
Dua hari setelah itu, kini pernikahan Arvin dan Calon istrinya akan dilaksanakan, bahkan keluarga sudah sampai di hotel yang ada di kota xx, awalnya keluarga tidak ingin melanjutkan hubungan ini, tapi pernikahan sudah menghitung hari dan Gavin lah yang menjadi pengganti.
Seorang gadis nan cantik itu dia kini tengah dirias, bagaimana tidak akad nikah akan segera dimulai, dan benar saja akad nikah sudah berjalan dengan lancar walaupun Gavin menghafalkan nama calon istrinya baru dua hari saja.
"Tunggu itu bukan suara mas Arvind, tapi acara akad sudah selesai lalu suara siapa itu" gadis itu bertanya-tanya tentang suara calon suaminya, kenapa berbeda sekali, kini saatnya gadis itu turun bersama para Bridesmaids nya, awalnya dia sangat gugup karena akan bertemu dengan suaminya sekarang.
Sesampainya dimeja yang digunakan untuk acara akad tadi, gadis itu terkejut bukan Arvind tapi pria lain, siapa dia kenapa dia yang menggantikan posisi Arvind.
Awalnya keluarga mempelai wanita juga terkejut karena yang datang bukan Arvind, melainkan pria lain, namun keluarga Arvind akan menceritakannya saat acara sudah selesai nanti.
Di malam hari, Gavino bingung ia harus apa sedangkan kini resmi menjadi suami orang, sedangkan gadis itu masih berdiam diri di balkon hotel, bagaimana bisa bukan Arvind lalu siapa dia.
"Gavin masuklah istrimu menunggunya, jangan biarkan dia sendiri" Mama Diajeng menyuruhnya untuk menemui istrinya itu, hingga kini acara resepsi pernikahan juga sudah selesai,dimana saatnya ia menjawab pertanyaan dari keluarga istrinya.
__ADS_1
"Baik pertama-tama perkenalkan saya Gavino Andrew Jack Damarion, putra sulung dari Papa Arham yaitu saya adalah Abang dari Arvind, untuk Lachysaa saya meminta maaf sebesar-besarnya karena sudah lancang menggantikan posisi yang seharusnya ini adalah posisi Arvind,Tante dan Om maaf Arvind tidak bisa hadir dikarenakan Arvind sudah meninggal dunia karena kecelakaan dua hari yang lalu disini Arvind meninggalkan surat untuk Lachysaa silahkan dilihat" Gavino menyerahkan surat kepada Lachysaa, apa ini hanya bohong belaka tapi mana mungkin.
Lachysaa Sherra Rachelly Gladys Kale, gadis yang kini telah resmi diperistri oleh Gavino Andrew Jack Damarion, dia berusia 23 tahun masih muda bukan iya baru saja dia menyelesaikan studinya, dan dia sendiri adalah seorang pengusaha sekaligus seorang artis ternama, siapa yang tidak mengenal Lachysaa tentu semua mengenalnya tidak mungkin tidak.
Lachysaa menerima sepucuk surat itu, bahkan saat ia membaca surat tersebut tak kuasa menahan air matanya,ini alasan pria asing itu menikahinya.
Lachysaa ku, saat kamu membaca surat ini kamu pasti sudah resmi menjadi istri bang Gavino kan sekaligus kamu menjadi kakak iparku, Lachysaa aku Arvind Bagus William meminta maaf atas kesalahan ku kepada kamu, aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu bersamamu selamanya,maaf aku pergi terlebih dahulu meninggalkan kamu disana, Lanjutkan hidupmu Lachysaa perjalanan kamu masih panjang, terimalah abangku sebagai suamimu aku yakin dia bisa menggantikan aku, aku tidak rela kamu dimiliki oleh pria lain walaupun kamu telah resmi dinikahi abangku,tapi kamu harus bangkit demi aku, aku titip keluargaku ke kamu ya, sehat-sehat disana aku mencintaimu selamanya, dan aku mohon pimpin perusahaan milikku ya, karena kamu yang berhak dan tau akan semuanya,maaf sayang jangan menangis, aku sudah tenang walaupun kita berbeda alam, simpan cincin kita ya walaupun kamu memakai cincin pernikahan tapi aku mohon simpanlah.
Lachysaa duduk dilantai meratapi nasibnya, bagaimana tidak saat kekasihnya pergi untuk selama-lamanya saja ia tidak tau, lachysaa memegang surat dan cincin iya ini adalah cincin yang dipakai oleh Arvind, Gavino ia bingung harus bagaimana mana mungkin ia harus memeluknya dan menenangkannya.
"Menangislah jika membuat kamu tenang, maaf lachysaa saat itu kami tidak memberitahukan bahwa Arvind telah tiada" Lachysaa tidak sadar dia berada didalam pelukannya Gavin, bahkan Lachysaa dia pingsan membuat semua orang panik, Gavino pun langsung membopong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar.
Saat Lachysaa sadar yang ia lihat pertama adalah Gavino, Lachysaa semakin sedih ketika mengingat semua kenangannya bersama Arvind.
__ADS_1
"Apa kamu baik-baik saja, apa perlu ke dokter" Gavino memastikan keadaan Lachysaa baik-baik saja, atau dia sangat shock ketika mendengar kabar ini.
"Kamu bukan suamiku,kamu bukan Arvind mas, kamu hanya orang lain yang menggantikan posisi Arvind" semakin Lachysaa larut dalam kesedihan semakin dalam luka di dalam hatinya,apa Lachysaa kira Gavino sangat bahagia ketika mengantikan posisi adiknya ini.
"Dan jangan kamu kira saya suka mengantikan posisi Arvind, justru tanggungjawab yang Arvind berikan itu sangatlah berat, sekarang kamu yang menjadi tanggungjawabnya saya, apakah saya akan semudah itu membiarkan kamu larut dalam kesedihan ini" bahkan Lachysaa hampir lupa bahwa ia sudah menikah dengan Gavino, jujur saja sifat mereka berbeda Gavino yang keras kepala dan egois, sedangkan Arvind tidak.
"Tapi kenapa harus kamu, lebih baik saya tidak menikah saya trauma menjalin hubungan dengan pria, mana mungkin saya bisa menjalani pernikahan ini" bagaimana tidak trauma karena Lachysaa sangat mencintai Arvind, tapi kini yang menikahinya adalah Gavino.
"Bangkitlah Lachysaa kamu perlu menata hidup lagi, ingatlah statusmu sekarang adalah seorang istri, sudah saya gak mau tau kalau memang kamu belum siap kamu bisa tinggal disini dan saya akan kembali ke kota zz" hari ini Gavino memutuskan untuk pulang kerumah karena akan ada pengajian untuk Arvind, ia sengaja membiarkan Lachysaa tenang jika ia sudah tenang barulah dia bisa pulang kemari.
"Om Tante, Gavino pamit terlebih dahulu maaf jika selama saya disini selalu membuat repot" bagaimana bisa Gavin memanggil mertuanya dengan sebutan Om dan Tante.
"Panggil kami Papa dan Mama nak, bagaimanapun kamu sekarang adalah bagian keluarga ini, kenapa harus cepat pulang apa tidak mau disini lebih lama lagi" Papa Jeff mencoba membuat menantunya nyaman ketika mengobrol dengannya,tapi ia tau kehadirannya disini tidak akan membuat Lachysaa tenang.
__ADS_1
"Terimakasih pa ma, tapi Gavin titip Lachysaa ya, Gavin tau kalau Gavin disini Lachysaa akan menjadi nyaman dan tenang" yang Gavin katakan benar, Lachysaa masih ragu untuk menerimanya, bahkan Gavin juga sama ia ragu untuk menjalani kehidupan bersama Lachysaa, apalagi mereka belum kenal lama tapi harus menikah karena keterpaksaan keadaan, apakah kisah mereka akan lanjut selamanya, jawabannya akan ada lika-liku kehidupan yang akan mereka jalani dan itu tidaklah mudah