Dipilih Ketika Memilih

Dipilih Ketika Memilih
Firasat


__ADS_3

Dua hari sebelum hari pernikahan tiba, Mama Diajeng sudah melarang putra keduanya itu untuk pergi,namun tetap saja Arvind nekat untuk pergi alasannya ada urusan pekerjaan, bagaimana bisa sebentar lagi pernikahannya masih saja bekerja.


Sebelum itu Arvind telah menuliskan tiga surat, untuk orang tuanya, Abangnya dan Calon istrinya, mengapa Arvind ingin sekali menuliskannya entah apa yang ia rasakan saat ini, bahkan ia keluar kota bersama sekretarisnya Ayudia, siapa yang menyangka bahwa Ayudia adalah kekasih Arvind juga.


"Nak, tidak baik pergi apalagi pernikahan kalian tinggal menghitung hari,apa tidak bisa ditunda sampai pernikahan kalian selesai" Mama Diajeng menahan putra keduanya itu, tapi bukan Arvind kalau tidak bisa meyakinkan mamanya.


"Mama tenang Arvind gpp doain aja ya, ini semua demi perusahaan ma" Arvind pergi namun kali ini tidak mengendarai mobilnya,namun mobil Ayudia yang mereka pakai.


Sedangkan Gavino yang baru datang pun hanya diam saja,toh kedatangannya kemari hanya untuk menghadiri pernikahan adiknya, walaupun ia tau kehadirannya juga percuma, Gavino dan Arvind mereka hanya berbeda 3 tahun saja, Gavino yang berusia 28 tahun sedangkan Arvind 25 tahun, dan mereka berdua memiliki adik yang berusia 19 tahun.


"Gavino kamu pulang nak, ayo masuk " Mama Diajeng menyambut kedatangan putra sulungnya itu, sudah biasa Gavino dibandingkan dengan Arvind, padahal dari kesuksesan Gavino jauh lebih sukses daripada Arvind, tapi kasih sayang orang tuanya semua untuk Arvind.


"Mama apa kabar?, maaf kalau Gavin baru bisa pulang sekarang" Gavino mencoba basa-basi ya walaupun agak canggung di depan mamanya, dan Mama Diajeng mencoba untuk adil kepada ketiga anaknya, mama paham bahwa putra sulungnya selalu berbeda sikapnya tidak seperti adik-adiknya.


"Mama baik nak, mama bahagia banget kamu pulang ya walaupun mama tau kamu gak lama dirumah kan, ayo masuk mama tadi masak makanan kesukaan kamu loh" kadang Gavino menginginkan kasih sayang yang lebih tapi ia sadar juga bahwa ia tidak bisa egois.


"Gavin juga laper ma, karena tadi buru-buru jadi di bandara tidak sempat membeli makan" iya memang tidak Gavin jika tidak seperti itu, berbeda dengan adiknya yang selalu bangun lebih awal ketika ingin pergi kemanapun.


Sedangkan ditempat lain, Arvind dan Ayudia sedang bermesraan iya karena pekerjaan mereka sudah selesai, Ayudia tidak rela jika Arvind menikah dengan pilihannya, dia tidak bisa hidup ketika ditinggalkan oleh Arvind, walaupun hubungan mereka baru sedangkan Arvind dengan calon istrinya sudah 3 tahun.

__ADS_1


Arabella yang menatap abangnya pun segera memeluknya,ia sangat rindu dengan abang sulungnya itu, bagaimana tidak abangnya itu terlalu sibuk hingga tidak pernah pulang.


"Abang Gavin akhirnya pulang, memang ya nyari uang mulu nyari istri kek bang " Arabella menggoda abangnya itu, kadang Gavino juga berpikir kenapa harus Arvind yang terlebih dahulu menikah, tapi tidak apalah kemungkinan jodohnya belum ada.


Ditengah hembusan angin, dua insan itu sedang asik bercanda, bagaimana tidak Arvind juga tidak bisa melepaskan Ayudia, walaupun sudah ada calon istrinya yang tidak kurang apapun.


"Aku gak rela kalau kamu menikah, nanti kamu gak bisa nemenin aku lagi" Ayudia memang sangat manja kepada pacarnya itu, walaupun ia sadar hubungannya ini salah tapi tidak apalah jika harus diam-diam seperti ini.


"Walaupun udah menikah aku tetep sayang kamu kok, lagian aku nikah hanya sebuah formalitas aja, sayangku cuma kamu" Tipe buaya bukan Arvind ini, memang sih justru bikin gregetan bukan.


Kini Arvin dan Ayudia perjalanan menuju pulang, namun takdir berkata lain mereka mengalami kecelakaan, sedangkan dirumah Arvind mama Diajeng mempunyai firasat yang tidak enak ada apa ini mungkin apakah ada pertanda.


Papa Arham mendapatkan telfon yang berisi informasi tentang putra keduanya kecelakaan, papa Arham yang awalnya tidak percaya pun tidak bisa berkata-kata, bagaimana tidak ia seorang ayah tentu saja panik ketika mendapat kabar seperti ini.


Setelah 3 jam perjalanan kini mereka telah sampai di sebuah Rumah sakit ternama, Papa Arham langsung mengajak istrinya, dan Dokter mengatakan bahwa Arvind tidak selamat.


"Maaf apa anda keluarga pasien yang bernama Arvind Bagus William" Papa Arham menganggukkan kepalanya, bahkan Mama Diajeng pun heran ada apa ini.


"Iya saya adalah Papanya, bagaimana putra saya dok" Dokter mengatakan bahwa Arvind Bagus William ditanyakan meninggal dunia,dan perempuan yang bersamanya pun juga meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

__ADS_1


"Tidak mungkin,mana mungkin putraku meninggal, pa ini bohong kan Arvind baik-baik saja kan"Mama Diajeng tidak kuasa menahan air matanya bahkan kakinya terasa lemas tidak berdaya, Gavino yang mendengarnya pun juga tidak bisa berkata apapun,ia mencoba menenangkan Mama Diajeng yang sangat tidak bisa menerima kenyataan.


"Mama sabar, Arvind sudah tenang ma, ikhlaskan Arvind pa, Papa apakah Arvind pergi dengan calon istrinya" Gavino mencoba menanyakan tentang identitas perempuan yang bersama Arvind, dan ternyata itu bukan calon istri Arvind.


"Maaf, yang perempuan bernama Ayudia Dealova Sakura, apakah juga mengenalnya " nama yang asing bagi Papa dan Mama Arvind, sedangkan bagi Gavino ia pun turut bingung siapa dia apakah dia calon istri adiknya.


Bagaimana jika calon istri Arvind mendapatkan kabar ini, sedangkan mereka berbeda kota mau tidak mau pernikahan ini akan tetap dilaksanakan,namun tidak dikediaman Arvind karena mereka masih berduka.


"Arvind Bagus William, bangun nak kenapa ninggalin mama ayo nak bangun, dua hari lagi kamu akan menikah bukan " Mama memeluk jenazah putranya itu, sedangkan suster memberikan tas korban yang didalam bersisi barang-barang milik Arvind.


"Terimakasih sus" Gavino membuka tas milik Arvind,ada tiga surat untuknya dan untuk orang tuanya tapi satu lagi bertuliskan untuk my love.


Gavino membaca surat tersebut....


Hai bang Gavin, mungkin saat Abang Lo baca surat gue sekarang gue tidak berdaya, entah gue ada firasat yang menyuruh gue untuk menulis surat ini, bro jika suatu saat nanti gue tidak terselamatkan gue titip calon istri gue ya, gue mohon gantiin gue sebagai calon suaminya, lo tidak keberatan kan menikahi dia, dia perempuan yang baik yang akan menemani lo selamanya,gue yakin lo akan nyaman dan bahagia disampingnya, mungkin gue gak bisa berkata-kata lagi bro,gue minta maaf atas kesalahan gue, gue tau lo cemburu karena kasih sayang mama papa lebih besar kepada gue,gue titip mama papa, Bella dan Calon istri gue ya bro, jangan buat mereka semua sedih karena lo orang satu-satunya yang gue percaya.


Papa Arham pun juga membaca surat Arvind...


Papa Mama maaf Arvind pergi terlebih dahulu, Arvind tau bahwa Arvind banyak salah sama mama dan papa, Arvind sayang kalian tidak banyak yang Arvind bisa katakan, saya Arvind tidak ada Arvind mohon mama papa jaga kesehatan terus ya, oh ya Mama papa Arvind mohon minta bang Gavino untuk menikahi calon istri Arvind ya ma pa, Arvind tau ini berat untuk Arvind tapi Arvind tidak ingin melihatnya lebih sakit saat tau Arvind pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya, Arvind sayang mama papa, untuk surat itu tolong berikan kepada dia ya mama papa.

__ADS_1


Gavino menatap tubuh Arvind yang sudah kaku tak berdaya itu, bagaimana ia siap menggantikan posisi adiknya untuk menikahi seorang gadis yang tidak pernah ia kenal.


"Arvind lo bangun, mana mungkin adik Gavin selemah ini ayo bangun Arvind lo sebentar lagi nikah bro, kasihan calon istri Lo bro ayo bangun vind" apakah ini takdirnya menikahi calon istri adiknya,jujur saja tidak tidak ingin seperti ini.


__ADS_2