Dipaksa Menikah Dengan Ustadz

Dipaksa Menikah Dengan Ustadz
End


__ADS_3

Kerin bangun lebih awal dari Abdillah, wanita itu akan mengecup pipi sang suami atau menggesek hidung mancungnya ke hidung suaminya, dan sekitaran rahang tegas milik Abdillah agar segera terbangun. Akan tetapi, pagi ini yang Abdillah rasakan adalah saluran pernapasannya tersumbat dan sebuah beban yang lumayan berat meloncat-loncat dibagian perutnya.


"Appa, ayo bangun."


Sebelum benar-benar Abdillah kehilangan nyawanya karena tak bisa bernapas, pria itu langsung membuka matanya dan terkejut melihat putra semata wayangnya yang tersenyum dengan cerah seraya menutup kedua hidungnya dengan kedua jari mungilnya.


"Yeakkk, appa bangun." ucap Jeyop gembira, tangan mungil itu akhirnya menjauh dari lubang hidung sang ayah.


Jeyop yang masih tetap duduk di perut sang ayah, tubuh mungilnya pun merangkak mendekati wajah ayahnya dan dikecupi bagian wajah-wajah pria berumur itu sambil berkata "Good morning, appa."


Abdillah balas tersenyum dan membalas ciuman dari putranya. "Good morning, jagoan appa." balasnya.


Setelah Jeyop turun dari perutnya, Abdillah mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap tepat mata sih Jeyop. Jeyop yang ditatap seperti itu menelan air liurnya takut, wajah ayahnya memang terlihat masih bersahabat, tapi tatapan tajamnya membuat nyali Jeyop menciut.


Jeyop, lain kali kamu tidak boleh menutup lubang hidung orang seperti itu, itu bahaya, bisa membuat orang meninggal, ucap Abdillah sambil memberikan pengertian sesederhana mungkin, agar tak terlihat memarahinya.


"Aku cuma mau bangunin appa."


Abdillah menghela nafas pelan, jangan sampai ide-ide mengerihkan Jeyop membunuhnya.

__ADS_1


Kamu bisa bangunin appa dengan cara lain.


Jey udah goyang-goyangin badan appa, tapi appa nggak bangun juga, celetuk Jeyop.


Jey, ini pertama dan terakhir kalinya kamu duduk loncat-loncat diatas perut orang lain, selain gak sopan itu juga sakit, paham?


Jeyop mengangguk lesu.


Jawab pakai mulut, Jey.


Iya, appa. Jey minta maaf.


Abdillah tersenyum tipis lalu mengusap kepala Jeyop.


.


.


Saat sarapan, Jeyop meminta untuk disuapi dan makan diruang keluarga sambil menonton kartun. Karena tak ingin pusing mendengarkan rengekan Jeyop Abdillah pun mengiyakan.

__ADS_1


Menu sarapan pagi ini nasi goreng dengan telur mata sapi.


Sebelum sendok makanan masuk ke dalam mulut mungilnya, Jeyop lebih dulu melontarkan pertanyaan.


"Pa, kenapa ikan tidak punya sayap seperti burung agar bisa terbang juga?"


Karena ikan hidup di air, jawab Abdillah.


Sebelum Jeyop berhasil lagi untuk melontarkan pertanyaan nya, Abdillah lebih dulu mengayunkan sendok nya seperti pesawat lalu memasukan nya ke dalam mulut sang putra. Pesawatnya terbang, masuk ke mulut Jey, hap. Ucapnya.


Jeyop tertawa kecil sambil kembali menonton kartun.


Setelah selesai makan Jeyop terlelap, kini Abdillah telah memeluk Kerin dengan manja, menghimpit tubuh yang kecil ke dalam pelukannya.


Kamu hebat banget bisa urus Jeyop setiap hari, ucap Abdillah.


Kerin tertawa kecil, capek ya?


Abdillah mengangguk, kepalanya mendusal di daerah leher Kerin.

__ADS_1


Itu karena kamu gak terbiasa aja.


Abdillah mengangkat wajahnya, menatap tepat dikedua bola mata sang istri, "Terimakasih untuk semuanya, sayang. Kamu segalanya bagiku, bagi Jeyop. Aku mencintaimu lebih dari apapun, Kerin.


__ADS_2