cium? Aku menyentil dahinya.


Hish menyebalkan.


Salah kau sendiri mengapa sangat menggemaskan?


Aku tertawa dalam hati, siapa sih yang tidak mau punya suami seperti Abdillah?


Kami sudah selesai sarapan, lalu kami pun pulang ke rumah ibuku, aku ingin membagikan kabar bahagia ini, pasti dia akan senang.


Aku pun tidak percaya akan menjadi seorang ibu, ini adalah hadiah terindah untukku selain dirimu.


Sejak kapan kau belajar menggombal? Dia mengelus pipiku.


Aku kan mengikuti dirimu.


Hahaha dasar.


Sesampai di rumah ibuku, kami disambut hangat oleh orang tuaku, kebetulan mereka ada di rumah.


Hah? Sayang kita akan menjadi kakek nenek, ayahku berteriak hingga membuat kami tertawa, lalu di peluknya ibuku dengan erat.


Apakah kalian sudah memberitahu orang tua mu ab? tanya ibuku, kami menggeleng-gelengkan kepala.


Sepertinya setelah ini kita akan memberitahu nya.


Iya pasti mereka akan senang.

__ADS_1


Aku sangat rindu dengan orang tuaku, kami menghabiskan waktunya hanya untuk mengobrol, banyak yang kami ceritakan tentang Abdillah yang selalu manja padaku, katanya itu bawaan karna aku mengandung, sampai jam sudah menunjukkan pukul 14.00.


Kami pamit pulang Bu, yah, Abdillah pamit dengan kedua orangtuaku begitu pun dengan ku.


Ibu akan doakan anakmu dan dirimu agar sehat selalu.


Terimakasih Bu.


.


.


Kerin dan Abdillah pergi ke rumah orangtuanya Abdillah, mereka berniat ingin memberitahu kan pada ibunya, karna ayahnya berada diluar negeri.


Sesampai disana Abdillah menggenggam tangan Kerin, dan membawanya masuk ke dalam rumah orangtua Abdillah.


Ibuuuuu....


Kerin mencubit tangan Abdillah, sang suami meringis kesakitan.


Awwww kenapa di cubit sih Rin.


Berisik tau.


Ehh kalian kenapa baru berkunjung, ibu sangat merindukan kalian, ibu Abdillah langsung memeluk Kerin.


Bu anak mu itu aku.


Tidak, kau itu bau. Ibunya Abdillah menarik Kerin ke ruang tamu, meninggalkan anaknya yang sedang kesal.


Bu aku ada berita bagus, Kerin mengeluarkan hasil usg.


Kerin kau hamil?


Iya Bu, ibu Abdillah langsung memeluk menantunya, dia sangat senang akhirnya cita-cita nya selama ini yang ingin menjadi nenek terwujud.


Aku akan memberitahu pada teman-teman arisan ibu.


Hajshh Bu......

__ADS_1


__ADS_2