Dipilih Ketika Memilih

Dipilih Ketika Memilih
Jalan sendiri


__ADS_3

Gavin bertanya kepada Lachysaa apakah dia ingin ikut tinggal bersamanya apakah ingin tinggal disini bersama mama papa dan adiknya, kehadirannya disini pun hanya bisa dikatakan percuma karena mama papa lebih menyayangi Arvind.


"Mas maaf sebelumnya saya memutuskan untuk tidak ikut dengan mas, saya lebih memilih untuk tinggal disini kata mas Arvind mama sering sakit makanya saya ingin menjaganya" Lachysaa agak takut ketika mengatakannya,memang yang dikatakan Arvind seperti itu, bahkan mama papa tidak memperbolehkan Arvind untuk jauh.


"Oke gpp, tapi yang harus kamu tau sebaiknya istri ikut suami, saya sudah terbiasa sendiri gpp saya paham" jika keluarganya lebih menyayangi adiknya dan sekarang istrinya juga seperti itu, lalu apa gunanya dia disini sedangkan dikota zzz ada Laura yang selalu mengerti keadaannya, Laura adalah kekasihnya yang sudah dua tahunan ini.


"Mas, lebih baik kamu menetap disini saja kasihan mama papa mas, mereka sudah kehilangan mas Arvind lalu apa kamu sekarang tega meninggalkan mereka mas, mas tolonglah mengalah untuk mereka kita menetap disini saja, maaf bukannya saya ikut campur tapi tolong pahami orang tua mas" Lachysaa mencoba meminta gavin untuk tinggal disini, Gavin menatap Lachysaa dengan tajam apa yang dikatakan Lachysaa ia harus memahami orang tuanya sedangkan selama ini orang tuanya saja tidak pernah perduli mereka lebih perduli dengan Arvind, bahkan soal pendidikan, tapi Gavin tidak kalah dengan Arvind ia sekarang lebih cerdas dan sukses dari adiknya.


"Kamu tidak pernah tau apa yang saya rasakan, jangan mengatakan hal seperti itu,kalau memang kamu tidak mau ikut dengan saya tidak apa-apa,saya tidak mempermasalahkan, saya tau jika kamu di dekat saya tidak ada kebahagiaan sama sekali,maka saya bebaskan kamu melakukan apapun namun tidak dengan kata perpisahan Lachysaa,maaf saya tidak berhak memaksakan kehendak saya" Gavin selama ini hidupnya hanya di bayangan saja enak, tapi kenyataannya ia yang selalu tidak dipedulikan selalu dibandingkan, bahkan masa lalunya dulu membuat Gavin se egois dan se keras kepala ini.


Kecewa pasti salah jika ia ingin mendapatkan kasih sayang yang lebih, tapi baginya semua itu hanya mimpi Gavin menatap ke arah langit di balkon kamarnya, keadaannya memang tidak diharapakan disini.


"Ada apa dia kenapa tidak memaksa aku, seharusnya jika dia egois dia akan mengajakku bukan, lihatlah dia malah berdiri di balkon kamar" Lachysaa bingung apakah ini sifat asli suaminya yang seorang pendiam dan ketika ngomong hanya sepatah kata ataupun sedikit.

__ADS_1


Jika Gavin bisa memilih dia tidak ingin berada di keluarga ini, ia lebih memilih berada di keluarga yang sederhana namun ia mendapatkan kasih sayang yang banyak.


keesokan paginya, Gavin berangkat sangat pagi sekali bahkan mamanya menahan kepergiannya tapi hanyalah sia-sia saja,Gavin orang yang tidak suka dipaksa dia sangat keras kepala dan kejam.


Lachysaa memiliki nomor handphone suaminya itu, tapi biarlah toh mau kenapa-kenapa bukan urusanku kan, biarlah dia melakukan apa yang dia mau saja.


"Gavin, aku merindukanmu lama banget sih sampai seminggu" Laura memeluk Gavin, ada apa dengan Gavin dia hanya tersenyum saja tanpa membalas pelukannya.


Gavin memilih untuk menuju ke apartemen dan meninggalkan Laura disana, ia tidak ingin berbicara sepatah katapun kepada Laura, hatinya masih sangat kacau, seharusnya ia tidak pulang bukan.


"Bro Lo kenapa habis pulang kampung bukannya senang malah seperti itu,Lo ada masalah ya dikampung" Arka mencoba memahami bagaimana sifat Gavin, ia tau tentang Gavin jika ada masalah apakah mereka paham.


"Gue gatau, gue ini anak siapa mungkinkah gue anak yang tidak diharapakan, kenapa mama sama papa lebih sayang adik-adik gue, dan sekarang gue pulang tapi kalian tau, adik gue kecelakaan dan meninggal dunia bersama seorang perempuan" setahu Dika dan Arkan asik Gavin adalah Arvind yang akan menikah itu, jadi sepasang kekasih itu..

__ADS_1


"Maksud Lo Arvind meninggal bersama calon istrinya gitu, sabar ya bro" Dika memberikan semangat pada sahabatnya walaupun mereka tau Gavin adalah orang yang kuat dan tegas, tapi tentang keluarga ia rapuh.


"Bukan dia meninggal bersama asistennya, sedangkan calon istrinya sekarang menjadi istri gue, iya gue udah menikah disana, maaf gue gak ngabarin kalian karena ini mendadak gue harus menggantikan posisi adik gue " tentunya Dika dan Arka terkejut ketika mendengarnya,jadi sahabatnya sudah menikah lalu jika sudah menikah kenapa istrinya tidak ikut kemari.


"Gue penasaran sama foto pernikahan kalian, emang beneran nih" Arka mencoba mempertanyakan sekali lagi, Gavin menunjukkan foto pernikahannya tentunya ini bukan rekayasa.


Sedangkan Mama merasa tidak enak karena menantunya memilih untuk tinggal disini, harusnya dia bersama suaminya bukan, sekedar honeymoon atau yang lainnya.


"Nak kenapa kamu memilih untuk tinggal disini,mama sih gak keberatan tapi mama tidak yakin dengan suamimu walaupun dia sudah bertahun-tahun tinggal di kota zzz" Mama mencoba menyakinkan menantunya itu agar mau ikut dengan suaminya.


"Maaf ma, sebelumnya kehadiran mas Gavin membuatku terkejut, kenapa harus dia yang menggantikan mas Arvind, aku tidak ingin menikah dengan pria selain mas Arvind ma, tapi kenapa takdir berkata lain, mama bisa kemarin membatalkan pernikahan kami ma" Lachysaa sungguh tidak ada harapan pada pernikahannya ini,apa yang akan ia harapkan dari laki-laki yang menurutnya tidak akan mungkin bisa membahagiakannya.


"Nak mama gak mau kehilangan kamu, kalau kamu tidak menjadi menantu mama apa kamu akan se dekat ini dengan mama nak, mama sudah kehilangan Arvind putra kesayangan mama,lalu apa mama akan kehilangan kamu karena kamu tidak menjadi menantu kami, sekarang hanya Gavin dan Arabella saja nak, ditambah kamu sekarang " Mama Ariane memeluk Lachysaa, Lachysaa tau kesedihan mama Ariane sekarang.

__ADS_1


"Maaf mama, kenapa mas Gavin terlihat sangat jauh dengan keluarga ini, bukan seorang anak akan bahagia ketika berada dirumah orang tuanya,tapi yang Lachysaa lihat mas Gavin tidak ada kebahagiaan disini, ada apa ma, kemarin mas Gavin juga memaksa Lachysaa untuk ikut dengannya" Mama berpikir caranya sudah salah, terlalu membedakan Gavin dan Arvind, bahkan papa juga seperti itu, selalu Arvind hingga saat terakhirnya,kak yg dibandingkan dengan Gavino yang tidak pernah mendapatkan pujian.


"Mama salah, mama ingin Gavin seperti dulu tapi itu tidak mungkin ini salah mama, terlalu membedakan Gavin dan Arvind nak, apa daya mama Gavin sekarang sudah berubah nak, dia bukan Gavin seperti dulu melainkan Gavin sekarang lebih kejam dari sebelumnya, mungkin dengan kehadiran seorang anak akan merubah sifat Gavin dan akan lebih menyayangi keluarganya nak" Gavin yang tidak pernah menunjukkan kesedihannya, yang tidak pernah perduli dengan apapun, dia yang ego nya tinggi, keras kepala,kejam, sifat itu semua memang adalah miliknya karena sudah terlalu lama disia-siakan oleh keluarganya, bahkan sekarang punya istri juga tidak mau dekat dengannya.


__ADS_2