Dipilih Ketika Memilih

Dipilih Ketika Memilih
Anak darimu


__ADS_3

Setelah Lachysaa berpikir sudah saatnya ia menyatukan Gavin dengan keluarganya,apa benar dengan kehadiran seorang anak akan membuat Gavin lebih dekat keluarganya.


"Aku tidak mencintainya,tapi untuk memiliki anak darinya bagaimana,jika ini tidak aku lakukan mana mungkin dia akan berubah mau tidak mau aku harus tinggal bersamanya selama satu bulan agar aku bisa hamil" baru saja menikah tapi Lachysaa sudah ingin memiliki seorang anak dari Gavin, bukan keinginan Lachysaa namun ini adalah jalan terbaik menurutnya.


Lachysaa berpamitan kepada Mama dan Papa, ia ingin menusuk Gavin ke kota zzz, sesampainya disana Lachysaa segera menghubungi Gavin agar dijemput di bandara.


"Kenapa kamu menyusul saya kemari, apa kamu berubah pikiran Lachysaa" Gavin tipikal pria yang sulit untuk dirayu atau di bohongi,dia paham akan hal itu.


"Jika saya jauh dari kamu mas, bagaimana kita akan mendapatkan rezeki seorang anak" Lachysaa seolah-olah meminta anak dari Gavin, tapi tidak apalah demi keluarga kan.


"Apa maksudmu seorang anak, anak siapa" Gavin sudah paham apa yang dikatakan istrinya,tapi ia mencoba memancing Lachysaa.


"Maksudnya agar orang tua kita melihat kita bahagia dengan kehadiran seorang anak, jadi kita terlihat harmonis dan saling mencintai" sulit juga berbicara dengan Gavin, dia sulit untuk dimanipulasi.


"Baiklah jika itu yang kamu harapkan dari saya, mari kita mencoba membuatnya,jika berhasil maka bersyukurlah ada benihku di rahimmu " Lachysaa sudah keringat dingin sebelum ingin melakukan kewajibannya, bagaimana jika benar-benar berhasil..


Tiga bulan Lachysaa disini, mereka tinggal bersama namun belum ada tanda-tanda, tapi Lachysaa sudah telat apa ini akan pertanda bahwa dia akan hamil, bagaimana nanti anak ini akan hadir saat orang tuanya belum saling mencintai.


"Bagaimana sudah ada tanda-tanda" Gavin bertanya ia ingin memastikan apakah mereka berhasil, Lachysaa mencoba membeli testpack lalu ia coba dan ternyata garis dua, betapa bahagianya Lachysaa ketika ia sebentar lagi menjadi seorang ibu.

__ADS_1


"Mas garis dua, saya hamil mas ini bukan mimpi kan" Lachysaa memeluk Gavin, sungguh ia bahagia tapi tiba-tiba saja raut wajahnya sedih ketika mengingat Arvind.


"Saya tau ya kamu pikirkan,jika ayah dari bayi kamu Arvind kamu lebih bahagia kan, tapi maaf saya lah ayahnya jadi dia adalah keturunan saya" kenapa harus berubah seperti ini, ia menginginkan anak dari Arvind karena dulu mereka akan menikah tapi, yang dapat anak dari kakaknya Arvind.


"Bisa kita kerumah sakit untuk memastikan lagi" Tidak ada cinta dalam satu atap ini, bahagia mereka ketika akan menjadi orang tua, apakah ini akan menjadi jalan untuk mereka agar saling mencintai.


Dan ternyata kehamilan Lachysaa sudah tujuh mingguan, artinya kurang beberapa bulan lagi mereka akan bertemu dengan buah hati mereka .


"Ingat kata dokter tadi, jangan capek-capek jaga kesehatan juga,minum vitamin" Gavin mengingatkan Lachysaa, mereka menikah sudah memasuki bulan ketiga, kenapa dari awal tidak bersama saja.


"Aku gatau kenapa aku se bahagia ini ketika di dekat kamu mas, tapi aku mencintai mas Arvind bukan kamu, kamu adalah orang yang lain tidak seperti mas Arvind" Lachysaa berbicara dalam hati, rencananya Lachysaa akan melahirkan disini saja, tapi ia merindukan orang tuanya.


Lachysaa mengelus perutnya walaupun masih terlihat sangat rata "Apa kamu bahagia nak, mempunyai Daddy seperti Daddy Gavin, Mommy gatau nak bagaimana kehidupan kita kedepannya, apakah Daddy dan Mommy akan saling mencintai, Mommy harap Daddy kamu adalah orang yang terbaik untuk membimbing kita nak, walaupun Mommy juga belum lama mengenalnya,Mommy berharap nak dulu yang menjadi Daddy kamu adalah Om Arvind adik Daddy, bahkan Mommy juga merasa sangat kehilangan kenapa Om Arvind meninggalkan Mommy, Mommy masih ingin mencaritahu nak apa hubungan Om Arvind dengan Tante Ayudia,mengapa mereka bukan seperti rekan kerja melainkan mempunyai hubungan lain" apakah firasat Lachysaa akan tepat, ia menyadari bahwa Arvind sangat menyayangi Ayudia, sama dengan ia menyayangi Lachysaa,mengapa seseorang yang akan menikah bisa selingkuh begitu saja, apa Lachysaa tidak pantas dengan Arvind hingga seperti ini.


Lachysaa mengingat semua kenangannya bersama Arvind, tak terasa air matanya menetes bagaimana bisa kehidupannya harus berjalan dengan tidak sesuai rencananya,apa yang ia rancang hidup bersama Arvind kini sirna.


Lachysaa dan Gavin mempunyai foto pernikahan,mereka tidak mempunyai foto prewedding, apakah Lachysaa akan mengajak Gavin untuk foto studio bersama, kemungkinan akan iya karena ia juga menginginkan adanya kenangan bersama.


Setelah dua jam tertidur pulas,Gavin terbangun ia menyadari kenapa lengannya terasa pegal dan ternyata Lachysaa tidur di lengannya, Gavin menatap wajah cantik yang seharusnya menjadi adik iparnya itu, tidak terasa bukan dia akan menjadi seorang ibu.

__ADS_1


Setelah asik memandangi wajah istrinya, Gavin memilih untuk mandi dan memesan makanan, karena Lachysaa tadi tidak memasak maka dari itu ia ingin membeli, mengapa Laura terus saja menelfon Gavin sedangkan disini ada Lachysaa mana mungkin ia membuat Lachysaa sakit hati dan malah membahayakan kandungannya.


Gavin pun sedang menikmati pizza yang ia beli tadi sambil menunggu istrinya bangun dan mau makan apa, Lachysaa bangun bingung kenapa disampingnya sudah kosong, ia segera keluar kamar dan ternyata Gavin berada diruang tamu sedang makan pizza.


Gavin berencana akan membeli rumah untuk mereka tempati ketika anak mereka sudah lahir, kenapa walaupun Gavin sudah mempunyai apartemen tapi ia membutuhkan yang luas dan nyaman, karena nantinya ia ingin mempunyai anak lebih dari satu.


"Mas Gavin kok makan pizza sih, kalau laper makan nasi mas" kenapa tiba-tiba Lachysaa sangat perduli dengannya toh ini juga menjadi kebiasaannya,dulu Lachysaa melarang Arvind karena ia setiap hari makan makanan cepat saji,tapi kini berbeda orang yang hidupnya bertahun-tahun di kota.


"Saya laper, kamu lagi tidur tadi saya gak tega membangunkannya " pintar juga Gavin beralasan,tapi memang tadi Lachysaa tidak masak bahkan makanya ia membeli pizza.


"Maaf saya lupa kalau saya belum masak mas, tadi kan kita beli, saya masakin terlebih dahulu ya mas" jika ingin tidak perduli Lachysaa akan tidak perduli dengan Gavin karena ia membencinya,tapi bagaimanapun Gavin adalah suaminya,jika dilihat Gavin adalah pria yang baik, suami idaman yang selalu siaga.


"Tidak masalah jangan masak jika nanti membuatmu kelelahan, mending duduk sini" Gavin melarang semua aktivitasnya karena memang Lachysaa sedang hamil muda, tapi kenapa dia terlalu overprotektif seperti ini.


"Enggak kok mas, tunggu bentar ya" Lachysaa segera pergi ke dapur, ia memasak nasi goreng dengan telur ceplok di atasnya tak lupa ia juga menggoreng nugget dan sosis, kata Mama mertua mas Gavin makan tidak pernah ribet,ia menyukai makanan yang simpel asal tidak makanan yang membuat alergi, beda dengan Arvind yang lebih menyukai makanan seperti sushi.


Lachysaa memanggil Gavin untuk makan bersama, entah kenapa hari ini menginginkan nasi goreng, apakah Gavin akan mau juga makan nasi goreng bersamanya,jika tidak mau bagaimana apa yang harus ia masak kali ini.


"Yaudah ayo dimakan, kenapa bengong toh tidak masalah makan nasi goreng kelihatannya enak sekali" kali ini Gavin tidak ingin memprotes apapun asal tidak membuatnya marah saja.

__ADS_1


__ADS_2