Douluo : Rantai Badai

Douluo : Rantai Badai
Land Of Down (4)


__ADS_3

Sesuatu melesat menuju Hutan Gliming Marsh, itu adalah Tanggen, lebih tepat adalah bayangannya, ketika Xuejian melihat itu adalah Gen, Ia segera bangun dan berlari kearahnya, Baju yang kurang bahan itu kembali dilihat oleh Tanggen, dan tentunya Joy.


"Jangan berlari! Kau masih belum sembuh!" Ucap Tanggen berteriak di kejauhan, yang langsung membuat Xuejian sadar akan hal itu, dan langsung memakai selimut kembali untuk menutupi tubuhnya.


"Mesum!!" Teriak Xuejian kepada Tanggen, yang membuat Tanggen menepuk wajahnya.


Tanggen segera menghampirinya dengan wajah tenang, polos, dan senyuman indah, hal itu langsung membuat Fikiran Xuejian melayang menuju luar angkasa (🗿)


"Ma-Masih ada anak kecil disini!! ja-jangam melakukan itu.." Ucap Xuejian dengan wajah merah padam.


"Hah? apa maksudmu?" Ucap Tanggen heran di berhenti di depan Xuejian, lalu ia segera memunculkan sepasang pakaian kepadanya.


"Ini untukmu! Kau pasti kedinginan! Aku hanyalah Bayangan darinya, jadi aku akan menghilang dalam satu jam lagi, Kau cepat pakai sebelum masuk angin! nanti aku yang repot harus kembali terbang jauh untuk menghampiri dan mengobatimu!" Ucap Tanggen.


"Hah..??" Bingung Xuejian, masih dengan Fikiran yang melayang, dan kini sepertinya Fikirannya itu terjebak di sebuah Black hole yang membuatnya melamun dengan wajah memerah dan senyum aneh.


"Sudah kuduga! Kau telah sakit!" Ucap Tanggen menyalahkan dirinya sendiri, lalu ia menoleh Kepada leonin kecil yang dari tadi menikmati adegan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Siapa namamu?" Ucap Tanggen bertanya, Hal itu membuat Joy sadar dan waspada kepada Tanggen, ia menggeram seperti seekor kucing, ekornya yang kecil mengibas ibas tetapi tak terlihat seperti itu, Aura Listrik berwarna kuning juga mulai muncul disekitarnya.


"Jangan takut! Aku hanya menanyakan namamu! Aku hanya ingin bertanya apalah disekitar sini ada tanaman obat? Wanita ini adalah orang yang penting bagiku, dan ia sedang demam, aku meminta tolong kepadamu! sebagai gantinya, aku akan memberikanmu ini!" Ucap Tanggen kepada Joy.



"Kue!! tunggu, apakah ini beracun?!" Ucap Joy bersemangat tetapi langsung waspada kembali.


"Kau bisa mengendusnya bukan?" Ucap Tanggen.


*Sfff...* 'Tidak ada racun...' Batin Joy senang dan akan segera merebut kue itu, tetapi Tanggen mengambilnya.


"Baiklah baiklah! Namaku Joy! apakah sekarang aku boleh mengambil satu potong saja...??" Ucap Joy dengan air liar yang mengalir jernih.


"Tidak! Kau harus mengambil tanaman obat!" Ucap Tanggen bersikeras.


"Ugh! Baiklah! Dasar kakak pelit!" Ucap Joy lalu melesat bergi dengan cahaya petir kuning.

__ADS_1


"Uhh.." Ucap Xuejian sadar dari melamun.


"Kau sudah sadar? Pakailah pakaianmu! disini sangat dingin!" Ucap Tanggen menyodorkan pakaian tadi.


"Dingin? Roh semua roh beladiriku ber atribut es dan salju, dan tentunya dingin seperti ini tak masalah buatku?" Ucap Xuejian mengoreksi.


"Lalu mengapa wajahmu merah dan panas seperti tadi?" Ucap Tanggen bertanya.


"I-itu... A-Aku kira... Kau akan memakanku...?" Ucap Xuejian dengan wajah merah.


"Hah? o-ouh Itu! tenang saja! Harimau yang pernah kau lihat dulu telah menjadi teknik bertarungku, dan tak akan kehilangan kendali seperti dulu! lagi pula itu keluar hanya saat aku merasakan emosi marah yang besar!" Ucap Tanggen menjawab


"..." Xuejian hanya menatap Tanggen dengan tak percaya, 'Aku ragu dia adalah seorang reinkarnasi dari bumi? tetapi dia bilang dia hanyalah bayangan dari Skill Cincin roh yang asli, apakah setiap Bayangan berbeda sifat?' Batin Xuejian tak percaya, ia juga memakai pakaian itu dengan wajah cemberut tetapi itu terlihat imut dan manis.


Lalu Setengah jam kemudian Joy datang membawa setumpuk tanaman Obat, Saat ia melihat Xuejian notmal, ia berkata, "Kakak kau telah sembuh?" Ucap Joy bertanya.


"Sembuh? Oh kau pasti salah faham... Aku bisa tahan dengan hawa dingin, jadi aku bisa bertahan dan baik baik saja!" Ucap Xuejian tersenyum.

__ADS_1


"Tidak! Luka sehabis tusukan panah itu beracun dan kau tak bisa menahanya terlalu lama! Racun itu bersifat tak berasa dan hanya memerlukan waktu untuk benar benar meracunimu! Tunggulah disini! Aku akan meracik Obatnya!" Ucap Tanggen mengambil bahan obat itu, dan menghampiri api unggun, ia mulai membuat sebuah pill dari semua tanaman tadi.


__ADS_2