Douluo : Rantai Badai

Douluo : Rantai Badai
tang gen vs tang hao 2


__ADS_3

*tang! krak!*


kini semua duri dari rantai tanggen telah hancur dan tersebar keberbagai arah, tetapi kini rencana tanggen telah berjalan sesuai keinginannya.


"[skill keempat tubuh windstrom falcon!]" seketika tubuh tanggen terselimuti oleh angin kencang dan terdapat pola burung di sekitar tubuhnya.


mata normalnya yang hitam dilapisi oleh teknik mata setan ungu menjadi keperak hijauan yang cerah.


"[skill kedua pengganda!]" tubuh tanggen berlipatlipat ganda dan sekarang terdapat tiga tangen yang memegang masing masing rantai.


"[skill ketiga duri landak berlian!]" muncul ratusan duri panjang di belakang masing masiang tanggen, duri yang berserakan juga kini bercahaya dan melesat kearah tanghao dengan dilapisi oleh kekuatan roh angin.


merasakan bahwa duri duri itu cukup untuk melukainya, tanghao sedikit mundur dengan melayang, tetapi itulah yang direncanakan tanggen.


tanggen melesat keudara dan berteriak "[teknik xuan tian gong. kontrol penangkap naga! tangan misterious! senjata tersembunyi seratus pemisahan!]" duri landak berlian berkumpul seluruhnya dan rantai kecil maupun yang besar muncul di udara tipis dengan lapisan angin yang tajam, tiga cincin roh tanggen bercahaya menggabungkan semua skill dan teknik tadi.


"terima ribuan senjata tersrmbunyi ini!" teriak tang gen dan ribuan senjata melesat menuju tanghao dengan kecepatan angin yang kencang!


tetapi tanghao yang bergelar super douluo sangat mudah melihat semua gerakan dari serangan itu dan segera menghindari semuanya dengan sedikit usahanya.


namun teknik kontrol penangkap naga juga bukan sebuah pajangan, dan tanggen mengontrol semua pergerakan itu dengan lihai dan tepat.

__ADS_1


*srak! srak!*


beberapa senjata mengenai kaki dan tangan tanghao dan berhasil melukainya sampai keluar darah, melihat ini tanghao langsung menjadi sedikit serius.


aura membunuh yang pekat langsung menyeliputi sekitar dan menghantam tang gen yang berada di udara dengan keras dan langsung membuatnya jatuh terpental kebelakang dengan semua jarum dan rantai tanggen hancur dan menghilang.


'[domain dewa pembunuh]' tanghao mengaktifkan domainnya, tetapi menahannya di tingkat lanjutan untuk tanggen, karena bila mengaktifkan tingkat aslinya, itu akan sangat melukai tanggen.


*dugh! krak!*


tanggen menghantam sebuah pohon dan langsung membuat pohon itu retak hampir roboh, "uhuk!" tanggen memuntahkan seteguk darah segar, 'organ dalamku langsung terluka hanya karena domain! tetapi itu tidak aneh karena pemberian dewa ashura...dan aku terlalu meremehkan seorang super douluo... dan terlanjur kesal karena berkaitan dengan orang tuaku di dunia ini...'


batin tanggen sambil mengusap bekas darah di bibirnya dan gemetar, meski ia pernah membunuh beberapa bandit, ia masih ketakutan dengan domain pembunuh yang pekat ini.


"aku... belum menyerah! [skill keempat rantai suriken badai angin!]" cincin roh berwarna hitam kembali muncul.


dua suriken rantai yang sangat tajam terbentuk di kedua telapak tangannya dan perlahan membesar hingga tiupan angin kencang terjadi, pohon pohon disekitar terbelah dan roboh terkena suriken, "terima ini!" teriak tang gen melemparkan kedua surikennya kepada tanghao.


tanghao memunculkan skill ke keempatnya dan mengarahkan palunya kepada kedua suriken yang melambat dan melemah akibat domain dewa pembunuh


*trangg!!! bom!*

__ADS_1


satu rantai suriken hancur menciptakan hembusan angin kencang dan melukai pipi tanghao, menciptakan sedikit bekas luka, tetapi beberapa sesaat luka langsung menghilang.


'segenerasi seorang super douluo memang mengerikan...' batin tanggen sambil terengah enah karena kekuatan rohnya hampir habis


*dalam penglihatan mata setan ungu tanggen yang hampir mencapai tahap ketiga*


dan rantai suriken yang satunya lagi terlempar jauh, suriken itu juga meledak dan menciptakan lubang cukup besar.


"kekuatanmu memang tidak buruk, aku akan mengampunimu kali ini bocah, karena kau juga tidak memiliki niat jahat, tetapi jika kau mengulanginya lagi, itu cerita yang berbeda, dan aku mengandalkanmu untuk mencegah tangsan berbuat hal yang ceroboh dan merugikannya, dia tetaplah anakku." ucap tangho lalu pergi dalam sekejap mata.


mata tanggen sedikit berkedut, 'yang kuat yang memerintah, yang kuat adalah penguasa, ya. hukum rimba ini pasti akan selalu ada, dan aku sadar selama ini aku terlalu santai karena seorang reinkarnasi dan mempunyai sebuah sistem...' batin tanggen dan memberikan hormat dengan caranya sendiri kearah tanghao terakhir menghilang.


lalu ia segera kembali dengan berjalan lambat menuju akademi shrek.


'sial. jarak menuju akademi sangat sangat jauh dari sini hanya dengan jalan kaki! setidaknya sampai setelah tiga jam..' keluh tanggen


.


.


.

__ADS_1


*tang hao masih belum tahu tentang roh beladiri kedua tanggen*


__ADS_2