Dipilih Ketika Memilih

Dipilih Ketika Memilih
Adik kita


__ADS_3

Arabella bingung kini ia sedang liburan kampus, tapi ingin pergi mama tidak mengizinkannya, siapa yang akan membantunya agar diizinkan pergi iya Arabella tau ia harus meminta bantuan Gavin, mana mungkin Gavin karena dia super sangat sibuk mending minta bantuan Lachysaa.


"Kak, bantuin Ara dong, Ara pengen kesana tapi mama tidak mengizinkannya, bagaimana ini kak"


"Nanti biar bang Gavin telfon mama ya Ara, kalau kak Lachysaa gak berani lagian Ara sih harusnya dirumah aja"


"Wah makasih kak Lachysaa paling cantik sedunia"


Lachysaa berbicara kepada Gavin, agar ia menelfon mamanya dan meminta izin untuk Arabella pergi kesini, Lachysaa tau bahwa Arabella ingin tau dunia luar kalau seperti ini bagaimana ia akan tau.


"Mas, Arabella kan liburan dia mau kesini tapi mama tidak mengizinkannya, tadi Arabella bilang dia mau mas yang memberitahu mama" semoga saja Gavin mau, tapi jika tentang Arabella Gavin tidak bisa menolaknya ia sangat menyayangi adik perempuannya itu.


"Nanti saya telfon mama ya, saya takut ganggu mama jam segini" Gavin pun mencoba menelfon mamanya dan ternyata diterima setelah basa-basi lama barulah Gavin pada poinnya,mama pun mengizinkan Arabella untuk pergi ke kota dimana abangnya tinggal, tentunya Arabella sangat senang.


Keesokan harinya,kini Arabella sudah berada di bandara, ia baru saja sampai dan menunggu jemputan, tidak sengaja ia menabrak pria dan seorang anak kecil.


"Maaf tidak sengaja, apa kamu terluka" dia adalah Kafka, setelah kemarin menolong Laura kini dia bertemu dengan Arabella adik Gavin.


"Maaf saya tidak melihat jalannya, maaf ya pak" Arabella sebagai orang baru takut jika ada yang bertindak jahat kepadanya, bagaimana jika pria ini jahat kepadanya.


"Tidak saya yang salah, pasti kamu menunggu sesuatu ya" Kafka mencoba menebak, apakah Kafka akan jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat gadis kecil ini.


"Benar sekali pak, saya menunggu Abang saya jemput hehehe maklum saya baru pertama kali kesini" Kafka pun ikut duduk disampingnya, bahkan ia tidak tega membiarkannya sendiri.


"Kakak cantik darimana, pasti kakak mencari saudara kakak ya" Kanza tidak tinggal diam ia selalu aktif bertanya.

__ADS_1


Gavin dan Lachysaa pun menuju keberadaan adiknya itu, Arabella lari memeluk abangnya Kafka hanya diam melihat interaksi keduanya.


"Maaf dek, dijalan macet, btw ini siapa Ara kamu kesini ngajak calon kamu" Gavin menatap Kafka tengah berdiri di belakang Arabella,cocok seperti pasangan bukan.


"Tidak kak, baru aja aku mengenalnya maaf pak terimakasih karena telah menemani saya menunggu Abang saya" Kafka pun berpamitan tapi ia mengharapkan bis bertemu lagi dengan gadis kecil itu.


"Terimakasih pak, maaf jika adik saya merepotkan anda" kali ini Gavin yang bersuara, Kafka pun tidak merasa direpotkan dengan adanya Arabella.


Setelah kepergian Kafka, mereka bertiga menuju restoran, iya mereka akan makan bersama apalagi adiknya tentu saja kelaparan.


"Mau mesen apa, jangan makan yang pedas ya" setahu Arabella Lachysaa menyukai makanan pedas, tapi mengapa kini Gavin melarangnya.


"Iya mas, ya tidak terlalu pedas juga" anehnya Lachysaa menurut dengan perintah suaminya, apakah keduanya sudah saling mencintai.


"Dulu kak Lachysaa dengan bang Arvind,suka kuliner pedas, tapi kenapa sekarang bang Gavin melarangnya, oh iya apa bang Gavin takut kak Lachysaa kenapa-kenapa" raut wajah Gavin yang tadinya happy kini berubah tidak bisa diartikan, Lachysaa tau jika ada yang membahas Arvind ia akan sedih, Lachysaa mencoba membuat Arabella tidak membahasnya.


"Oh ya bang, kan sebentar lagi ramadhan jadi Abang sama kak Lachysaa akan mudik kan, hari raya disana apa akan disini saja" jujur saja Arabella merindukan buka puasa bersama Gavin, karena selama ini Gavin jarang sekali pulang.


"Iya nanti bang Gavin pulang tapi mungkin ke tempatnya kak Lachysaa,jadi Abang mau disana" bagaimana bisa Gavin berkata seperti itu, harusnya Gavin berkumpul di keluarganya kenapa malah ingin ikut bersamanya.


Sedangkan dirumah kini Laura bingung siapa yang mengantarkannya, apakah Kafka tapi kemungkinan bisa jadi, Laura ia hari ini terlihat murung bahkan tidak semangat menjalani hari-hari.


Apakah Laura dan Arabella akan bersaing mendapatkan hati Kafka, dilihat dari Kafka yang menyukai Arabella.


"Bagaimana bisa aku memikirkan gadis kecil itu, kenapa sangat cantik,jika aku ingin menikahinya apakah kakaknya akan merestui hubungan kami, sedangkan umur kita jauh berbeda" Kafka bergeming sendiri dalam hati, jujur saja ia telah 5 tahun sendiri, bagaimana bisa ia selamanya hidup sendiri, Kafka ingin menikah lagi ia menyukai gadis itu, iya gadis kecil yang akan ia jadikan istri.

__ADS_1


Satu bulan setelah pertemuan Kafka dan Arabella,kini mereka sudah saling bertukar nomor handphone, walaupun mereka menjadi hubungan LDR tapi Kafka berniat serius untuk melamar Arabella.


"Pak Kafka ada niatan mencari istri, kalau boleh saya menawarkan diri untuk menjadi istri bapak" Laura terang-terangan ia ingin menjadi istri Kafka untuk melampiaskan semuanya,ia sangat mencintai Gavin mana mungkin ia berpaling hati.


"Maaf nona Laura, saya mencintai perempuan lain mana mungkin saya menikah perempuan yang tidak saya cintai" Laura tidak terima ia tolak oleh Kafka, ia berniat menjebak Kafka agar mau menikahinya.


Mau tidak mau Laura mencampur minuman Kafka dengan obat, iya obat itu akan melancarkan aksinya,kita lihat saja apakah setelah ini Kafka akan menolak menikahinya.


Kafka yang sedang berbunga-bunga pun terus saja happy, bahkan ia tidak sadar ketika meminum minuman itu, tiga puluh menit obat itu bereaksi membuat Kafka hilang kendali dan merenggut semua dari Laura.


Keesokan paginya,Kafka terbangun bagaimana tidak ia berada di satu selimut yang sama dengan Laura, apa yang telah ia lakukan dengan Laura, kenapa seperti ini.


"Pak Kafka tega, kenapa bapak merenggut kesucian saya pak, bagaimana bisa bapak melakukan ini semua, bagaimana saya ingin melanjutkan hidup apakah ada laki-laki yang akan menerima saya" Laura menangis sekencang-kencangnya, jujur saja Kafka tidak sadar ketika melakukannya,Kafka menatap bercak darah yang ada di seprei, iya saat itu Laura memang masih perawan, bahkan ia rela memberikannya untuk Kafka.


"Baik saya akan tanggungjawab saya akan menikahi kamu, secepatnya kita menikah" tapi sayang sekali mereka hanya menikah secara agama, iya pernikahan mereka belum resmi secara negara.


Pernikahan ini hanya dihadiri oleh kedua orang tua mempelai, hanya pernikahan sederhana saja yang penting mereka sah bukan.


"Kenapa pak Kafka hanya menikahi saya secara agama pak,saya ingin status saya jelas pak" Laura tidak terima dengan ini, bagaimana bisa ia menjadi nyonya Kafka jika hanya menikah secara agama.


"Maafkan saya Arabella,saya mengkhianati kamu saya menikahi perempuan lain" Kafka berbicara dalam hati, Laura tetap menuntut haknya agar Kafka menikahinya secara resmi juga.


Mau tidak mau desakan keluarga juga, Kafka dan Laura akhirnya sah secara agama dan negara, walaupun berat hati menerima pernikahan yang tidak Kafka pernah harapkan,kenapa harus bersama Laura kenapa tidak bersama Arabella saja.


Semoga Laura bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik untuk Kafka dan anak-anak,jika ini mau Laura ia harus siap menghadapi semuanya bukan.

__ADS_1


"Ini kan maumu, puas kamu Laura,untuk apa kamu melakukan hal bodoh seperti ini dengan menjebak saya agar menikah dengan kamu Laura " Laura bingung kenapa Kafka bisa tau semua rencananya, bukan Kafka yang terjebak dalam rencana Laura, tapi Laura lah yang akan dibuat sengsara oleh Kafka,dia tidak akan memiliki kasih sayang Kafka ataupun lemah lembutnya, dia akan mendapati Kafka yang kasar.


"Mana mungkin kamu tau mas, tidak ini gak mungkin kan lagian kita sudah menikah mas, aku bahagia memilikimu mas Kafka" Laura memeluk Kafka namun Kafka melepaskan pelukannya,Kafka mulai bersikap dingin dan cuek, tidak seperti sebelumnya ia sebelum mereka menikah Kafka sangat perhatian dan lembut.


__ADS_2