Dipilih Ketika Memilih

Dipilih Ketika Memilih
Menjemputnya


__ADS_3

Jika bukan karena paksaan dari Mama dan Papa, Gavino tidak ingin menjemputnya tapi bagaimana lagi mereka sudah menikah, sudah seharusnya seorang istri ikut dimana suaminya berada bukan.


"Jemput istrimu Gavin, jangan biarkan dia sendiri disana bagaimanapun kalian kan sudah menikah, kenapa harus saling hidup berjauhan" Papa Jeff mencoba memberitahukan putranya itu, walaupun Gavino tidak enak hati harus bertindak apapun.


"Pa papa tau kan, bahwa Lachysaa tidak bisa menerima keberadaan Gavin kan, mana mungkin dia mau berada di dekat Gavin pa" tiba-tiba menikah saja membuat Gavino bingung harus bertindak apa, sudah tidak pernah bertemu tiba-tiba menikah.


Gavin pun memaksakan diri untuk pergi ke kota zz, iya kali ini tidak ingin membawa kendaraan sendiri ia memilih untuk naik kereta saja, Gavin pun sudah kontak dengan Aksa, iya Aksa akan menjemputnya walaupun Gavin sudah menolaknya, Gavin dan Aksa hanya berbeda 4 tahun saja jadi seperti adik kakak mereka.


"Apa kabar bro" Aksa mencoba akrab dengan adik iparnya itu, walaupun agak terasa canggung karena memang mereka tidak pernah bertemu.


"Baik bang, terimakasih udah mau jemput ya bang, maaf merepotkan" Gavino merasa sangat tidak enak karena Aksa yang menjemputnya apalagi mereka belum akrab.


"Sudah makan bro,atau kita mau nongkrong dimana dulu" mencoba akrab dengan adik tidak salah bahkan, walaupun Aksa juga kecewa akan keputusan Arvind yang memilih abangnya untuk menggantikan posisinya.


"Emang gak merepotkan bang Aksa, kalau bang Aksa sibuk ya mending kita pulang saja bang hehehe" Gavino


Setelah selesai nongkrong bersama mereka pun langsung menuju kerumah, kedatangannya disambut oleh mertuanya tidak dengan istrinya dimana.


"Papa Mama apa kabar, maaf baru bisa datang sekarang " Papa Arham memeluk menantunya itu, dan Mama Diajeng tersenyum ketika kedatangan menantunya itu.


"Tidak bekerja nak, kok bisa sampai sini" bagaimana Gavin akan berkerja sedangkan istrinya saja disini, dia belum pulang ke kota xxx karena disini ia harus menyelesaikan segala masalahnya.

__ADS_1


Lachysaa turun ternyata ada Gavino disitu, ngapain sih dia harus disini harusnya pulang saja jangan kemari kan, Lachysaa menghampiri Gavin mau tidak mau ia harus salim kepada suaminya itu.


"Apa kabar Lachysaa, sudah makan" garing sekali bukan Gavino saat bertanya seperti itu, memang ia bukan Arvind yang selalu bisa romantis.


"Hmm sudah memang terlihat belum makan ya" jutek sekali Lachysaa menjawab pertanyaan dari suaminya, bagaimana bisa ia seperti itu.


"Kedatangan saya kemari untuk menjemput kamu, karena dua hari lagi saya akan berangkat ke kota zz tentunya kamu akan ikut dengan saya kan, maaf mama dan papa jika saya membawa putri kesayangannya kalian tapi bukankah seorang istri harus ikut suaminya" jika ini yang mengatakan Arvind kemungkinan Lachysaa akan tersenyum gembira,tapi sayangnya laki-laki yang didepannya bukankah Arvind.


"Saya tidak ingin ikut, untuk apa saya ikut bersama pria asing seperti kamu mas Gavin" kata-kata Lachysaa memang benar bagi Lachysaa dia hanyalah pria asing bukan seperti Arvind yang pujaan hatinya.


"Saya tidak memaksa tapi kamu kan istri saya mana mungkin saya meninggalkan kamu disini walaupun ini adalah rumah orang tua kamu" bukan ingin menunjukkan perdebatan antara keduanya,memang sulit untuk memahami satu sama lain,karena mereka belum sama sekali bertemu sekalinya bertemu menikah.


"Lachysaa, jangan membantah suamimu nak bagaimanapun dia adalah suami sahmu, jika kamu tidak bisa menghormatinya lalu bagaimana nasib pernikahan kalian nak" Mama Diajeng memperjelas bahwa Gavin adalah suaminya,apa ia bermimpi dinikahi oleh pria setampan dan segagah Gavin, yang banyak orang kenal dia adalah pria yang cerdas dan berprestasi.


"Gavin sabar ya, mama harap kamu bisa mengerti dengan sifat istri kamu, bimbing dia menjadi wanita yang solehah dan jadikan dia bidadari kamu nak, mama percaya bahwa jika Arvind tidaklah berjodoh dengan Lachysaa dan kamulah jodoh Lachysaa yang sebenarnya nak, mama percaya sekali sama kamu" Mama Diajeng percaya bahwa inilah terbaik untuk putrinya, walaupun ia berat melepaskan putri kesayangannya itu.


"Gavin akan tinggal disini satu hari kok ma, ya mungkin berat buat mama papa melepaskan putri kesayangan papa mama" Karena mana mungkin ia harus pulang-pergi besoknya saja mereka akan berangkat .


Sedangkan diluar terdengar kehebohan ternyata para sahabat Lachysaa diluar, ada apa mereka berbondong-bondong kemari padahal seminggu yang lalu sudah full disini bukan.


"Duh gue gak tega kalau Lachysaa emang tidak bahagia dengan suaminya" Irene mencoba berpikir bagaimana kedepannya, apakah pernikahan mereka akan langgeng.

__ADS_1


"Doain yang terbaik, kita gatau apa masalahnya Arvind tidak datang" Jihan dia mencoba menenangkan sahabatnya itu, mereka masih penasaran kenapa Arvind tidak datang ke acara pernikahan mereka bukan, kelima gadis itu memasuki rumah Lachysaa, tentunya sudah seperti rumah sendiri.


"Permisi Tante maaf menganggu acara berkumpulnya, hehehe temen-temen ngajakin kesini jadi Irene tidak bisa menolaknya eh ada mas Gavin juga ternyata disini" duh Irene lo bego banget masak lo terpesona dengan ketampanan suami orang sih.


"Tante boleh kita dinner,tapi bawa pasangan masing-masing kok, kan beruntung ada pasangan suami-istri baru ini, apalagi Lachysaa sebentar lagi jauh dengan kita" Firda yang mengusulkan untuk acara dinner ini, entah Lachysaa setuju atau tidak.


Lachysaa bingung ada apa para sahabatnya kemari, tanpa memberitahu lagi kek ada suprise kan, Gavin hanya tersenyum saja walaupun senyumnya membuat hati para wanita terpikat dan terpesona.


"Lachysaa kita ngajakin kamu dinner sama mas Gavin, dan kita juga ngajak pasangan kita gimana kamu ikut" Tiara langsung saja mengatakan hal tersebut, Lachysaa menatap Gavin tandanya ia bingung apakah ia harus mengajak Gavin saat ini.


"Kenapa harus berpasangan,kalian berangkat para wanita saja tidak perlu mengajak pria" Gavin berbicara seperti itu karena ia tau mana mungkin Lachysaa setuju mengajaknya.


"Mana boleh gitu mas Gavin,kita sudah rencana loh" Jihan langsung menjadi penengah, bagaimana caranya mempersatukan mereka agar romantis lagi.


"Yaudah aku sama mas Gavin akan ikut, malem ini kan terimakasih sudah repot kemari" Lachysaa adalah ketua geng jadi tentu mau tidak mau harus ikut.


Malam harinya, Lachysaa dan Gavin sangat serasi walaupun hanya mengenakan kemeja namun sangat apa untuk mereka, sesampainya di restoran tempat dimana mereka akan dinner bersama, ternyata mereka sudah datang terlebih dahulu menyambut kedatangan Lachysaa dan Gavin.


"Hai selamat malam,maaf kami telat eh bentar bukan kami yang telat tapi kalian yang datang terlebih dahulu kan" Lachysaa mencoba basa-basi agar mencairkan suasananya.


"Ini beneran bapak Gavino Andrew Jack Damarion, mimpi apa kita bisa satu meja pak, biasanya tidak pernah ada waktu bukan, tapi sekarang kita bisa nongkrong bersama" iya itu adalah suara Angga kekasih dari Jihan, siapa yang tidak mengenal Gavino pria tampan sejagat raya.

__ADS_1


"Maaf terlalu sibuk bekerja sampai lupa rasanya nongkrong,pak Angga apa kabar sepertinya baik-baik saja" Angga dan Gavin memang rekan bisnis, jadi mereka tau satu sama lain.


Setelah selesai acara Dinner,Gavino dan Lachysaa memasuki kamar, mau tidak mau harus tidur satu kamar dan satu ranjang, Lachysaa awalnya menolak tapi kasihan jika ia terus-terusan menunjukkan rasa tidak suka kepadanya.


__ADS_2