Dipaksa Menikah Dengan Ustadz

Dipaksa Menikah Dengan Ustadz
Lahir baby Jeyop


__ADS_3

Abdillah sedang menemani Kerin persalinan beberapa menit yang lalu, dia meneteskan air mata saat melihat wanita yang ia cintai berusaha melahirkan buah hati mereka.


Abdillah menggenggam tangan Kerin, walau Kerin mencakar nya, itu tidak seberapa seperti yang Kerin rasakan saat ini.


Ayo Bu, sedikit lagi. Tari nafas.


Instruksi dari dokter diikuti Kerin, Kerin terus mengenjan, dia mencengkeram kuat lengan Abdillah.


Ayo sayang kau pasti bisa, Abdillah terus mensupport Kerin, tidak lupa dia berdoa agar kedua nya selamat dari persalinan.


Oeeee oeeeee


Tangisan bayi terdengar di dalam ruangan, Abdillah menyeka air matanya, dia melihat wajah pucat sang istri, Kerin bernafas lega dia sudah tidak ada tenaga.


Kerin tersenyum ke arah Abdillah yang kini menggendong anak mereka, Abdillah, Abdillah melirik ke arah Kerin dengan air mata bahagia, rasa bahagia nya sudah tidak terbendung lagi.


Iya sayang?


Anak kita mirip sekali denganmu, tiba-tiba Kerin memejamkan matanya, seketika Abdillah panik, dia takut istrinya kenapa-kenapa.


Tenang tuan, istri anda hanya pingsan, dia hanya kekurangan darah.


Abdillah menyerahkan bayi mereka pada suster agar dibersihkan, dan mengecup kening Kerin.


Terimakasih Rin.


.


.


Kerin sedang memberikan asi pada putranya, dia masih berada di rumah sakit karna belum diijinkan untuk pulang, Abdillah selalu setia menemani Kerin, dia sedang mengupas buah apel untuk Kerin makan.


Oh iya Rin, kau ingin memberikan apa untuk putra kita?


Jeyop sepertinya bagus.


Sangat bagus, Abdillah menyimpan piring di meja dekat Kerin, dia menyuruh Kerin untuk memakan apel itu, sedangkan dia mau menggendong jeyop yang sudah terlelap di genggaman Kerin.

__ADS_1


Kapan aku bisa pulang? Kerin bertanya pada Abdillah, dia sangat bosan berada di rumah sakit, Abdillah mengelus rambut kerin. Sebentar lagi.


Kerin mengangguk, dia menatap keduanya bahagia, betapa miripnya Abdillah dengan Jeyop, dia seperti kloningan pria tampan, dia berharap Jeyop bisa membahagiakan kedua orangtuanya nanti.


Ah iya, bagaimana dengan Risti?


Abdillah menggelengkan kepalanya, aku tidak tau, sudahlah sekarang pikirkan kesehatan mu dulu, lalu kita bantu masalah dia.


\*\*\*\*\*


Akhirnya Kerin pulang ke rumah mewah mereka, tentu dengan tambahan orang yang sedang tertidur di lengan Abdillah, bayi mungil itu suka sekali tidur di lengan kekar milik Abdillah.


Ab, aku akan menyiapkan makanan, tadi kita tidak sempat sarapan, kau letakkan saja Jeyop di kamar, Abdillah mengangguk, lalu dia pergi meninggalkan Kerin yang ingin ke dapur


Kerin memasak daging, dia menyimpan dua mangkuk di atas meja makan, lalu memanggil Abdillah yang sedang bermain ponsel dikamar nya.


Setelah ini aku ingin membeli makanan dingin, Kerin menyeruput kuah dari masakannya, sangat enak jika masih panas.


Abdillah mengangguk kan kepalanya, iya aku akan menyuruh ibu untuk menjaga Jeyop.


Oh ya, kau kan baru melahirkan, apa tidak sakit? Kerin seketika gugup, sebenarnya masih sakit, hanya saja dia bosan jika terus berdiam diri.


Astaga nyonya Kerin, kau diam disini, biar aku yang akan membelikan makanan yang kau inginkan, Kerin mengerucut kan bibirnya, sudah tidak ada harapan lagi untuk dia keluar rumah.


Baiklah.


Kerin hanya bisa menurut apa kata suami, setelah selesai makan dia menyuruh pembantu di rumah mereka untuk membersihkan piring, karna Abdillah melarang Kerin untuk melakukan hal itu


Kerin berjalan seperti pinguin, dia menahan sakit diarea sensitif nya, Sayang? Apa sangat sakit?


Abdillah membantu Kerin untuk duduk di ruang tamu.


Tentu, kau tahu? Ini dijahit makanya sakit. Abdillah mengerang menahan ngilu, dia tidak tahu kalau itu terjadi jika selesai melahirkan.


Kau sangat kuat Rin.


Semua wanita itu kuat, Abdillah mengecup pipi Kerin, lalu memeluk tubuh Kerin dengan erat.

__ADS_1


Astaga Abdillah, lepaskan menantu ibu, dia sesak nafas tuh.


Abdillah terkejut dengan teriakan ibu, dia langsung melepas pelukan Kerin dan menatap ibunya dengan kesal, kenapa ibu datang di waktu yang tidak tepat.


Kalau ibu datang terlambat menantu cantik ibu akan babak belur oleh mu, Kerin tertawa melihat perbincangan mereka berdua, dia menyuruh ibu Abdillah duduk di sebelahnya.


Dimana Jeyop?


Dikamar ya, dia sedang tidur.


Tiba-tiba ibu Abdillah memberikan kado besar pada kerin, ini hadiah untukmu karena sudah memberikan ibu cucu, kerin tersenyum, lalu dia memeluk mertuanya sebentar. Terimakasih Bu.


Mertua nya mengelus kepala Kerin, lalu memberikan dua tiket kapal pesiar pada Abdillah, Abdillah menatap tiket itu dengan bingung.


Jangan lupa bulan madu, saat kalian menikah dulu tidak ada bulan madu kan?


Nah biar ibu dan ibumu yang menjaga Jeyop, kalian bersenang-senanglah.


Yah kami memang butuh healing, Abdillah menarik pinggang Kerin, kerin menatap malu pada mertuanya.


Oeee oeee oeee.....


Suara tangisan Jeyop membuat tiga orang itu terkejut, mereka segera menghampiri kamar Abdillah dan Kerin.


Oh cucu ibu yang tampan, Ibu Abdillah langsung menggendong Jeyop yang masih menangis, dia sesekali mencium pipi bayi mungil itu.


Rin, dia mirip sekali dengan Abdillah saat masih kecil.


Iya, dia tampan sekali.


Tentu, aku memang tamvan.


Abdillah membanggakan dirinya, bibit Abdillah memang perlu diacungkan jempol, Kerin memutar malas matanya, dia melirik sinis ke arah Abdillah.


Ku tarik kata-kataku.


Kau jahat sekali Rin.

__ADS_1


Dan mata Jeyop mirip sekali dengan Kerin, Abdillah segera mengangguk dengan cepat, benar, matanya indah seperti Kerin, Kerin memeluk suaminya itu dengan erat, mertuanya hanya menggelengkan kepalanya.


Berharap cucunya saat besar nanti bisa berbakti dan terus menyayangi Kerin dan Abdillah.


__ADS_2