Dragon Heart

Dragon Heart
Perpustakaan Terbengkalai


__ADS_3

Dragon Heart.


...Chapter 05 : Buku Kosong Tanpa Kepemilikan....


...-...


Pulang ke rumah adalah hal yang paling di tunggu oleh Yuka untuk memberitahukan kisahnya selama ia berada di dalam perpustakaan. Ia sekarang mengambil sikap duduk bersama Leon sambil menunggu Lark yang masih di dalam Ruangan Aula Buku. Setelah beberapa menit sudah terlewati, akhirnya Lark keluar dari tempatnya. Ketika Lark melewati pintu, dia tampak sudah kehilangan semangatnya karena hal yang tidak diketahui.


Berjalan mendekati Pria Tua dan menatap kearah bawah, dia merenungkan tentang masalahnya tentang tidak terpilihnya dia menjadi penyihir. Lark berpikir usaha yang telah ia lakukan selama 3 tahun terakhir akan sia-sia jika dirinya tidak menjadi Penyihir. Langkah Lark berhenti di depan Pria Tua itu.


" Tidak perlu Kecewa saat dirimu tidak terpilih, Semua akan berjalan dengan sendirinya saat takdir sudah akan datang menghampiri mu ! "


Kata Pria Tua yang menyemangati Lark dari keputusasaan nya, Pria Tua itu sudah mengetahui sifat seseorang saat keluar dari Ruang Aula karena ia sudah berpengalaman mengawasi Calon Penyihir untuk melakukan Ritual Pemanggilan.


Hanya dengan menyemangati mereka yang telah gagal melakukan Pemanggilan dan mendukung mereka agar tidak berputus asa, itulah peran Pria Tua itu sebagai Pengawas. Jika seseorang gagal melakukan Ritual Pemanggilan di tahun sekarang, maka Tahun depan mereka bisa melakukannya kembali.


Sebuah kesempatan agar bisa melatih diri sendiri untuk berkembang lebih kuat sebelum menjadi Penyihir, itu yang di katakan oleh Pengawas ketika Calon Penyihir sudah merasa depresi akibat tidak terpilihnya dia.


Lark berjalan mendekati kedua saudaranya dengan ekspresi tersenyum, walaupun dia sekarang merasa sedih dan ingin menangis. Tetapi dia tidak dapat menunjukkan nya kepada mereka, hanya bersikap tetap tegar adalah yang terbaik ketika berhadapan dengan keluarganya.


Yuka sedikit memahami perasan Lark, dia tidak ingin banyak bertanya kepada Lark karena dia sebelumnya sudah mengetahui bagaimana rasanya di tolak untuk pertama kalinya. Yuka menyemangati Lark dengan kata-kata manisnya, sambil berangan-angan agar Lark tetap terus berjuang seperti sebelumnya tanpa pernah mengenal kata Menyerah.


Sementara Leon tidak berani berkata kepada Lark, Leon masih bersikap dingin dan memendam rasa pedulinya sedalam mungkin agar tidak membuat Lark merasa tersakiti.


" Ayo Kita Pulang... ! "


Yuka memimpin kata-kata, Hari sudah larut malam mereka kembali ke rumah untuk segera beristirahat. Sudah seharian penuh berada di Perpustakaan, wajar saja mereka kelelahan dan ingin rasanya mengistirahatkan tubuh mereka dari kelelahan.

__ADS_1


Dalam perjalanan ke rumah juga tidak seperti mereka berangkat pergi ke perpustakaan, suasananya menjadi hening ketika Lark masih menunjukkan ekspresi yang sedih. Yuka dan Leon tidak berani menatap wajah Lark, mereka terus berjalan hingga sampai ke rumah. Tapi tiba-tiba saat ingin membuka pintu Rumah, Lark mengatakan sesuatu kepada mereka.


" Aku ingin berlatih sebentar di hutan, kalian segeralah Istirahat ! Aku tidak akan pernah menyerah hingga menjadi seorang penyihir yang hebat... !!! "


Lark berkata keras dengan kehendaknya, suaranya yang berambisi membuat kedua orang tua mereka keluar dari rumah. Tatapan Lark menunjukkan bahwa dia telah siap melakukan kegiatannya sehari-hari yaitu berlatih sekuat tenaga.


Yuka, Leon dan kedua orang tua mereka juga ikut tersenyum ketika Lark kembali ke sikap seperti biasanya. Mereka tidak bisa memaksa Lark ketika ingin beristirahat saat ia sudah menentukan pilihannya, hanya bisa menyemangati dan mendukung nya saja itulah peran mereka sebagai Orang Tua.


Lark berlari menuju ke hutan, meninggalkan keluarganya untuk berlatih. Berlari sekuat tenaga melewati jalanan desa untuk pergi ke hutan , nafas nya terengah-engah saat dia berlari sangat kencang dan semua pikiran yang mengganggu perlahan juga sedikit menghilang.


Pada akhirnya Lark tertawa dengan keadaan lelahnya, mengingat kejadian sebelumnya hingga menjadi sedikit gila. Melepas semua rasa lelahnya, Lark tertidur di hutan. Dua jam terlewati, Bulan masih menunjukkan cahaya nya. Keadaan Lark telah membaik, dia bangun dari tempatnya.


Tapi dia tidak menyadari bahwa dia telah tersesat di hutan, Sebelumnya dia berlari tanpa arah menuju ke hutan untuk melepas rasa sedihnya. Hingga dia tidak mengetahui keberadaan nya di hutan, sebuah tempat seperti reruntuhan. Lark berjalan mengikuti jalan batu yang berlubang, tidak berlangsung lama. Dia menemukan Pintu masuk kedalam Reruntuhan.


" Ini, tempat Apa...? Kenapa sebelumnya aku tidak mengetahuinya ? "


Lark perlahan membuka pintunya, walaupun pintu itu sedikit berkarat karena terbuat dari campuran bahan besi. Ketika pintunya telah terbuka, Lark melangkah masuk dengan persiapan sebatang kayu kecil di tangannya. Hanya untuk berjaga jika sewaktu ada hewan buas akan menerkam nya di balik kegelapan Reruntuhan, pandangan tidak terlalu jelas karena gelap.


Dia tidak sengaja menemukan kembali pintu besar yang tampaknya sangat sulit di buka, merasa terkesan dengan pintu besar di depan matanya. Lark pun mencoba membuka pintu secara paksa dengan mendorongnya sekuat tenaga, tetapi pintu tetap saja tidak terbuka.


Lark berpikir tentang kesulitan yang ia sedang hadapi sekarang ini, tetapi tetap saja akhirnya jalan buntu. Sangat di sia-siakan ketika sesuatu tersembunyi di dalam sebuah reruntuhan dan terkurung di balik pintu besar, kesulitan di dapatkan Lark.


Dia mundur selangkah yang artinya ingin meninggalkan reruntuhannya, saat dia berjalan mendekati dinding dan tidak sengaja menginjak sesuatu batu yang berupa pemicu untuk membuka Pintu besar itu. Lark terkejut hingga terjatuh melihat pintu besar secara tiba-tiba terbuka dan mengeluarkan suara dentuman keras di dekatnya.


Ketika semua telah menghening, Lark berdiri dari tempatnya. Lalu berjalan mendekati Ruangan tadi, masih dalam suasana gelap. Hanya sedikit yang dia bisa lihat, di dalam ruangan terdapat banyak buku tersusun rapi di raknya dan rak-rak itu membentuk suatu lingkaran oval di sertakan terdapat lingkaran Sihir di tengah nya.


Lark perlahan mendekati Lingkaran sihir dengan perasaan sedikit takut, tetapi rasa penasaran dari Lark terus memaksakannya untuk masuk lebih dalam hingga mendekati Lingkaran Sihir.

__ADS_1


Sebenarnya Lark tidak mau masuk dan mendekati lingkaran nya, tetapi dia ingin mengetahui apa yang ada di dalam tempat tersembunyi di balik reruntuhan yang dia temukan ini. Walaupun bersifat Abstrak, tempat ini dulunya sebuah tempat Ritual bagi para pendahulu untuk melakukan pemanggilan.


Saat pertama kali memasuki Reruntuhan, juga terdapat berbagai tulisan Kuno di dindingnya. Selain Tulisan di dinding, ada yang lebih menarik lagi dari itu. Tepatnya di dalam Ruangan tersembunyi yaitu ruangan banyak buku di tempat Lark sekarang, terdapat Patung Naga besar yang memancarkan Cahaya biru gelap.


Bukan hanya satu, tetapi patung-patung itu ada empat dan tersusun menurut arah Kardinal ( Utara, Selatan, Timur Dan Barat ). Tentunya Lingkaran Sihir di tengah dari patung-patung itu sebagai Induknya. Belum tau pasti tentang kepemilikan dari Reruntuhan ini, karena tidak ada tanda bukti kepastian dari Ras mana yang telah meninggalkan warisannya.


Lark berada di tengah lingkaran Sihir, aura terpancar dari patung naga belum menunjukkannya kepada Lark. Begitu juga Cahaya pemanggilan seperti sebelumnya, tidak ada reaksi sama sekali ketika menginjakkan kaki di tengahnya.


Lark hanya berdiri melihat sekelilingnya dengan perasaan sedikit cemas karena melihat Patung-Patung itu seperti Menatapnya, merasa sedikit tersedak ketika di tatap patung.


Keanehan terjadi di dalam reruntuhan, angin berhembus di suatu ruangan tertutup hingga membuat Lark terduduk dan batuk-batuk di tengah lingkarannya. Tubuh Lark mulai gemetaran yang di sertakan keringat dingin, saat ada angin berhembus di sekitarnya.


Tidak ingin terlalu lama berada di tengah lingkaran, Lark mencoba berdiri dan melarikan diri dari tempat itu dengan tergesa-gesa. Tetapi saat dia ingin meninggalkan tempat Ruangan itu, entah kenapa ada yang membuatnya tersandung dan terjatuh hingga membanting ke lantai.


Lark merasa panik lalu melihat sekitar, dia mengambil kembali sebatang kayu di dekatnya. Saat dia sudah sedikit tenang, dia kembali menelusuri penyebab ia terjatuh sebelumnya


" Apa ini Buku ? Kenapa ada disini, bukankah tadi tidak ada buku yang berjatuhan ? "


Sebuah buku terjatuh dari raknya di dekat patung naga Selatan, Lark mengambilnya dan melanjutkannya dengan pergi keluar Reruntuhan. Dia Berjalan meninggalkan Reruntuhan, cahaya mulai menyinari dalam reruntuhan melewati pintu yang telah rusak. Burung-burung mulai berbunyi, di sertakan hembusan angin sejuk di pagi hari.


Lark beristirahat duduk di atas sebuah batu dekat dengan pintu reruntuhan, sambil mengamati sekitar. Dia kembali melihat buku yang di temukannya sebelum ia keluar dari reruntuhan, sedikit menegangkan ketika ingin membuka isi dari bukunya. Lark perlahan membalikkan sampul buku dengan harapan ingin melihat apa isi kandungan dari buku yang tidak memiliki gambar atau tulisan di sampulnya.


Benar saja isinya seperti Sampul Buku, Hanya Buku yang tidak berisikan apa-apa atau Kosong dan tidak bernilai.


...-...


...-...

__ADS_1


...-...


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2