
Dragon Heart.
...Chapter 07 : Angka Dadu Yang Terlupakan....
...-...
Langit mendung disertakan hujan dan petir, menyelimuti seluruh Desa termasuk juga Hutan. Dia hanya berlindung di bawah pohon besar juga mengalami kebasahan karena tetesan hujan yang terbawa oleh angin kencang.
Lark saat ini mengalami keputusasaan berat, dia tidak berdaya melawan musuhnya dan melindungi saudaranya. Dia juga bertanya-tanya kenapa dirinya sangat tidak beruntung, apakah takdir memang kejam sampai tidak menerima dirinya sebagai penyihir atau bahkan sedikitpun enggan memberikannya Mana.
Jiwa Lark semakin memudar, harapan yang ia bangun kini hanya tinggal kenangan. Dia sama sekali tidak berkeinginan untuk melanjutkan hidupnya, menatap dahan pohon di atas kepalanya. Dia berkeinginan mengakhiri dirinya di sana, berdiri mengambil posisi dan sedikit linglung mendekati pohon besar. Pikirannya menjadi kosong, dia lupa pada dirinya.
Ketika dia menyentuh pohon besar itu, tiba-tiba buku kosong yang ia pegang sebelumnya Bergejolak. Buku itu bergetar dengan sendirinya, sementara Lark masih bersikap seperti orang yang telah kehilangan akal. Dia hanya menatap Buku itu dan melamun, begitu juga langkahnya berhenti ketika buku di tangannya bergetar.
Bukunya mulai bereaksi bergejolak ingin melepaskan diri dari tangan Lark sehingga membuatnya takut dan melemparnya, Lark terjatuh menyeret tubuhnya kebelakang karena melihat buku itu bergerak dengan sendirinya. Lark sekarang telah sadar dari rasa keputusasaannya, dia mengalami rasa takut ketika Buku itu secara ajaib terbang seperti kejadian di dalam perpustakaan.
Saat Buku sudah terbang dan mendekati Lark, Dadu menunjukkan permainannya. Memutar sebuah Roulette dengan cepat, hingga membuat Lark semakin takut. Dia bukan takut karena apa yang dilakukan Bukunya, tetapi dia takut bahwa takdir akan mempermainkan dirinya.
Hanya Lark pada saat itu, disaksikan oleh Pohon besar. Hujan terus berlanjut kian menjadi semakin deras. Lark mencoba memberanikan dirinya mendekati buku itu, walaupun masih terdapat keraguan di hatinya. Hanya untuk memastikan bahwa semuanya adalah nyata, itu yang dipikirkan nya saat ada buku sedang mengacak angkanya.
Lark sudah sangat dekat dengan buku, cahaya hitam terpancar keluar dari bukunya. Lark menelan ludah karena tertekan, dia merasakan sesuatu tidak mengenakkan di hatinya. Memulai ingin menyentuhkan tangannya ke buku, tapi buku itu tiba-tiba berhenti memutar angkanya.
__ADS_1
Angka dari sampul buku menunjukkan ketidaknormalan, sebuah buku yang menunjukkan Angka di bawah penyihir tingkat paling Rendah yaitu Dadu Berangka 00.
Cahya hitam mulai menyelimuti dirinya, Lark merasakan sesuatu ada yang berubah pada dirinya. Itu seperti tubuhnya di penuhi semacam kekuatan misterius tapi bukan Mana, melainkan sesuatu berupa Energi keputusasaan.
Ketika bukunya membalik selembar kertas, Lark mendapatkan pengalaman dalam penggunaan kekuatannya. Dia tau apa yang harus di lakukan dan kembali ke pertempuran sebelumnya, dia berlari sangat cepat seakan tubuhnya sangat ringan dan di penuhi banyak Mana.
Sementara dalam perjalanan Lark, disisi lain Leon masih hidup dan mempertahankan sejumlah Mananya yang sedikit. Dia bertarung dengan segenap kemampuannya, melompati berbagai dahan pohon sambil memikirkan menyelamatkan diri serta mungkin berharap ada pemburu yang lewat dan membantunya.
Iblis masih mendesak Leon, tapi Leon sangat pintar. Dia sama sekali tidak termakan omongan atau masuk ke dalam perangkap Iblis, hanya ketika sampai dia kehabisan Mana dan tertangkap oleh Iblis. Leon mencari cara agar terlepas dari mereka, dengan tubuh yang terluka. Dia bertahan untuk hidup.
Ketika rasa sakit sudah membuat tubuhnya mengalami mati rasa, Leon terjatuh hingga membentur ke tanah. Iblis mulai tertawa, mereka juga berhenti untuk membuat musuhnya berputus asa. Dengan menyiksa lawannya serta mempermainkan nya, itu lah kesenangan Iblis. Leon berharap ingin mati tanpa rasa sakit, dia meringkuk menatap kearah sisi Lark yang ia lempar sebelumnya.
Dan ketika Iblis Mulai merapalkan Mantranya, tiba-tiba seseorang datang dengan sangat cepat. Leon masih dalam keadaan setengah sadar, dia tidak tau siapa orang tersebut yang sedang bertarung dengan kedua Iblis. Tapi saat dia sadar dan membuka kedua matanya, entah kenapa kenangan masa lalu mulai terjadi lagi. Ketika dirinya di bully oleh sekelompok orang, dan seseorang datang menyelamatkan nya.
Anti-Magic itu yang mereka pikirkan saat ketidakberdayaan menghadapi seseorang sepertinya.
Lark terus memukul mereka, sementara Leon mengambil kesempatan menggunakan sisa dari kekuatan nya untuk membantu Lark.
" Sihir Api - Bola Api "
" Bagus kau telah sadar, Leon " Kata Lark sambil tersenyum.
__ADS_1
" Aku juga akan menunjukkan sesuatu kepadamu... ! " Sambungnya dengan rasa ke Percayaan yang tinggi.
" Anti-Magic - Pukulan Fatal "
Lark memukul dengan sangat keras, setelahnya Leon Membakar iblis itu dan membunuhnya. Sementara dia yang melihat temannya mati di tangan kedua pemuda yang belum dewasa, dia mengambil langkah mundur untuk melarikan diri.
Tetapi hanya melarikan diri tidak cukup ketika berhadapan dengan Lark, dia tidak berdaya karena Lark sangat cepat mengejar dan menetralkan kekuatan Sihirnya. Di akhiri Leon yang mengambil Last Hit nya, kedua iblis mati ditangan mereka berdua.
Semua keadaan kian membaik, Lark dan Leon mendekat satu sama lain seperti ingin berduel dan saling ingin menyalahkan. Tetapi rasa sakit di tubuh mereka tak tertahankan, hingga mereka terjatuh kebelakang. Sambil tertawa, mereka merasakan sendiri pengalaman bertarung menghadapi bahaya.
Hujan telah berhenti. Setelah selesai tertawa, Lark dan Leon tertidur di bawah rimbunnya pohon. Tubuh mereka mengalami mati rasa dan tidak bisa bergerak untuk sesaat, mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi ketika mereka tertidur. Dan ketika Leon membuka matanya, dia telah di gendong oleh Yuka. Sementara Lark juga di gendong oleh Aniese untuk kembali ke rumah.
Saat Leon pergi menyelinap keluar pada malam hari, mereka menyadari bahwa Leon ingin melihat dan mengawasi Lark agar dia tidak bertindak yang tidak diinginkan. Aniese dan Yuka juga pergi meninggalkan rumah untuk mencari keduanya di dalam hutan, benar saja ketika melihat Leon dan Lark tertidur di dalam hutan. Mereka segera membawanya pulang Ke rumah.
Aniese terkejut melihat ada dua mayat dari sosok iblis terbakar di hutan, begitu juga dengan Yuka. Mereka tidak menyangka bahwa Lark dan Leon akan membunuh Iblis di pengalaman pertamanya. Bukan hanya itu, Aniese melihat kedua iblis memiliki Dadu melebihi angka 05 dan itu sangat sulit untuk di lawan atau di bunuh kecuali, mereka yang telah mahir menggunakan sihirnya.
Hanya kedua pemula mengalahkan kedua Iblis tingkat lanjut ? pencapaian itu sangatlah luar biasa.
...-...
...-...
__ADS_1
...-...
^^^Bersambung...^^^