Dipaksa Menikah Dengan Ustadz

Dipaksa Menikah Dengan Ustadz
Manja


__ADS_3

Sudah sebulan setelah kejadian mandi bareng itu, mereka sedang menikmati liburan di rumah, Abdillah yang tidak mau melepaskan Kerin, bahkan ingin ke kamar mandi pun tidak diijinkan.


Ayolah sayang aku ingin memasak, pukulan Kerin pada Abdillah, tapi Abdillah tidak mendengar ucapan Kerin.


Hish sayang


Tidak mau, ucap Abdillah


Heh dasar manja.


Tidak perduli, Kerin mendengus kesal, dia hanya bisa pasrah yang terus-menerus di peluk suaminya itu, padahal dia sedang bosan.


Sudah dua jam lebih Kerin di peluk Abdillah, Bukannya tidak kuat tapi Kerin menganggap ini terlalu berlebihan.


Lepaskan, Kerin berusaha mendorong Abdillah, tapi tenaga Abdillah lebih kuat.


Terlintas ide jahil di pikiran Kerin, dia mendekat kan wajahnya di telinga Abdillah, dia meniup pelan lalu menghisap telinga Abdillah, Abdillah sudah mencoba menahannya tapi tetap tidak bisa alhasil pelukannya melonggar.


Karna Kerin tidak mau menyia-nyiakan usaha nya akhirnya pun dia mendorong Abdillah.


Yahhh sayang kau begitu kejam, Abdillah mendengus kesal, Kerin pun langsung keluar kamar.


Akhhh akhirnya terlepas dari suami sialan, Kerin mengambil bahan-bahan di kulkas .


Hanya segini? Astaga terpaksa harus belanja, Kerin kembali ke kamarnya, dia melihat wajah suaminya masih kesal, tapi dimatanya sangatlah imut.


Berhenti memasang wajah seperti itu, kau sangat jelek, Kerin tertawa pelan karna wajah Abdillah membuat nya semakin gemas.


Kau mau kemana? tanya Abdillah.


Aku ingin belanja.


Aku ikut.


Tidak uss.....ucapan Kerin terpotong karna Abdillah sudah ada dibelakangnya.


Aku ikut sayang. Kerin pun mengangguk tanda jawabannya iya, dia mengganti pakaiannya, lalu ia keluar, dia disana melihat Abdillah sudah dengan pakaiannya, tamvan.

__ADS_1


Sudah melihatnya? Aku tau, aku emang sangat tamvan. Kerin menghela nafas dan meninggalkan Abdillah yang sedang kepedean.


Kau ingin membeli apa?


Mereka sudah berada di dalam mobil, dan menuju supermarket.


Daging, telur, terigu, gula, garam,.....


Banyak sekali.


Terserah aku dong.


Setelah beberapa menit, mereka sudah sampai di supermarket, Abdillah pun langsung menggandeng tangan istrinya itu.


Mereka pun mencari bahan-bahan yang ingin dibeli, Kerin kewalahan untuk mengambil nya karena dia hanya menggunakan satu tangan, disebabkan Abdillah tidak mau melepaskan tangan Kerin.


Ayolah sayang lepaskan dulu tanganku.


Tidak mau, Kerin sebal terpaksa dia harus tetap menggunakan satu tangan.


Sudah satu jam lebih mereka mencari bahan, Kerin pun lelah dan akhirnya Kerin memutuskan untuk menuju kasir saja, dengan keadaan tangannya masih di gandeng oleh Abdillah.


Sudah melihat wajah suamiku seperti itu?


Penjaga kasir pun terkejut, lalu dia mengalihkan pandangannya pada kerin, Kerin pun mendelik tidak senang.


Sudah nyonya, suami anda sangat tamvan, Kerin pun semakin kesal.


Iya aku tau, makanya aku harus menjaganya agar tidak direbut oleh wanita seperti mu, Kerin pun langsung mengambil belanjaan nya dan langsung menarik Abdillah yang dari tadi senyam senyum tidak jelas.


Kau senang? Abdillah hanya tertawa akrab wajah Kerin sangat lucu jika ia sedang cemburu.


Apa kau cemburu?


Tidak, buat apa aku cemburu. Abdillah mengelus kepala Kerin, dan mencium pipinya. Wajah Kerin memerah dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah mobil.


Sudahlah walaupun secantik apa wanita diluar sana, aku tetap mencintaimu.

__ADS_1


Halasan, ucap Kerin.


Aku serius sayang, Kerin tersenyum senang di hatinya.


Sesampainya mereka di rumah, Kerin mengambil belanjaan nya dan langsung masuk ke dalam rumah, dia langsung memasukkan belanjaan ke dalam kulkas.


Mau aku bantu nyonya? Tanya bibi.


Akh tidak usah, bibi itu pun pergi, dan Kerin pun melanjutkan aksinya untuk memasak.


Kerin sedang membuat adonan, dia sangat senang kalau sedang memasak, ntah kenapa mood yang hancur bisa kembali utuh kalau dia memasak.


Tiba-tiba seseorang memeluk dirinya dari belakang, hingga membuat Kerin terkejut, dia langsung memukul tangan yang berada di pinggangnya itu.


Kau sedang membuat apa?


Apa saja ku buat.


Serius?


Iya, aku membuat batu.


Kau aneh Rin.


Ya kau aneh, udah tau aku sedang membuat makanan, masih saja nanya mau buat apa, Abdillah mengerutkan bibirnya, dan semakin dieratkan pelukannya pada kerin, membuat area sensitif mereka bersentuhan.


Astaga menjauhlah, Kerin berusaha mendorong Abdillah tapi tetap tidak bisa.


Aku tidak mau melepaskan nya.


Kau mengganggu ku tuan Abdillah.


Aku tidak peduli nyoba Abdillah.


Hishh, karna Abdillah tidak mau, kini mood Kerin kembali buruk, dia pun melepaskan pelukannya, terlihatlah raut wajah tenang Kerin.


Tapi malam nanti kau tidak bisa aku lepas, bisik Abdillah pada kerin.

__ADS_1


Hish gila kau tuan Abdillah.


__ADS_2