
Seketika setelah pernikahan Laura dengan Kafka, kehidupan yang Laura inginkan tidak seindah yang selama ini ia bayangkan, justru ia menikah dengan laki-laki yang kejam tidak pernah memikirkan perasaannya,dulu Gavin sangat lembut dengannya tapi berbeda dengan Kafka.
Sedangkan kini Gavin dan Lachysaa akan pergi bertemu dengan Kafka dan Laura, pertemuan pertama setelah mempunyai pasangan masing-masing.
Laura tentu saja masih mencintainya, tidak ada kata yang indah selain perlakuan Gavin kepadanya, tentunya Gavin marah dengan Kafka karena yang ia tau Kafka sedang dekat dengan adiknya.
"Saya sebagai seorang Abang, minta tolong pak Kafka jauhi adik saya, apalagi status anda sudah menikah biarkan adik saya bahagia bersama pilihannya" keluarga tidak mempermasalahkan status Kafka waktu masih sendiri dulu, tapi sekarang dia sudah menikah untuk apa dekat dengan suami orang.
"Saya tidak bisa jauh dengan adik anda pak, Arabella segalanya bagi saya, asal anda tau saya menikah dengan Laura karena jebakan perempuan licik ini" tentunya Gavin lebih paham Laura, dia tidak licik tapi dia menginginkan apa yang ia mau kerjasama ia tidak dituruti.
"Saya kenal Laura sudah lama pak, bahkan saya kekasihnya waktu itu, tanya sendiri dengan istri anda seberapa pentingkah saya di hidupnya" Gavin membanggakan diri, Laura tidak berani menatap Gavin karena ia akan lemah jika menatap mata Gavin.
"Untuk mbak Laura,saya selaku istri dari mas Gavin saya berterimakasih karena selama ini mbak sudah menjaga mas Gavin dengan baik, bahkan untuk niatan merebutnya saya tidak ada pikiran mbak, asla mbak tau saya bertemu mas Gavin saat hari pernikahan saya, sebelumnya saya tidak mengenal siapa mas Gavin ini, jika mbak bertanya kenapa saya tidak menolak pernikahan ini, karena saat akad sudah selesai saya baru tau mbak suami saya bukan adiknya melainkan abang,jujur saja saya membenci mas Gavin saat itu, dia merebut posisi adiknya ternyata saya salah adiknya telah meninggal dunia mbak, makanya mas Gavin lah yang menggantikannya saat acara pernikahan kami" kini Laura menatap Lachysaa yang awalnya ia membencinya tapi setelah mengetahui faktanya,Laura semakin terbuka hatinya menerima semua takdirnya bahkan ia ingin bersahabat dengan Lachysaa.
Laura memeluk Lachysaa dan menghapus air matanya sedangkan Gavin dan Kafka hanya menatap interaksi keduanya,bagi Laura Lachysaa adalah adiknya, selamanya akan seperti ini.
"Jangan nangis, aku ikhlas Gavin jadi milik kamu, aku gpp lagian aku udah nikah walaupun dengan cara yang salah, aku akan menganggap kamu sebagai adikku,kita bersahabat ya mulai sekarang jangan sungkan kalau ada apapun" berubahnya Laura memang dari dalam hati bukan hanya pura-pura saja, ia tulus menginginkan menjadi saudara Lachysaa ya dilihat dia hanya mempunyai seorang adik laki-laki yang seumuran dengan Arabella.
"Apa mbak serius, tapi aku tidak ada niatan sama sekali mbak" Laura tersenyum dengan ikhlas,Gavin bersyukur Laura berubah seperti Laura yang pertama kali ia kenal, sedangkan Kafka hanya diam walaupun mengetahui istrinya sudah menerima kenyataannya.
__ADS_1
"Gav jaga istrimu dengan baik ya, walaupun aku tidak bisa menjadi pendamping hidupmu setidaknya ada perempuan baik yang menggantikannya, cintailah dia seperti kamu mencintaiku,sayangi dia karena kalian adalah sepasang suami istri, Gav jika dibilang ikhlas atau tidak pasti akan sama, tapi aku berusaha ikhlas Gav, mungkin bahagianya kamu bukan bersamaku,tapi izinkanlah aku bersahabat dengan baik dengan istrimu, biarkan aku menjadi seorang kakak yang baik" Laura memang baik tapi ia pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari Gavin, apakah Kafka yang terbaik nantinya.
"Terimakasih Laura telah mengikhlaskan saya, kebahagiaan saya adalah kebahagiaan kamu juga kan, mungkin dengan kita berpasangan dengan yang lainnya akan membuat kita jauh lebih baik" Gavin memeluk Lachysaa, bagaimanapun dia adalah istri Gavin tidak ada yang tidak mungkin walaupun kita sudah merancang kehidupan selanjutnya.
"Aku akan meminta pisah saja kepada mas Kafka, jika mas Kafka ingin menikahi Arabella,aku ikhlas" Kafka yang mendengar itu pun bahagia tapi justru Gavin dan Lachysaa menentangnya, ia tidak ingin Arabella jatuh ditangan Kafka walaupun Kafka adalah orang yang baik, bagaimana nantinya akan menghancurkan kebahagiaan Laura kan.
"Tidak jangan lakukan itu pak Kafka, bagaimanapun Laura adalah istri anda untuk apa anda berhubungan dengan adik saya lagi" seorang Abang menginginkan yang terbaik untuk adiknya,tapi entah yang terbaik itu akan datang kapan saatnya.
Setelah pertemuannya dengan mereka, Gavin dan Lachysaa sedang berada di kamar mereka,Gavin mengelus perutnya sudah terlihat menyembul.
"Mas kan udah 13 minggu, bagaimana kalau besok kita USG, apa udah tau ya jenis kelaminnya anak kita apa" Lachysaa tidak sabar bertemu dengan bayinya, bahkan ia melewati mual-mual di setiap paginya,nafsu makan bertambah berkali lipat, dan apalagi bentuk perutnya sudah terlihat.
"Oke besok ya, mas juga gak sabar pengen tau cewek apa cowok sih"
Betapa terkejutnya ketika mereka menatap layar USG terdapat dua kantong, apa ini artinya kenapa ada dua.
"Dua kantong dok, apa artinya"
"Selamat ibu Lachysaa artinya anda sedang hamil kembar, lihatlah dua kantong mereka sehat dan aktif sekali ya seperti mamanya"
__ADS_1
Tidak pernah Gavin bayangkan akan mempunyai seorang anak dua sekaligus, Lachysaa sangat bahagia mendengarnya bagaimana tidak ia akan mempunyai anak kembar.
"Dijaga ya Bu, sering-sering minum vitamin jangan terlalu capek, di ingatkan ya pak istrinya "
Kini Lachysaa dan Gavin berada di dalam mobil, Gavin tidak henti-hentinya mengucap syukur atas kehadiran calon buah hatinya.
"Saya bahagia mendengarnya, tidak pernah saya bayangkan akan mempunyai anak kembar, apalagi dengan seorang ibu yang hebat seperti kamu" apa Lachysaa tidak salah dengar Gavin memujinya.
"Papa kembar kan mas, jadi ini kemungkinan keturunan dari papa" bagaimanapun itu mereka selalu bersyukur Lachysaa dan Gavin akan melaksanakan acara tiga bulanan namun mereka akan langsung ke yayasan, nanti tujuh bulanan Lachysaa dan Gavin akan tasyakuran di rumah keluarga mertuanya.
Tentunya empat bulan lagi adalah hari raya idul fitri, itu adalah momen yang pas, sekaligus akan memberitahukan kepada keluarganya tentang kehamilan kembar.
Ternyata empat bulan waktu yang cepat, kini Lachysaa dan Gavin sudah berada dirumah keluarga Lachysaa,begitu bahagianya mama papa Lachysaa karena akan mendapatkan seorang cucu, mereka belum memberitahukan kepada orang tua Gavin tentang kehamilan Lachysaa.
walaupun setiap bulan Lachysaa dan Gavin selalu mengabadikan momen kehamilannya,iya mereka memang sengaja mengabadikannya karena ia ingin mempunyai kenang-kenangan.
"Nanti biar lahiran disini aja ya nak Gavin" Mama Diajeng menyarankan hal tersebut, tentunya Gavin menyetujuinya memang rencananya mereka akan menetap disini, tidak Lachysaa saja yang disini Gavin akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu disana, ia akan pulang ketika kandungan Lachysaa memasuki bulan kedelapan, apalagi sekarang usia kandungan Lachysaa memasuki 29 Minggu.
Lachysaa mudah capek dan engap ketika beraktivitas berat, sejak itu Gavin melarangnya untuk melakukan apapun, anak-anaknya pun sangat aktif bahkan hampir setiap hari Lachysaa merasakan gerakannya.
__ADS_1
Gavin mengelus perut buncitnya, seperti ini sangat nyaman bagi Lachysaa,Gavin selalu mengelus perutnya dan pinggangnya, bahkan ia juga menciumi perut Lachysaa,kini Lachysaa sudah mau disentuh oleh Gavin.
"Sayang jangan nakal ya disana, kasihan Mommy nanti capek, kamu sama Mommy sama-sama aktif sekali ya" langganan perut Lachysaa di ciumi dan di elus oleh Gavin,betapa bahagianya mereka akan menjadi orang tua muda.