Douluo : Rantai Badai

Douluo : Rantai Badai
Tanggen,win


__ADS_3

"Maju." Ucap ketiga Tanggen dan dua melesat menuju tim Tangsan dengan kecepatan tinggi, sementara yang memegang rantai masih di melakang.


'Sangat cepat! [Teknik pengontrol Naga!]' Tangsan mencoba untuk menjaukan Tanggen, Tetapi Tekniknya tidak berfungsi sama sekali.


'Tidak mungkin! Bagaimana itu tidak berfungsi? [Teknik Mata Iblis Ungu!]' Saat Tangsan mencoba memeriksanya dengan Mata iblis ungu, Ledakan energi kembali terjadi Yang membuatnya Shock mental selama 5 detik.


Tetapi Tanggen dibelakang memanfaatkan hal itu dan menjulurkan Rantai yang panjang dan sangat tajam dengan aliran angin yang kuat Langsung mengurung Tangsan Tanpa celah.


Dan saat Tangsan sadar, ia sudah terlambat karena ia sudah terkurung di jeruji Rantai tanpa celah, Bahkan ketika ia mau menumbuhkan Rumput Biru Peraknya, Tak sampai satu sedik, rumput itu terpotong potong oleh angin yang kuat dan menjadi debu Yang terbang kesegala arah.


Dua Tanggen yang lainnya hendak mengayunkan senjata mereka kepada Xiao wu dan Ning rongrong, Melihat itu Tangsan Langsung memaksa keluar dari kurungan itu, tetapi percuma, Saat ia mengulurkan tangannya bahkan menggunakan [Teknik Tangan misterius] Lengannya terasa tersayat sayat oleh Jarum yang super kecil.


*jleb! bcak!!*

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara Palu memukul sesuatu dan suara Tombak tajam menembus sesuatu.


Hati Tangsan menjadi dingin, ia menoleh kebelakang dengan terburu buru, Matanya langsung kehilangan Cahayanya, Karena ia melihat Xiao wu dan Ning rongrong telah berbaring ditanah dengan Darah yang mengalir.


Tangsan merasa menyesal,merasa tidak berguna karena tidak menepati Janjinya kepada Xiao wu, dan meski Rongrong hanya teman, dengan sifat tangsan dan pengalaman yang kesepian, Teman juga sangat berarti, Niat membunuh melonjak di pikiran Tangsan, Palu Haotian ia keluarkan bersama dengan Senjata tersembunyinya.


Ia dengan marah menoleh kepada tiga sosok Orang Yang telah melakukan ini, tetapi saat ia menoleh dan melihat mereka, Yang memegang Rantai menjadi Seorang wanita cantik berambut biru cerah Dengan senyum kejam sambil memegang Rumput biru perak keemasan dengan noda darah.


Yang memegang Palu menjadi Ayahnya sendiri dengan wajah marah dan hendak mengayunkan Palunya kembali. Dan Yang memegang tombak menjadi seorang pemuda berambut biru cerah, memegang dua senjata, satu Tombak panjang dan tajam, satu lagi adalah Trisula Yang sangat mewah dan agung, tetapi semua senjata mereka terdapat darah segar.


Dunia seakan seperti cermin dan pecah dengan sangat kuat.


"Xiao san! Bangun!" Teriak guru agung kepada Tangsan yang terbaring ditanah. "Ugh..." Ucap Tangsan terasa sakit di bagian kepalanya dan perlahan bangun.

__ADS_1


Tanggen yang telah menjentikan Jarinya mundur perlahan. "Apa yang... terjadi...??" Ucap Tangsan seperti lupa ingatan. "Kau tidak mengingatnya? Kau baru saja pingsan! Apa yang terjadi padamu?" Ucap Xiao wu penasaran.


"Aku... tidak mengingatnya..." Ucap Tangsan kebingunan sendiri. "Aku membuatmu pingsan dengan Serangan Shock mental, Lalu memberimu ilusi dan kau melupakan kejadian satu jam yang lalu" Ucap Tanggen dengan baik hati menjelaskan.


"seperti itu.. tapi sejak kapan aku terkena ilusi?" Tanya tangsan. "Sejak matamu menjadi ungu" Jawab Tanggen.


'Aku melupakan kejadian saat aku memeriksanya! kenapa aku begitu ceroboh? tetapi, aku tidak menyangka Tanggen bisa sekuat itu untuk sering memperkuat dan mengontrol kekuatan rohnya, kurasa ia juga telah menyadari kegunaan teknik mataku, jadi ia membuatku Shock sementara dan langsung memberiku ilusi' Batin Tangsan menganalisa.


"Xiao san, Kau ceroboh, membiarkan orang lain mengontrolmu, sebab kau juga tim mu kalah telak Tanpa melawan. Ucap Guru agung terlihat kecewa.


(beberapa saat yang lalu)


Saat Tangsan mengaktifkan mata iblis ungu, ia langsung pingsan lima detik kemudian, Yang membuat Xiao wu khawatir, Tetapi kedua Tanggen mencegahnya, dan satu menit Xiao wu bertarung juga di bantu oleh ningrongrong, ia tidak bisa mengenai Tubuh tanggen, setiap Xiao wu menyerang, Tubuh Kedua Tanggen seperti menjadi Hantu, Menembus.

__ADS_1


Dan Xiao wu juga mencoba melawan Yang memakai Rantai, menduga itu Yang asli, memang benar itu Yang asli, tetapi tidak ada kesempatan untuk bergerak setelahnya, Dan mereka kalah karena sudah sangat tersudut.


__ADS_2