
Saat Bing Xue Jian mengejar TangGen masuk menuju Akademi, Guru Wuji hendak mencegahnya, tetapi ia dihentikan oleh seseorang.
"Xiao Gen?? Bukankah Kau..??" Tanya Zhao Wuji heran, tetapi ia segera menyadari sesuatu.
"Hahaha! ternyata Kau tega menipu seorang Wanita?" Ucap Zhao Wuji menebak dengan tepat.
"Yah...Begitulah... Aku kemari memiliki niat untuk bertarung melawanmu, Aku tak mau di ganggu." Ucap TangGen tenang.
"Hoo?? Baiklah!! Aku juga ingin melihat Skill dari Cincin Roh kelimamu!" Ucap Guru Wuji bersemangat, dan mereka segera pergi menuju Arena pertandingan di Akademi.
Sementara itu, Bayangan TangGen Masih di kejar oleh Xue Jian, Bayangan itu berlari seperti berseluncur di es, dan melompat tinggi seperti Rudal yang di tembakan🗿.
Mereka melewati seseorang yang tengah bersantai di atas pohon, Orang itu adalah bayangan TangGen yang lain, Ia tengah menikmati pemandangan langit yang indah, dan membayangkan luar angkasa yang luas dengan Musik favoritnya (Snow Fall dan Inter Stelar)
Bing Xue Jian Terus mengejar TangGen dengan Susah payah mengerahkan kecepatannya, tetapi tak bisa mengejarnya, Para murid menyaksikan kejar kejaran mereka dengan berbagai tanggapan.
"Bukankah itu TangGen si misterius? mengapa dia dikejar wanita cantik itu?? dan mengapa TangGen seakan menikmati hal itu??" Ucap salah satu lakilaki.
"Wanita yang mengejarnya adalah murid jenius dari Akademi TianShui! dan Banyak Orang mengatakan, dia adalah Dewi Dingin! Kurasa TangGen telah membuatnya marah!" Ucap murid lakilaki memakai kacamata dan memegang banyak buku.
"Atau apakah mereka sedang bermain? dan mereka adalah kekasih?!" Ucap Wanita yang lewat yang ikut berbicara.
.
.
__ADS_1
.
TangGen dan Bing Xue Jian baru saja melewati kolam di dekat Hutan berburu, dan ada dua orang disana, itu adalah Li Yusong dan Bayangan TangGen yang lain, mereka tengah memancing, dan juga bertanding Siapa yang paling cepat mendapatkan banyak ikan.
Bing Xue Jian tak bisa mengenali TangGen, karena ia terkena "Trik" TangGen.
TangGen bisa membuat bayangan yang utuh, serta hanya menghabiskan sedikit kekuatan Roh jika bayangan tersebut tak menggunakan Roh beladiri dan Skillnya, ataupun hal yang memerlukan energi kekuatan.
TangGen juga sudah lama tak melakukan kebiasaan dan Hobinya itu.
.
.
.
Xiao long telah kembali dari tugas pengawasannya terhadap kehancuran banyaknya cabang cabang aula roh tingkat rendah dan sedang, dan kini, ia dan kekasihnya tengah menghadap Paus saat ini, Bibidong.
"Jadi, kau menyimpulkan tiga hal? 1.Pertarungan Ahli Roh,2. Ahli Roh yang membenci aula Roh,3. dan Orang dari akademi kecil yang bersatu dengan sebuah desa di dekat hutan pinggiran kota Soutuo?? Apa Alasanmu menyimpulkan yang ketiga??" Ucap Bibidong dengan aura Bangsawan,anggun, dan berwibawa.
Lalu Xiao long menjawab, "Terdapat lubang besar hasil sebuah ledakan di dekat akademi itu, yang dulu sempat di datangi oleh Senior hantu, dan juga akademi itu telah pergi dari sana setelah kejadian "itu" terjadi selama beberapa bulan, saya telah mengawasi tempat itu beberapa bulan sebelumnya ketika saya libur dan kembali ke rumah di desa jiwa suci.
Saya juga sempat melihat sekilas ledakan terjadi di dekat Akademi itu, dan saat Saya menghampirinya, saya melihat seorang pemuda pingsan dengan bekas luka yang sangat parah, ia dibawa oleh para guru di akademi itu, guru guru itu adalah dua dari tiga segitiga emas!" Ucap Xiao Long.
Douluo Hantu,Krisan, dan Paus Bibidong yang mendengarkan "Tiga Segitiga Emas" langsung mengerutkan kening, dan memikirkan bermacam macam hal di kepala mereka masing masing.
__ADS_1
"Baiklah Xiao Long, Xiao Bai, kalian pergi beristirahat, besok kalian akan berlatih kembali!" Ucap Bibidong memerintahkan.
.
.
.
(Pov 2 ????)
Dewa kehancuran dan Kehidupan tengah melihat dimana TangGen melakukan "Trik" dan Xue jian yang terlihat "bdh" Mengejar bayangan TangGen dengan kemarahan yang membara, tetapi bertingkah dengan kedinginan.
"Mereka memiliki kecocokan yang luar biasa, bahkan hanya dengan mengejar dan dikejar, Energi roh mereka bergabung secara perlahan dan saling mendukung, energi mereka juga semakin murni dan kuat; Aku tak sabar ketika mereka..." Ucap Dewa Kehancuran dengan Tongkat kehancurannya, dan Dewi kehidupan dengan Tongkat kehidupannya, mereka berada di tempat yang berbeda, tetapi bisa berinteraksi, berkata,dan berpikir hal yang serupa.
.
.
.
(Suatu Hari, TangGen menatap sesuatu yang akan mengubah hidupnya. Kehancuran,Angin,Semesta,Titan. Karena suatu hari, sesuatu yang berharga akan bisa berpisah dengannya?)
(Bing Xue Jian menatap. Kehidupan, Atau Es.)
(Tangsan Menatap. Asura, atau Laut, tetapi...)
__ADS_1