Douluo : Rantai Badai

Douluo : Rantai Badai
tang gen vs tang san 2


__ADS_3

"apa?!" tangsan dan yang lainnya kaget melihat konfigurasi/urutan cincin roh tanggen yang tidak normal.


'cincin roh pertama terlihat seperti kami berwarna kuning, tetapi ada perbedaannya, yaitu milik senior dia lebih tua, dan umur cincin roh keduanya terlihat sedikit bias dari cincin roh seribu tahun mubai, apakah baru berumur sekitar seribu tahun? dan yang ketiga warnanya normal sekitar berumur empat ribu tahun, tapi cincin roh keempatnya melebihi batas penyerapan!


menurut teori dari guru,ahli roh biasa seharusnya tidak bisa melakukannya... dia monster! tidak heran dia berada di akademi monster!" batin tangsan


dan begitu juga yang lainnya jadi tidak fokus dan sibuk dengan pikiran pikiran sendiri, tang gen tersenyum kecut dan menjetikkan jarinya.


*tek!*


seketika angin yang cukup kencang berhembus di sekitar mereka dan itu membuat mereka sadar sedang dalam ujian akademi.


"fokus! kalau kalian hanya melihat cincin roh musuh saja langsung kaget dan bengong, maka kalian akan mati duluan!" teriak tanggen


tang san mengangguk dan tersenyum, "rencana A! maju!" teriak tangsan, xiao wu dan zhu zhuqing langsung meju kearah tang gen berada dan tangsan mengaktifkan skill pertamanya.


"[skill pertama kekuatan!] [skill kedua kecepatan]" ning rong rong menambahkan kekuatan kepada xiao wu dan kecepatan kepada zhu zhuqing.


tanggen segera menghindari jalar jalar rumput biru perak dan juga menghindari serangan xiao wu yang beruntun dengan cara salto di udara, sementara zhu zhuqing muncul tiba tiba di belakang tanggen dan siap mencakarnya.


"cih! [skill kedua bayangan hantu dan hujan tombak!]" tubuh tanggen langsun transparan dan menghilang seketika.

__ADS_1


saat melihat ini tangsan langsung khawatir, [mata setan ungu!] "xiao wu!! menghindar!" xiao wu yang mendengar nya langsung melompat kesamping, dan tak sampai satu detik sebuah tombak rantai melesat kearah xiao wu tadi berada.


zhu zhuqing juga mulai waspada dan menghindari area itu, tangsan menoleh kesetiap sudut mencari keberadaan tanggen.


tiba tiba sebuah teriakan terdengar "ah!!" suara itu terdengar di belakang tangsan, mereka langsung menoleh dan melihat ning rongrong seluruh tubuhnya telah terkunci dan tanggen juga memegang sebuah tombak seperti akan menusuknya.


"bahaya!" teriak tang san dan mencoba melilit tang gen, tetapi tang gen terlihat tersenyum dan tubuhnya memudar serta sebuah tombak melesat kearah tangsan.


tangsan hampir tidak bisa menangkap kecepatan lesatan tombak tanpa menggunakan mata setan ungunya, saat ia menghindari tobak itu, teriakan lainnya juga terdengar.


"ah!" teriak xiao wu karena banyak rantai melilitnya, sementara zhu zhuqing yang terlilit juga berusaha keras melepaskan dirinya.


"xiao wu!" tangsan mau menyelamatkan xiao wu, tetapi ini masih dalam ujian, dan ia tidak boleh lengah dengan lawan yang tidak bisa terlihat.


saat tangsan masih waspada di area sekitar, tanggen melemparkannya dua tombak rantai secara beruntun kearah tangsan, 'disana!' [kontrol penangkap naga!] tang san menggunakan tekniknya dan mengarahkan lintasan tombak kesamping.


tanggen tersenyum dan mengarahkan tangannya sambil memegang rantai badai, angin yang berhembus di kekitar membuat tanggen sangat diuntungkan, [pasif skill keempat]


lalu banyak rantai besar dan kecil mengelilingi lapangan sampai menjadi sebuah kubah, 'sangat buruk!' tangsan segera mengarahkan senjata tersembunyi nya kesemua arah rantai yang mengikat xiao wu,zhu zhuqing, dan rongrong, lalu rantai pun terbuka, tangsan segera mendorong mereka sebelum rantai rantai berangin menutupi mereka


.

__ADS_1


.


.


di dalam kubah yang tertutup dan pencahayaan yang minim, terlihat dua orang tengah berhadapan, yang satunya waspada dan yang lainnya santai.


"senior, apa yang kau rencanakan?" tanya tangsan dengan nada dingin dan waspada, tang gen hanya berkata, "keluatkan roh beladiri mu yang satunya, aku mau bertarung dengan sesuatu yang kuat, jangan khawatir, aku tidak akan menggunakan kekuatan roh!" jawab tanggen


seketika wajah tangsan semakin waspada dan siap menembakan senjata tersembunyinya kapan saja, ia sudah berjanji kepada guru dan ayahnya untuk menyembunyikan roh beladirinya. " dari mana senior tahu?" tanya tangsan masih dengan nada dingin.


"aku mempunyai dua alasan" ucap tanggen memnggerakan dua jarinya, "yang pertama karena rumput biru perak tidak akan menghasilkan kekuatan roh yang besar, kecuali dua hal, pertama kau mempunyai darah keturunan dari monster roh raja atau kaisar rumput biru perak, atau kau mempunyai roh beladiri ganda!" ucap tang gen dengan senyum tipis


tang san langsung mengangkat alisnya, 'jawaban kedua dia benar seperti tebakan guru, tetapi keturunan binatang buas?!' tangsan sangatlah marah dengan perkataan tang gen, tetapi ia juga mengingat saat bayi dan perkataan ayahnya tentang roh beladiri rumput biru perak adalah pemberian ibunya.


tang san melamun sibuk dengan pikirannya sendiri, melihat ini, tang gen tersenyum dan berkata. "tang san, kau bermarga 'tang' jika bukan rumput biru perakmu, apakah roh keduamu ini?"


ucap tang gen memperlihatkan tangan kirinya sekejap dan menutupnya lagi sambil menunjuk tangan kiri tang san.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2