Dipilih Ketika Memilih

Dipilih Ketika Memilih
Baby


__ADS_3

Dua bulan kemudian, kini Lachysaa merasakan kontraksi yang luar biasa, Gavin terus mengelus punggungnya kadang juga mengelus perutnya,karena rasa sakit yang sangat hebat.


Tiba-tiba ketika Lachysaa sedang di kamar mandi, tiba-tiba ada air mengalir iya itu adalah ketubannya, apa ketubannya sudah pecah dan perutnya terasa sakit, Lachysaa tidak kuat untuk berjalan ia pun bersandar di dinding kamar mandi dan memanggil Gavin.


"Mas Gavin,sakit mas tolong" Gavin menatap istrinya yang sudah berada di lantai bawah, ia langsung menggendongnya dan membawanya kerumah sakit.


"Bertahan ya sayang,ayo kamu kuat"


"Mas anak kita mas, bagaimana kalau mereka tidak selamat" Lachysaa memegang tangan Gavin, sungguh rasa sakit yang ia rasakan ia takut jika anak-anak tidak terselamatkan.


"Berpikir positif sayang, yakin anak-anak kita bisa selamat"


"Aduh mas sakit banget mas, mas sakit"


Kini Lachysaa sudah berada dirumah sakit, iya masih pembukaan 8 artinya sebentar lagi ia akan bertemu dengan anak-anaknya,Gavin setiap menemani istrinya, hingga papa mama keduanya kagum melihat kesetiaan Gavin yang menemani Lachysaa bahkan sabar.


"Mas sakit, aku gak kuat mas" Lachysaa mencengkram erat tangan Gavin, tapi Gavin selalu memberikan semangat kepada istrinya.


"Sabar, ini proses agar kamu bertemu mereka, sebaliknya mereka tidak sabar bertemu Daddy dan Mommy sayang" Gavin memeluk Lachysaa mencium keningnya mengelus punggungnya, bahkan mencium tangannya juga.


Hingga pembukaan Lachysaa sudah lengkap,barulah dia sarankan untuk mengejan tidak butuh waktu lama tiga puluh menit anak pertama mereka lahir, lalu selisih sepuluh menit anak kedua lahir dengan sehat sempurna secara normal, tidak pernah Lachysaa bayangkan sakitnya melahirkan akan se sakit ini, tapi itu semua terbayarkan ketika mendengar tangisan anak-anak mendekapnya erat untuk yang pertama kalinya dan memberikan ASI-nya.


Kini setelah proses persalinan, Lachysaa dan anak-anaknya akan dibersihkan terlebih dahulu kemudian Lachysaa akan dipindahkan ke ruang VIP iya itu permintaan Gavin, begitu bahagianya kedua keluarga setelah kelahiran cucu mereka.


Putra pertama dan kedua perempuan, lengkap bukan kini Lachysaa dan Gavin resmi menjadi orang tua, dulu Gavin tidak berpikiran untuk menikah terlebih dahulu hingga pada akhirnya ia harus menikahi Lachysaa dan tahun ini ia menjadi seorang ayah.

__ADS_1


Gavin menemani Lachysaa di dalam ruangan, saat proses persalinan tadi Gavin tidak henti-hentinya berdoa bahkan saat anaknya lahir Gavin menangis menatap perjuangan mereka.


"Terimakasih sayang, sudah melahirkan putra-putri kita, aku bangga kepada kamu sudah melewati semuanya" bolehkah jika Lachysaa menginginkan cinta Gavin, apalagi sekarang ada kehadiran seorang anak di pernikahan mereka.


Banyak lika-liku pernikahan yang telah mereka lewati, seharusnya pengantin baru romantis tapi mereka berbeda Lachysaa dan Gavin banyak bertengkar dan selalu musuh satu sama lain, hingga sampailah pada saat ini kelahiran putra-putri mereka.


Gavin mengadzani putra-putrinya, sebagai seorang ayah yang baru ia masih perlu belajar bagaimana mengurus keduanya,ia belajar dari kehidupan dan orang tuanya.


"Gavin siapa namanya nak, lihatlah dia sangat tampa dan cantik"


"Namanya adalah....."


"Filio Ryder Bryan Jack Damarion


Fiona Ryleigh Brianna Gladys Damarion


Seorang pemimpin berjiwa ksatria kuat terhormat dan berbudi luhur yang bertindak adil.


Fiona Ryleigh Brianna Gladys Damarion


Perempuan berwajah cantik dan baik hati,berani, tinggi dan mulia berbunga. "


"Nama yang bagus, semoga menjadi kebanggaan ya" mama Diajeng memeluk putrinya.


"Papa bangga sama kamu Gavin, kamu berhasil menjadi suami yang baik, teruslah baik baik nak bimbing istri dan anak-anakmu kelak" Papa Jeff benar-benar bangga dengan putranya, Gavin bukanlah seseorang yang keras kepala dan mau menangnya sendiri,namun ia bisa bersikap dewasa setelah menikah.

__ADS_1


"Mama gak pernah menyangka, bahwa putra mama akan menjadi seorang ayah secepat ini, mama juga bangga nak, maafin mama ya selama ini mama tidak peduli dengan kamu, jadilah orang tua yang selalu bersikap adil kepada kedua anak-anak kamu jangan jadi orang tua seperti kami yang tidak pernah adil" pertanyaan mama berhasil membuat Gavin menangis, setelah tadi ia menangisi kelahiran anak-anaknya, baginya masalalu biarlah berlalu tidak ada orang tua yang kurang dalam mendidik anaknya, bahkan sudah cukup lebih.


"Kalau papa boleh saran, pulanglah dah tinggal bersama kami nak" Papa Jeff tau bahwa putranya itu sangat super sibuk, ia mempunyai pekerjaan yang sulit untuk ditinggalkan.


"Gavin mau suasana baru pa ma, Gavin memutuskan akan tetap tinggal disana, maaf ini pilihan Gavin jujur saja ingin sekali Gavin ada di dekat mama papa, tapi ada pekerjaan yang tidak bisa Gavin tinggalkan" Lachysaa mendengarnya pun turut bahagia ketika menatap Gavin memeluk mama Ariane, bahagia rasanya mereka sudah mulai akrab.


"Mas sini deh, gak mau gendong anak-anak" Lachysaa menawarkan untuk Gavin menggendong anak-anaknya,dan benar Gavin mulai belajar menggendong putrinya.


"Cucu Oma siapa panggilannya gav" Mama Ariane bahagia kali ini ia kembali bisa memeluk putranya, lihatlah putri Gavin sangat mirip dengan Daddy.


"Filio dan Fiona ma, mereka adalah hadiah pernikahan terindah bagi Gavin, setelah pernikahan kami memasuki tahun pertama" tidak terasa bukan Gavin dan Lachysaa sudah memasuki tahun pertama pernikahan,dari awalnya tidak mau sampai pada akhirnya memiliki dua buah hati.


"Lachysaa dulu malu-malu kucing, sekarang ketagihan sampai punya anak dua, gaya banget gak mau kenakan omongan sendiri kan, salah sendiri menolak suami tampan seperti nak Gavin" Mama Diajeng menggoda putrinya, tentunya Lachysaa tersipu malu ketika mengingat apa yang ia lakukan pada saat itu.


"Apa sih ma, rezeki tau berati kan mas Gavin dan anak-anak rezekinya Lachysaa" masih saja bisa mengelak nya padahal jelas-jelas terpesona dengan ketampanan suaminya.


"Pakek ngeles lagi, mama tau kamu Lachysaa sampai sekarang kamu menjadi seorang ibu, mama tidak menganggap putri kecil mama yang sering ngambek kini menjadi dewasa,mama sangat tidak rela karena kamu sudah sebesar ini, mama rindu disaat Lachysaa saat di kandungan mama, saat bayi, tapi mama harus ikhlas mama harus merelakan putri kesayangannya mama bersama laki-laki lain, tapi mama bersyukur Lachysaa memiliki suami seperti Gavin yang selalu mengerti Lachysaa" Lachysaa memeluk mamanya sedih saat mendengar itu semua, tapi waktu terus berjalan bukan dulu ia menjadi seorang bayi kecil yang bersama mama papa, sekarang dia yang menjadi seorang ibu dua bayi ini.


Gavin dan Lachysaa saat kehamilan Lachysaa memasuki bulan ke sembilan,mereka datang ke makan Arvind, bahkan Lachysaa bercerita bahwa sebentar lagi Arvind akan menjadi seorang om.


Flashback off


"Mas Arvind apa kabar tidak terasa sudah mau satu tahun mas pergi artinya pernikahanku dengan mas Gavin juga hampir satu tahun, mas sekarang aku kesini bersama Mas Gavin dan kedua anak kita, mas di dalam perutku ini ada buah hati kami, yang seharusnya menjadi anak kita mas,mas jujur aku bahagia jika di dekat mas Gavin, laki-laki yang tidak pernah aku sangka,tapi aku merindukanmu mas aku ingin kamu kembali, kembalilah sebagai sosok yang berbeda, mungkin jika mas Gavin tidak menikahi ku saat ini aku tidak akan pernah menikah mas,karena aku trauma ku akui mas Gavin berhasil menyembuhkan traumaku, memberi kehidupan yang baru bagiku, mas tau aku perlahan ingin menyatukan kembali keluarga mas, aku ingin mas Gavin dekat dengan mama dan papa, aku tidak mau mas apa yang menjadi penyebab diantara renggangnya hubungan mereka, mas Gavin baik kok mas dia menjagaku dengan baik, selalu ada disaat aku sedih, tapi hanya satu yang menjadi pertanyaan mas ada hubungan apa kamu dengan Ayudia " tidak terasa air mata Lachysaa menetes Gavin mengelus punggungnya karena pegal dan perut kram, ia dan Gavin langsung meninggalkan makan Arvind sudah saatnya ia melupakan Arvind, kenang Arvind sebagai adik ipar bukan sebagai seorang kekasih.


Hidupnya akan baru apalagi dengan kehadiran anak-anaknya, bagaimana menjadi keluarga harmonis nantinya, Lachysaa harus memikirkan itu mana mungkin ia akan larut dari kesedihan apalagi kesedihan itu sudah satu tahun yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2