Dipaksa Menikah Dengan Ustadz

Dipaksa Menikah Dengan Ustadz
Permasalahan


__ADS_3

Sekarang kandungan ku sudah memasuki bulan ke 7, perutku sudah sangat membuncit dan Abdillah semakin overprotektif padaku.


Sayang, diam saja kau disitu jangan bergerak, biar aku saja yang ambilkan, yaa?


Hish padahal gelasnya berada di samping ku Abdillah.


Aku tidak mau kau kenapa-kenapa, Abdillah mencium keningku.


Iya-iya aku mengerti, Abdillah duduk di samping ku dan memegang pipiku sudah menjadi kebiasaan nya.


Ab, panggilku.


Hmmm, aku mendekati suamiku dengan senyuman pastinya.


Kau pasti ingin sesuatu, ayo katakan, peka sekali bukan....


Wkwkwk tolong berikan aku durian, yang montok, yang besar, aku mengedipkan mata dan memohon pada Abdillah.


Baiklah, tapi kau tunggu disini yaa, aku mengangguk dan dia pun langsung pergi untuk membeli nya.


Sudah 3 jam Abdillah belum kembali juga, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku khawatir padanya, biasanya dia pergi tidak selama ini.


Tok tok tok


Aku bergegas menuju pintu dan langsung membukanya, terlihat Abdillah berdiri sambil memegang buah durian besar dengan baju nya yang sudah basah.


Kenapa lama sekali? tanyaku.


Maaf Rin, ada kendala di jalan. Aku menghela nafas dan langsung menarik Abdillah masuk.


.


Ab ayo buka duriannya aku sudah tidak sabar ingin memakan buah durian itu, Kerin menarik tangan Abdillah untuk menyuruh membuka durian itu.


Baiklah untuk istriku tercinta, Abdillah mengambil parang di dapur, dan langsung membela buah durian besar itu, aroma khas dari durian tercium ke hidung Kerin, membuat bumil itu mengiler.


Huwaaaa besar banget, Kerin mengambil satu buah durian itu dengan daging nya yang begitu tebal, dan langsung di lahapnya.


Abdillah menggeleng kan kepalanya melihat istrinya yang menggemaskan itu, pelan-pelan sayang dan kau tidak boleh terlalu banyak makan durian.


Kerin hanya mengerucutkan bibirnya, Abdillah yang sudah tidak tahan langsung mencubit pipi Kerin, Awwww sakit tau, Kerin memukul tangan Abdillah.


Suruh siapa menggemaskan tau, Kerin merasa malas dan langsung mengalihkan pandangannya dan memakan buah durian dengan tenang.


Abdillah memeluk Kerin dari samping, dan mencium pipi Kerin, sayang ucapnya.


Haaa?

__ADS_1


Kerin melirik ke arah Abdillah dengan kondisi mulutnya yang penuh dengan durian, Abdillah mencium bibir Kerin.


Manis, Abdillah tersenyum manis ke arah Kerin, Kerin hanya diam dan mengalihkan pandangannya karena malu pada Abdillah, Abdillah tertawa lucu dan mendekatkan kepalanya ke leher Kerin.


Geli Ab, Kerin mendorong-dorong badan Abdillah, tapi sang suami tidak melepaskan pelukannya.


Sayang kapan anak kita lahir? Aku sudah menderita tanpa jatah darimu, Kerin hampir saja tersedak mendengar ucapan Abdillah.


Kau harus sabar 6 tahun ke depan sayang, Abdillah mendongakkan kepalanya.


Tidak bisa, Kerin tertawa melihat tingkah suaminya itu.


Harus ab, karena harus ada pembedaan umur kalau kita ingin mempunyai anak lagi, Kerin mengelus pipi Abdillah.


Tapi aku tidak akan mengeluarkan nya di dalam, Kerin memukul lengan Abdillah, kenapa mulut suaminya itu vulgar sekali?


Aku baru melahirkan akan sakit bila melakukan hubungan suami istri, dan itu tidak boleh, kau harus sabar?


Abdillah langsung mengangguk kan omongan istrinya, mana mungkin dia mau istrinya kesakitan karena ulah nya.


\*\*\*\*\*


Sudah sebulan berlalu keromantisan pasangan itu, sekarang mereka berjalan-jalan pagi banyak orang yang iri melihat mereka, Abdillah sangat posesif pada kerin.


Sayang, kita duduk dulu yah?


Ab?


Iya, Abdillah menoleh ke arah Kerin, Kerin menunjuk es krim yang ada di depan mereka.


Sebentar, kau tidak boleh kemana-mana, Kerin hanya mengangguk patuh lagi, dia sekarang menunggu Abdillah yang sedang membelikan esktrim untuk nya.


Saat Kerin menunggu Abdillah, ada anak kecil yang menghampiri Kerin, Bu kenapa perutmu membuncit?


Kerin tertawa pelan, dia mengusap rambut anak kecil itu, Kakak sedang membawa dedek bayi, terlihat wajah bingung dari anak kecil itu.


Bagaimana bisa dedek bayi hidup di perut kakak? Anak kecil itu duduk disamping Kerin.


Karena itu emang tempatnya, Kerin tersenyum.


Apa aku dulu juga begitu?


Kerin mengangguk kan kepalanya.


Wahh aku tidak menyangka, ucap anak itu.


Kak bolehkah aku memegang perut mu?

__ADS_1


Boleh, dengan ragu anak kecil itu mengusap-usap perut Kerin, dia sangat antusias saat ada yang menendang dari perut Kerin.


Wahhh dedek bayi menendang perut kakak, Kerin tertawa gemas, dia sangat menyukai anak kecil.


Vivi, ucap seseorang. Anak kecil itu langsung melihat orang yang memanggilnya, dia pun berlari menuju kesana.


Bu, kakak itu sedang mengandung dedek bayi, dan tadi dedek bayi itu menendang perut nya, ucapan anak kecil itu pada ibunya.


Maafkan anak saya karena sudah lancang.


Tidak apa-apa aku sangat suka anak kecil.


Ibu itu pun pergi dengan anak kecil yang bernama Vivi, bertepatan dengan itu Abdillah datang dengan membawa dua eskrim di tangannya.


Lama sekali ab, Kerin mengerucut kak bibirnya, dia langsung merebut eskrim coklat dari tangan Abdillah.


Maaf sayang, antriannya cukup panjang, Abdillah duduk disamping Kerin, saat mereka sedang mengobrol seseorang menghampiri mereka.


Abdillah, mereka menoleh kearah suara yang memanggil Abdillah, Kerin terkejut melihat Risti menghampiri mereka.


Kerin sudah muak dengan wajah Risti, tapi kenapa wanita satu ini susah sekali dimusnahkan?


Ab, kau harus tanggung jawab.


Kerin terkejut mendengar ucapan Risti, Abdillah pun juga terkejut.


Apa maksudmu? Kerin berteriak di wajah Risti, semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke Kerin dan Risti.


Abdillah sudah mengambil keperawanan Rin.


Eskrim di tangan Kerin terjatuh, apa benar suaminya melakukan itu, sulit untuk di percaya.


Ini tidak mungkin, kau hanya ingin mengambil Abdillah kembali kan?


Apa kau lupa sebulan yang lalu Abdillah telat datang membawa durian kan?


Kerin semakin terkejut, kenapa Risti bisa tau?


Dia melakukan itu bersamaku di apartemen ku.


HENTIKAN, kau sudah keterlaluan Risti, Abdillah menarik tangan Risti dengan kasar, kerin menghentikan Abdillah dan menarik tangan suaminya.


Ab? Apa benar? Kerin sudah tidak tahan menahan air matanya.


Tidak sayang, dia berbohong. Abdillah menuju pandangan ke Risti dengan pandangan jijik.


Kerin hanya diam, dia juga berfikir, bila diingat saat itu Abdillah pulang dengan keadaan berantakan, tapi ini sangat aneh.

__ADS_1


Kerin menarik Abdillah untuk pulang, dan meninggalkan Risti yang memanggil mereka. Air matanya keluar dari tadi, Abdillah khawatir dengan keadaan Kerin, dia merasa bersalah akan hal itu.


__ADS_2