
...Prolog....
...Chapter 00 : Dadu Terendah Yang Tak Bernilai....
...Bagian 2...
...-...
...Dadu...
Dilambangkan sebagai Simbol dari Buku Sihir Grimoire, dasarnya kekuatan Penyihir ditentukan oleh besarnya Angka Dadu.
Semakin Besar Angka dari Dadu tersebut, maka kekuatan Sihir mereka juga akan semakin Besar. Sebaliknya, jika Dadu tersebut mendapatkan Angka Terkecil, besar kemungkinan Orang itu tidak memiliki bakat dalam sihirnya.
Pada umumnya setiap kelahiran Makhluk Hidup di Dunia ini, tentunya bisa merasakan Mana di dalam tubuh mereka. Walaupun Dadu nya menunjukkan Angka 01 yang dimana itu adalah Angka terkecil dari standar nya orang biasa, mereka masih bisa menggunakan ataupun merasakan sedikit Mana di tubuh mereka.
Setidaknya terlahir sebagai Orang berbakat dicintai Mana, mereka tidak perlu memikirkan susahnya mempelajari sebuah Mantra Sihir di bidang mereka. Tidak banyak yang mendapatkan Nilai Dadu Angkanya 12, karena semua sudah di tentukan oleh Takdir mereka masing-masing dari sejak di Lahir kan ke Dunia.
Pada 2000 Tahun lalu, Sepasang Manusia telah mempelajari Sihir dari Para Naga. Mereka mengajarkannya kembali kepada Ras lainnya dalam upaya bersama-sama memberontak untuk melawan " Naga Sejati " .
Manusia mendapatkan Sihir dari para Naga, sedangkan Ras Elves mempelajari nya dari para Spirit yang sebelumnya menirukan cara merasakan Mana dari para Manusia, dan Demon mendapatkan pengetahuan tentang Sihir melalui Jalan Kejahatan.
Walaupun sumber Sihir yang di pelajari mereka berbeda-beda, tapi sebenarnya Sihir datangnya dari Para Naga. Karena itu mereka menyebutnya Naga adalah Ibu dari segala Jenis Mana.
Banyak diantara nya mendapatkan Nilai Angka Dadu terkecil di Buku Sihir mereka, namun tidak ada yang mengeluh tentang hal itu, mereka menganggap suatu keberkahan bisa mempelajari Sihir.
Sihir Sangatlah membantu dalam kegiatan sehari-hari makhluk hidup yang mempelajari nya, itu karena sihir sudah menjadi separuh hidup mereka. Jika tidak ada sihir, kehidupan akan terasa berat untuk menjalaninya.
Dunia sudah menjadi lebih damai setelah kematian " Naga Sejati ". Dengan Kepergian Sepasang Manusia itu yang berpisah untuk menjalani kehidupan mereka masing-masing. Walaupun mereka berdua telah bersama-sama cukup lama, tapi takdir tidak mengharapkan mereka untuk bersama.
__ADS_1
Selanjutnya Ras Naga menemukan suatu Sihir yang dapat merubah wujudnya seperti Manusia dengan dua tanduk di kepalanya, sebagai jaminan karena telah merubah wujudnya maka mereka akan kehilangan setengah kekuatannya.
Dunia sebelumnya sangat damai karena perang telah selesai, tapi sekarang sudah banyak perubahan terjadi akibat perbuatan seseorang. Berbeda dengan Ras lainnya, Manusia kini sudah mengalami peningkatan dalam populasinya.
Mereka dapat dengan cepat menguasai Dataran, sehingga perebutan wilayah tidak terhindar kan. Terdapat Organisasi yang mengatasnamakan Kedamaian Dunia, saat kota Dragon Nest masih dalam tahap pengembangan.
Awal dari sifat buruk manusia dengan perburuan besar-besaran terhadap Ras Naga yang merubah wujudnya, mereka mengambil Tanduknya untuk di jual di pasar sedangkan tubuhnya sebagai bahan Penelitian Sihir.
Setelah itu melanjutkannya dengan Ras Elves, Mereka membunuhnya agar terhindar dari " keburukan Sifat mereka di masa depan ". Itu yang dikatakan mereka untuk menutupi kebenaran, tapi sebenarnya karena mereka takut bahwa Ras Elves akan jauh lebih berkembang dari para Ras manusia.
Hanya menyisakan Ras Demon di ujung Dunia yang sebelumnya kembali ke jalan kejahatan setelah kematian " Naga Sejati " , Populasi Ras Demon dan Manusia sama-sama meningkat.
Manusia kesulitan melenyapkan Ras Demon dengan Sihir mereka, itu karena Sihir Ras Demon jauh lebih kuat dari pada Sihir Manusia, sehingga mereka memutuskan untuk menunda penyerangan terhadap Ras Demon.
Organisasi ini berjalan tanpa sepengatahuan dari Penyihir Kota Dragon Nest, mereka memanfaatkan Kerajaan sekitar agar aksi mereka berjalan dengan lancar.
Saat dalam perjalanan nya, Laki-laki yang menjadi peran penting di penyebaran Sihir tidak sengaja menyelamatkan Perempuan Ras Naga dari tangan Manusia. Mereka berpetualang bersama-sama hingga akhirnya memutuskan untuk menikah, setelah kelahiran anak mereka, banyak pemburu yang ingin membunuh Istrinya karena dia seekor Naga.
Mereka menyelamatkan diri dari kejaran Manusia sampai ke puncak tempat mereka berlatih bersama Naga, tapi sebelum sampai di sana. Laki-laki itu sudah terbunuh oleh para manusia, sedangkan istrinya berlari keatas puncak untuk meninggalkan Bayinya di sana.
Dia mempunyai firasat buruk tentang suaminya, kemudian dia pergi untuk menyelamatkan Suaminya dari Manusia. Tapi pada akhirnya, mereka mati di tangan Manusia.
Selanjutnya perempuan dari pasangan Laki-laki itu sebelumnya telah mempunyai seorang anak dari laki-laki sang pujaan hatinya. Dia menjalani kehidupan Damai di dalam hutan bersama Suami dan anaknya, tidak berlangsung lama setelah kelahiran anak mereka.
Manusia Kembali menunjukkan taringnya dalam perburuan Ras Elves, ketika sebelum terjadinya Pertarungan Perempuan itu mengeluarkan Familiar nya untuk membawa Bayinya ke atas Puncak Naga.
Dia bertarung bersama Ras Elves, kemudian mati di tangan manusia. Melihat perbuatan Organisasi ini sudah menjadi, Para Penyihir Dari Kota Dragon Nest mulai mengambil tindakan untuk melenyapkan Organisasi walaupun harus menentang banyak Kerajaan yang memihak mereka.
Tentu saja Penyihir dari Kota Dragon Nest sangat kuat, mereka dengan cepat melenyapkan Organisasi ini yang berada di perlindungan kerajaan. Mendengar bahwa kedua pahlawan sudah Meninggal, orang-orang di kota Dragon Nest membuatkan Patung Naga dan sepasang Penyihir di tengah Kota.
__ADS_1
Dunia kembali menjadi damai, tapi tidak ada yang tahu tentang Populasi Ras Elves dan ras Naga karena banyak perburuan telah terjadi pada Mereka.
Kedua anak di Puncak Naga sudah banyak mengalami perkembangan, mereka di latih langsung oleh kedua Naga yang melatih orang tua mereka sebelumnya.
Mereka terlahir dengan keadaan istimewa, di mana satunya Manusia setengah Elves. Dia seorang laki-laki tampan yang di cintai Sihir, sedangkan satunya, dia Laki-laki biasa saja tapi memiliki Tekad besar dan tidak pernah menyerah akan keadaan nya tanpa memiliki Sihir.
Sebagai seorang Manusia setengah Naga, dia berjuang keras untuk melatih fisik nya agar bisa menjadi lebih kuat. Walaupun Ibunya seorang Naga yang memiliki kapasitas Mana sangat besar, tapi dia mengikuti Gen dari Ayahnya.
Saudara Angkatnya, Laki-laki tampan itu mendapatkan Buku Sihir di perpustakaan Para Naga. Dia membangkitkan Buku Sihir bernilai Dadu Angka 12 , terbilang Jenius. Dia dengan cepat mempelajari Sihir Api dari Naga Api " Igneel ".
Dia cemburu melihat Saudara nya telah mendapatkan Buku Sihir, dia kembali berlatih lebih keras dari Biasanya dan perjuangan tidak mengkhianati hasil.
Ketika dia berada di dalam suatu perpustakaan, dia mendapatkan Bukunya. Tapi keanehan terjadi sesaat, Buku itu samasekali tidak mempunyai Nilai Angka di Dadu nya.
Yaitu Nilai Dadu Angka 00.
Mereka terkejut seakan tidak mempercayai, tentu saja itu aneh. Padahal menurut standar dari Dunia, paling tidak orang biasanya mempunyai Nilai Angka Dadu di buku sihirnya. Sedangkan dia... tidak mempunyai Nilai Angka.
Beberapa tahun kemudian, Mereka berlatih dengan segenap tenaga. Pemilik Buku Bernilai Dadu Angka 12 sangat berbakat dalam Sihir nya, dia menjadi seorang " Spiritualist " karena dia keturunan dari Elves.
Sedangkan Anak yang mempunyai Buku Bernilai Dadu Angka 00 mendapatkan kekutan aneh, dia bisa Menetralkan semua jenis Sihir ketika menyentuhnya. Kedua Naga menyebutnya bahwa dia memiliki kekuatan " Anti-Magic " dan itu sangat berguna saat menghadapi Penyihir.
...-...
...-...
...-...
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1