Dragon Heart

Dragon Heart
Anak Yang Berbakat


__ADS_3

Dragon Heart.


...Chapter 03 : Keputusan Dari Takdir....


...-...


Perpustakaan adalah sebuah tempat yang dijadikan mereka untuk mendapatkan pengalaman pertama atau langkah awal menjadi seorang Penyihir, mereka beramai-ramai datang setiap tahunnya ke perpustakaan berharap mendapatkan Buku Sihir dan pastinya terpilih menjadi Penyihir resmi yang memiliki Lisensi karena mendapatkan Buku Sihir Grimoire.


Buku Sihir Grimoire sangat didambakan setiap makhluk Hidup agar bisa leluasa menggunakan Sihir, buku yang memiliki lambang Dadu di sampul depannya menandakan status mereka sebagai Penyihir. Saat mereka terpilih menjadi seorang Penyihir di Perpustakaan, Cahaya terang muncul secara mendadak di atas kepala mereka dan salah satu buku di dalam banyaknya Rak Buku berterbangan memutari mereka hingga memasuki cahaya tersebut. Sampai cahaya itu menghilang dengan sendirinya akan memperlihatkan Status mereka sebagai Penyihir, Dadu terlihat dari yang terendah yaitu angka 01 hinga tertinggi angka 12.


Sebelum cahaya menghilang mereka sudah terlebih dahulu berharap atau memohon untuk di berikan angka setinggi mungkin pada dadunya, karena angka Dadu sangat berarti bagi seorang Penyihir agar bisa menjadi lebih kuat lagi dari siapapun yang ingin di kejarnya. Setiap Angka Dadu memiliki batasan terhadap Circle nya. Sebagai contoh Angka Dadu tertinggi yaitu Angka 12 bisa mencapai Circle tingkat ke 8 jika mereka berusaha sekeras mungkin mencapainya, tetapi jika mereka mendapatkan kesempatan lebih banyak memperdalam Sihirnya itu akan memungkinkan bisa menciptakan Circle yang belum pernah ada yaitu Circle legendaris atau tingkat ke 9.


Baik Raja sihir maupun seseorang yang telah mendedikasikan dirinya terhadap Sihir bahkan mereka belum bisa mencapai ketahap menciptakan keajaiban tentang Circle Penyihir, Mereka hanya bisa mempelajari Sihir sampai ke tingkat ke 8 tertingginya dan tidak pernah ada tanda-tanda akan kemunculan Circle ke 9 yang katanya sangat melegenda. Sudah semaksimal mungkin mencoba metode dalam penguasaan Sihir, tetapi tetap saja hasilnya Nihil. Mereka pada akhirnya menutup mata tentang Sihir tingkat ke 9 ada di dunia dan hanya menganggap cerita itu adalah karangan Fiksi atau Mitos yang dibuat oleh seorang penyair agar mempertahankan Sihir terkuat pada diri manusia sehingga tidak jatuh serendah mungkin dari Ras Demon.


Di dalam perpustakaan Lark, Leon, dan Yuka. Sedang duduk di bangku di dekat pintu menuju Aula Buku, sambil berharap Yuka menggenggam erat kedua tangannya dan mengingat kembali tentang sihir yang telah di pelajari nya selama setahun penuh sesudah dirinya di tolak menjadi penyihir pada tahun lalu. Di sebelah kiri Yuka, ada Lark masih terlihat gugup dengan keadaannya dalam penguasaan terhadap sihir 0. Lark keringat dingin melihat kearah lantai dan mengoreksi dirinya akan terpilih atau tidak menjadi Penyihir, sementara Leon tidak menunjukkan tanda-tanda kegugupan atau kegelisahan tentang terpilihnya dia. Dari mata seseorang pastinya mereka berpikir bahwa Leon sudah terbiasa dan sangat percaya diri akan keadaan sekarang, tetapi yang sebenarnya terjadi pada Leon tidak sama seperti pikiran mereka. Leon walaupun dia bersikap dingin, tetapi dalam hatinya sangat berharap menjadi seorang penyihir kuat yang bisa melindungi keluarganya, tubuhnya sedikit gemetaran karena rasa takut ketika dia memasuki Aula Buku. Dia sesekali menyejukkan hatinya dengan menarik nafas dalam-dalam dan mencoba menyembunyikannya dari mereka berdua, terutama Lark yang menjadi Rival nya.

__ADS_1


" Adelle Minkar, Silahkan masuk ! "


Seorang pria tua menyebutkan nama dari anak laki-laki di urutan daftar catatannya, dia mengumumkan bahwa dia anak laki-laki itu selanjutnya akan memasuki Aula Buku.


" Ba-Baik ! "


Jawab dari anak laki-laki itu dengan penuh rasa takut dan ragu-ragu menjawab panggilan dari Pria Tua itu yang memanggil namanya di depan pintu Aula Buku, wajah anak laki-laki itu terlihat basah karena keringatnya semakin banyak ketika dia berjalan perlahan mendekati Pintunya. Tubuh gemetaran itu masih menolak ingin memasuki Aula Buku, tetapi dia juga ingin melihat hasil dari takdirnya menjadi seorang Penyihir. Sesekali dia menelan ludahnya, dia semakin mendekati pintu dengan tubuh masih terlihat tak berdaya mendorong Pintu Aula yang besar. Perlahan dia melangkah masuk dan seketika Pintu tertutup kembali secara otomatisnya, lalu saat semua telah selesai di dalam Aula Buku maka pintu akan terbuka kembali dengan sendirinya.


Awalnya semua anak masih terlihat ketakutan melihat hasilnya, tetapi saat anak laki-laki itu keluar dari Aula Buku. Dia terlihat sangat bahagia sembari memperlihatkan Bukunya melayang di depannya, sambil tersenyum-senyum dia berhenti di hadapan Pria Tua tadi.


Pria tua itu memberikan ucapan selamat kepada Anak laki-laki yang menjadi Penyihir baru dan berpotensi akan menjadi Penyihir Circle tingkat Lanjut. Bisa dikatakan bahwa mereka mendapat tingkat itu benar-benar akan menjadi seorang Penyihir, walaupun yang memiliki Dadu Angka 1 sampai 3 juga seorang penyihir. Akan tetapi mereka hanya bisa menggunakan Sihirnya untuk kegiatan sehari-hari mereka untuk bekerja di ladang maupun di hutan, mereka samasekali tidak bisa menaikkan Circle-nya ke tingkat 3 dan ke atas nya karena keterbatasan dalam penguasaan Mana pada tubuh mereka.


Setelah Anak laki-laki itu keluar mendapatkan Bukunya dan terpilih menjadi Penyihir tingkat lanjut, mereka secara sadar sedikit menghilangkan rasa takut pada diri mereka begitu juga pada mereka bertiga. Perlahan orang-orang yang berjumlah puluhan itu menghilang pergi memasuki Ruang Aula Buku dan pulang kerumahnya, sedikit orang mendapatkan Angka Dadu Tingkat Lanjut bahkan bisa dihitung dengan jari karena kebanyakan diantara mereka mendapatkan Angka Dadu Dibawah Angka 04.


" Yuka, Sekarang Giliran mu ! "

__ADS_1


Ketika namanya terpanggil, Yuka berdiri dengan segenap hati memendam rasa takut yang ia miliki selama setahun ini dan berharap untuk kedua kalinya dia akan terpilih menjadi seorang Penyihir. Wajahnya tadi ketakutan menghilang dalam sekejap ketika hendak membuka Pintu Aula Buku, dia menggigit sedikit bibirnya untuk menahan rasa takut dan perlahan memasuki Aula Buku. Yuka berdiri di atas Lingkaran Sihir di tengah Aula Buku sembari memejamkan matanya diapun berdoa memohon agar dirinya terpilih menjadi Penyihir.


Lalu secercah cahaya turun dari batu diatas lingkaran dan mengenai Yuka yang sedang berdiri di tengah lingkaran Sihir, Buku-buku mulai berterbangan mengelilingi Yuka menampilkan beberapa Angka Dadu secara Acak dan terus meroulette sampai angkanya berhenti. Momen itu disaksikan oleh Kakaknya Aniesse di lantai 2 Aula Buku, dia juga berharap Adiknya Yuka akan terpilih menjadi Seorang Penyihir berbakat seperti dirinya. Setelah beberapa menit kemudian dari sekian banyak buku mengelilingi dirinya, hanya satu buku saja terlihat di depannya saat dia membuka mata dan buku itu bernilai Dadu Angka 07. Yuka tidak menyangka akan mendapatkan sebuah kesempatan menjadi Penyihir yang memiliki Angka Dadu tingkat tinggi, sama seperti Kakaknya Aniesse yang memiliki Angka Dadu tingkat 10 dan secara kebetulan mendapatkan gelar "Magic Wall" karena dia sebelumnya telah gagal 1 tahun dalam pemilihannya menjadi seorang Penyihir.


Magic Wall dikatakan seseorang yang telah berhasil memperkuat sihir pelindungnya ketingkat lanjut atau tertinggi, Hanya dengan Tembok dari sihirnya bisa mencegah Sihir tingkat Circle ke 6 atas itu tergantung kapasitas Mana di dalam tubuhnya. Semakin besar kapasitasnya maka akan semakin kuat juga Pagar yang dia buat untuk mencegah Sihir dari lawannya. Aniesse sudah 2 tahun sejak dia memasuki Akademi Sihir dan memecahkan Rekor dalam hal Sihir Pelindung nya, selain memiliki kapasitas Mana yang besar dia juga sangat berbakat dalam hal memperbaiki masalah ketika dia mempelajari suatu tentang Sihir. Dalam hal itu ketika dia melihat adiknya mendapatkan buku tingkat tinggi, maka kegelisahan dihatinya juga semakin pudar dan kekhawatiran yang di rasakan kepada keluarganya perlahan sedikit menghilang karena terpilihnya Yuka.


" Sekarang Tinggal Mereka Berdua... "


...-...


...-...


...-...


^^^Bersambung...^^^

__ADS_1


__ADS_2