
"Kenapa kau terus mengejarku? Apakah kau menyukaiku?" Tanya TangGen dengan tenang, dan senyum kecil di balik topengnya.
Bing Xue jian hanya menatapnya dengan dingin, lalu luka kecil dan kelelahannya pulih dengan perlahan.
Melihat Reaksi dingin itu, ia menghela nafas, "Akhir akhir ini kenapa selalu ada yang membuatku pusing? Aku sudah menjelaskannya kepadamu, Aku tak sengaja melihat hal itu!" Ucap Kembali TangGen.
"Karena! Ada laki laki yang aku Cintai! aku telah bersumpah untuk hanya ingin tubuhku dilihat olehnya! bukan laki laki lain! dan meskipun kau tak sengaja, kau telah melihatnya!" Ucap Xue jian dengan dingin, dan air mata yang melair lalu membeku saat mengenai tanah.
'Jadi...' Batin TangGen dengan pikiran yang rumit, lalu bertanya dengan pelan, "Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya TangGen.
"Apa?" Tanya Xue jian tak menyangka TangGen akan berkata seperti itu.
"Kau bebas melakukan apapun yang kau mau, asalkan jangan membunuhku dan memotong naga kesayanganku!" Ucap TangGen memberikan kesempatan.
"Aku tak butuh tubuh busuk dan belatung kecilmu yang sangat menjijikan!!" Ucap Xue jian dengan kejam.
"Ugh! maafkan aku nagakuu.. kau telah disebut sebagai belatung kecil! Palung Mariana itu memamglah sangat kejam!" Ucap TangGen mengusap sebuah benda menonjol du bagian kanan pahanya.
'ekk! Jadi itu anunya?! Aku mengira tadi itu hanyalah sebuah senjata yang ia simpan! dan saat aku di tangkap olehnya tiga hari lalu, aku menyentuhnya- Tunggu!! dia bilang aku adalah Palung Mariana?!' Batin Xue jian dengan aneh.
'Maafkan aku telah menghinamu... Kalau saja Sistem tak meningkatkan mentalku, dan semuanya, di lahirkan di dunia ini adalah yang paling aku Syukuri, meskipun kehilangan keluarga saat aku bayi.
dulu Berbicara denganmu mungkin hanyalah salah satu mimpi indah, Aku menyadari, meskipun Fisikku kali ini "sempurna", kadang diriku sendiri selalu kehilangan kendali, Tak ada bedanya... Kemarahan selalu mengendalikan, dan kemarahan juga yang membuat diriku buruk saat awal pertemuanku denganmu dahulu.' Batin TangGen.
__ADS_1
(Author : Ni orang cerita dari tadi pengalaman pribadi mulu njir, salah sendiri gk percaya diri dan kurang gaul🗿)
"Kau?! dari mana kau tahu nama tempat itu?!" Ucap Xue jian kaget dan curiga.
"Tempat? Bukankah itu nama untuk seorang Dewi yang sangat cantik tetapi tenggelam karena cintanya sendiri?" Ucap TangGen berbohong.
Xue jian terdiam memikirkan kalimat yang diucapkan oleh TangGen Barusan, dan sebenarnya dari sudut pandang lain, memang nama itu bisa di artikan dengan berbagai hal, tak hanya tentang *Nomor empat* saja.
Lalu TangGen bertanya yang membuyarkan pikiran Wanita itu, "Kalau Aku boleh tahu, Siapa nama Laki laki yang kau Cintai? Aku akan meminta maaf kepadanya!" Ucap TangGen...
"...Dia telah tiada..." Jawab Xue jian yang langsung membuat diam TangGen.
'Jadi benar, dia memang mencintai "A" Saat ia hampir menikah resmi, heh, Aku menghayal terlalu jauh dan dalam, Sedalam Palung Mariana... Kurasa... Aku memang harus merelakannya?' Batin TangGen, dan sebagian Cahaya di matanya memudar.
"Apakah Kau mau bilang saat kau menjadi Dewa? Aku pernah mendengar Teori itu Saat aku belajar di akademi, Saat Seseorang mencapai level itu, ia bisa menghidupkan seseorang." Ucap Xue Jian.
"Yah.. memang kau tak salah, tetapi... Aku juga bisa membuatmu seakan kau hidup saat kau ada di masa lalu! Apakah kau mau?" Ucap TangGen.
"Ilusi? Aku telah mencoba cara itu, Bahkan alasan Skillku lebih banyak ilusi dan Racun ketimbang es yang kuat adalah karenanya! tetapi semuanya tak bisa membuatku bertemu dengannya dengan bebas!" Ucap Xue jian kembali mengeluarkan air matanya.
*Tuk!* Sebuah Rantai kecil berwarna Marah dan biru menancap di tangan Xue jian, Lalu ia segera tertidur pulas karenanya.
Lalu Syal pemberian TangGen yang Xue Jian Simpan di tasnya langsung aktif, dan melindunginya dari mara bahaya yang akan datang.
__ADS_1
TangGen langsung berkata, "Sistem, apakah kau bisa menciptakan "Dia?" Tanya TangGen.
[Jika Host memang menyukainya, meskipun ia tidak, Host bisa mempunyai ia di semesta Alternatif, tetapi, mungkin saja banyak wanita itu juga dari semesta alternatif itu telah menjadi milik host, dari semesta lain juga.] Jawab Sistem.
"Jadi jika Aku mengambil yang lain, akan ada Aku yang lain tersakiti, dan terus membenci sesuatu? dan jika ia menemukan harapan, ia juga akan melakukan hal yang sama kepada diriku yang lain untuk mendapatkan wanita itu?" Tebak TangGen.
[Benar! jadi Host harus dengan Bijak melakukan sesuatu] Ucap Sistem.
TangGen menoleh kebelakang, Lalu berkata, "Aku melihat Energiku Cocok dengannya, tetapi itu bukanlah kecocokan dalam Saudara ataupun kekasih, Tolong Potong itu, Aku telah membunuh banyak orang ketika kehilangan kendali beberapa tahun yang lalu, dan sekarang aku tak mau mengecewakan seorang Wanita Yang bereinkarnasi masih dengan Orang Yang ia Cintai" Ucap TangGen semakin pelan, dan emosinya perlahan memudar.
*Trak!* Kecocokan Energi telah di potong oleh sistem, yang mengejutkan Dewa Kehancuran dan Dewi kehidupan, lalu mereka tak bisa melihat aktivitas TangGen kembali.
*Tak Tak tak* TangGen melangkah pergi menuju Akademi Shrek, dan memasang segel agar Wanita itu tak bisa melihatnya, selama ia memang tak menyukai TangGen.
.
.
.
(Dunia kesadaran TangGen)
"Hahaha! Lian!! Lihatlah si rantai bdh itu! dia telah mengecewakanmu! dan dia masih memiliki Sifat yang tak berguna itu!!" Ucap Sisi Gelap Kepada Lian yang tengah bermeditasi.
__ADS_1
"Jangan berisik, Kau hanya melihat nanti malam!" Ucap lian dengan senyuman, sambil melihat ke atas, (Tempat Sistem berada) dengan senyuman yang tambah berseri, lalu kembali tenang dan melanjutkan meditasinya.