
Dragon Heart
...Chapter 08 : Keinginannya Untuk Hidup....
...-...
'' Ha... Ha... Ha... '''.
Terdengar suara dari anak berlari dengan penuh ketakutan. Dia bersama dengan kedua rekannya berlari tanpa arah mencari tempat persembunyian.
Di malam hari semua tidak terlihat, belum lagi gelapnya lorong membuat tempat itu semakin gelap gulita. Baik itu cahaya dari bulan atau cahaya yang dihasilkan seseorang tidak terdapat di sana.
Mereka hanya mengandalkan naluri saja, untuk menyelamatkan diri dari kejaran seseorang di belakangnya.
'' Bagaimana... cara kita... menyelamatkan diri dari kejaran mereka... ? ''.
Suaranya sedikit lemah dan sedikit terpatah patah karena kehabisan nafas. Mereka berhenti sebentar untuk beristirahat, sudah sangat lama berlari tanpa memikirkan rasa sakit di kaki mereka.
Walaupun tidak dapat melihat di sekitar, tetapi mereka menyadari keberadaan rekan rekannya. Hanya berharap akan menemukan jalan keluar dari kegelapan sekarang, itu yang dipikirkan mereka.
'' Tidak ada cara lain selain berlari menuju ujung lorong, tetapi jika saja aku bisa menggunakan sihir pasti... ''.
Seorang rekannya membalas perkataan dari suara lemah tadi. Dengan rasa penuh kekecewaan yang diucapkannya, dia terduduk dan bersandar di dinding lorong.
'' Tidak apa apa... ! ''.
Suara yang lemah mencoba menyemangati rekannya dan perlahan mendekatinya. Dia tidak bermaksud bertanya tentang kekurangan rekannya, tetapi hanya mencoba bertanya tentang suatu keadaan sekarang.
'' ... Aku yakin kita semua akan selamat dan keluar bersama sama dari lorong ini... Benarkan ? ''
Suara lemah itu berdiri di depan rekannya yang sudah berputus asa. Dia memberikan senyuman hangat kepadanya dan menempelkan tangannya di pundak rekannya.
Saat suara lemah berbicara kepadanya, itu terasa seperti dorongan di dalam hatinya yang mencoba untuk tetap bersemangat. Di tambah sedikit senyuman dari rekannya. Hingga membuat ia terbayang seolah melihat wajah cantik dari rekannya sedang tersenyum kepadanya.
'' Benar sekali... Ayo kita pergi dari sini... ! ''.
Dia mencoba agar tetap tegar di depan rekannya. Tubuhnya sedikit mengalami rasa sakit karena benturan sebelumnya. Bermodalkan semangat yang diberikan rekannya, ia bangkit dari perasaan kekecewaan terhadap dirinya.
'' Gawat... !!! Mereka mengejar kita... ''.
Suara rekannya di belakang dengan cukup panik, ia memperingati rekan lainnya di depan.
'' Itu mereka... Kejar...!!! ''.
Suara dari seorang pemimpin regu pengejaran yang memerintahkan bawahannya. Dia sangat yakin bahwa mereka akan tertangkap dan kembali ketempat mereka sebelumnya.
Istirahat telah selesai. Mereka berusaha berlari sekuat tenaga, menghindari kejaran dari mereka yang mengejar.
Sampai tiba, di mana mereka menemukan ujung lorong nya. Perasaan senang dan semangat mulai terukir di hati mereka.
Itulah yang seharusnya terjadi...
Tetapi ternyata di sana adalah tempat terakhir bagi kedua rekannya yang berusaha menciptakan mimpi untuk seseorang di dalam suatu objek percobaan.
Yaitu kebebasan.
Lluvia sebagai tempat atau kota perbatasan. Kota ini bertempat di atas tambang biji bijian material pembuatan senjata peralatan sihir, dan di bagian terdalamnya terdapat batu magis yang bisa menyimpan Mana.
Bagian pintu masuknya berada di dinding lembah yang membatasi kedua wilayah. Jembatan terbangun di atas lembahnya untuk penyebrangan, begitu juga jembatan menuju pintu masuk tambang.
Kota ini cukup terbilang maju karena bisa menjadi jalan akses perdagangan antar kedua kerajaan, dengan pemandangan di atas jembatan yang memperlihatkan lampu lampu unik menghiasi pintu masuk tambang.
Bukan hanya pemandangannya saja yang menarik perhatian publik, tetapi di kota ini di huni oleh berbagai ras tanpa ada perselisihan memandang ras nya masing masing.
Rata rata penghuninya berasal dari berbagai daerah yang bermigrasi atau hanya ingin menjalani bisnis.
__ADS_1
Kota di bangun sejak 30 tahun lalu sudah berkembang sangat cepat karena tata letaknya berada di perbatasan. Pemimpinnya bukanlah dari ras human, melainkan non human yaitu dari Ras Dwarf.
Walaupun dia hanyalah seorang dwarf, tetapi dia sangat kuat di bidang sihir tanah dan penguatan tubuh. Dia diakui karena leluhurnya menjadi pemeran penting dalam pembuatan peralatan sihir.
Pada 2.000 tahun lalu, mereka membuat peralatan sihir untuk melawan invasi dari naga sejati. Di bantu oleh naga bumi yang menjadi penyedia material terkuat dan sihirnya, agar proses pembuatannya berjalan dengan lancar.
Walaupun kota ini sangat ramai dan indah, tetapi di sisi gelapnya terdapat hal negatif yang melibatkan banyak anak untuk suatu objek penelitian.
Mereka membangun riset penelitiannya di salah satu tambang yang cukup jauh dari pemukiman. Sudah 5 tahun sejak penelitian di mulai, sebagai objek uji cobanya adalah anak anak yang di culik oleh mereka.
Diperkirakan sudah ada 750 sampel anak di dalam tabung, berisikan cairan hijau dan selang selang mereka menuju ke tabung utamanya yang sangat besar.
Tidak diketahui makhluk apa di dalam tabung besar itu karena tertutup cairan lebih hijau dari sebelumnya. Hanya memastikan bahwa mereka menyebut nya sebagai objek tanpa nama.
'' Bagaimana dengan No. 377. Apakah ada perkembangan dengan partikel sihirnya ? ''.
Seorang ilmuan bertanya kepada rekannya yang sedang mengerjakan sesuatu di sihir protektor.
Dia memiliki suatu keraguan ketika mengamati objek penelitiannya. Seorang laki laki paru baya yang terjebak bersama para penelitian sihir ilegal.
Sebelumnya dia berada di tempat penelitian tentang buku sihir. Tetapi dia berpikir ingin meneliti terlebih dahulu tentang adanya sihir di dalam tubuh seseorang.
Dari seorang kenalan nya, dia mendapat kabar bahwa di kota Lluvia sedang Mempraktekkan sesuatu yang berhubungan dengan sihir di tubuh manusia.
Dan hingga di hari itu, dia berada di sana dalam objek penelitian ilegal. Walaupun sedikit kecewa dengan hal yang dilakukannya salah, tetapi dia ingin melihat perkembangannya.
Subjek No. 377. Ketika dia mengamatinya entah kenapa subjek itu sadar dan melihat dirinya dan kembali menutup matanya.
Berpikir ada suatu masalah dalam prosesnya, hingga dia mempertanyakan kepada rekannya.
'' Tidak ada permasalahan pada Subjek itu. Sekarang yang harus di perhatikan adalah proses Asimilasi nya... ! ''
'' Baik baiklah... Aku akan memperhatikan langkah itu ''
Hingga terjadilah suatu permasalahan di sana. Tentang penyerangan cacing pemakan Mana sedang memberontak dan menghancurkan banyak tempat.
Sedikit subjek mengalami kegagalan dan terjadilah pembuluh darahnya meledak akibat jumlah Mana berlebih masuk kedalam tubuh mereka.
Laki laki itu tidak sempat mengungsi, dia masih didalam sana mencoba mengamankan pekerjaannya secepat mungkin agar para subjek tidak mengalami kegagalan.
Tetapi suatu keanehan terjadi saat dia terlalu fokus terhadap pekerjaannya. Akibat dari benturan pertarungan antara penyihir dan cacing, mengakibatkan dinding di langit langit mengalami sedikit masalah dan akhirnya jatuh menimpa selang penghubung tabung.
Beberapa proses di tabung berhenti karena tertimpa batu. Pada Subjek No. 377. Tersadar karena selangnya terputus dari tabungnya.
Dia seorang laki laki yang mencoba memecahkan tabung itu dengan kedua tangannya. Setelah berhasil, dia melihat beberapa tabung juga mengalami hal sama sepertinya dan menghancurkan tabungnya.
Satu orang laki laki berambut pirang dan satunya lagi perempuan dari ras elf. Mereka tersadar melihat kejadian itu, hingga mereka memutuskan melarikan diri keluar dari tempat objek penelitian.
Saat mereka tengah menyelamatkan diri, dia laki laki paru baya telah melihat semua kejadiannya dan membantu mereka keluar dari tambang ini.
Tetapi dia tidak bisa membantu mereka lebih jauh karena masih ingin melanjutkan penelitiannya. Dia hanya memberitahukan dimana arah yang benar menuju keluar tambang.
Sekecil apapun bantuannya, akan menjadi suatu harapan bagi mereka. Hal itu membuat perasaan dari laki laki yang membantunya tersenyum melihat mereka bisa selamat sampai keluar dari tempat ini.
Dan ketika mereka telah sampai diujung lorong, hingga di mana harapan itu hampir hilang ketika kedua temannya mencoba menyelamatkan nyawa dari seorang yang sangat di percayai nya.
Saat mereka telah keluar dari tambang, beberapa ilmuan dan penyihir telah bersiaga mengepung mereka bertiga.
Dibekali oleh pengetahuan dan Mana di tubuh mereka. Hingga mencoba memberontak melawan para penyihir, tetapi hanya dia yang sama sekali tidak bisa menggunakan sihir terdiam tanpa melakukan apa apa.
'' Lari lah dari sana... Kami akan menahan mereka... !!! ''.
Teriakan dari seorang perempuan dengan rasa kepercayaan dirinya terhadap anak laki laki itu yang akan membawa mimpinya.
Mendengar nya untuk segera pergi. Dia berlari menelusuri lembah lebih jauh dari tempat mereka. Rasa bersalah dan menyesal sekarang telah dipikirkannya saat dia meninggalkan mereka di sana.
__ADS_1
Dia sudah berjalan terlalu jauh dan memasuki hutan. Berpikir tidak akan ada pengejaran, dia akhirnya bisa mengistirahatkan dirinya.
Tidak lama setelah beristirahat, terdapat hal mencurigakan di dekatnya. Benar saja, mereka telah mengepungnya dan sedikit berbincang kepadanya.
'' Mau sampai kapan lagi kau akan melarikan diri... Subjek No. 377. ? ''
Seseorang di balik pepohonan keluar membawa sesuatu kantung plastik berukuran besar. Dia berjalan mendekati anak laki laki itu.
Sangat terkejut dan bersiap menyerang dengan sebilah bambu runcing di tangannya. Dia melihat sekitarnya untuk mencari celah melarikan diri dari mereka.
'' Apa kau tau jika melarikan diri dari sana, maka kau akan berakhir menjadi seperti mereka... ''
Pria itu melemparkan plastik itu kepada dia. Dan yang terdapat di sana adalah suatu potongan tubuh dari temannya yaitu kepala. Hingga membuatnya muntah serta menjerit ketakutan.
Sementara Pria itu tertawa melihat anak laki laki di depannya berteriak di depan mayat kedua temannya. Pria yang bergelar sebagai pemimpin pasukan pengejaran hanya ingin mengetahui seperti apa yang terjadi ketika rasa dari keputusasaan saat melarikan diri dari kejarannya.
Anak laki laki yang tadinya berteriak dan menjerit secara terus menerus, akhirnya diam untuk sesaat. Tidak lama kemudian, secercah cahaya keluar dari tubuhnya yang di ikuti suatu buku yang muncul entah dari mana di depan nya.
Seolah buku itu berteleportasi menuju ke pemiliknya secara mendadak karena adanya sedikit sumber mana tercipta di dalam tubuhnya.
Dengan begitu semua orang di sana telah menyaksikan kejadian langka yang sangat jarang terjadi di sekian banyaknya penyihir di dunia ini.
Pada dasarnya Buku sihir harus di cari di dalam suatu perpustakaan dan penyihir yang ingin menggunakan kekuatannya harus bergantung pada bukunya.
Di dalam perpustakaan, mereka akan terpilih menjadi penyihir ketika sudah memiliki buku. Mereka berkata dari zaman ke zaman bahwa,
'' Mencari buku haruslah di perpustakaan, jika ingin cepat di akui oleh buku dan menjadi seorang penyihir '' .
Sebenarnya teori mereka itu benar. Ketika seseorang ingin mencari sebuah buku, maka pilihan yang tepat adalah perpustakaan karena di sana banyak terdapat buku.
Tetapi ini bukanlah buku biasa, melainkan Grimoire. Sebuah buku sihir yang terdapat lambang dadu di sampulnya dan di dalamnya terdapat suatu kekuatan magis yang dapat membimbing seseorang menjadi Penyihir.
Buku itu memiliki kesadarannya sendiri mencari pemilik aslinya. Ketika pemiliknya sudah sadar akan kekuatannya, Grimoire secara otomatis akan berpindah tempat sedekat mungkin ke pemiliknya yang sudah di takdirkan.
Tetapi kejadian sekarang sangatlah jarang terjadi, itu karena seseorang belum menyadari potensi dari dirinya sebagai penyihir. Di dunia ini, setiap makhluk akan memiliki Mana di tubuhnya dan akan menjadi penyihir saat kekuatannya sudah terbangkit.
Mereka yang secara tiba tiba terbangkit akan memiliki kekuatan dan sumber Mana cukup besar mengalir di nadinya. Belum lagi dia, anak laki laki itu sudah mengalami proses asimilasi sihir dari suatu makhluk yang tidak di ketahui rupanya.
Suatu kejadian memicu pada mentalnya saat melihat kedua temannya mati terbunuh, sehingga kekuatan sihirnya memancar dengan hebatnya dan membuat fenomena alam yang membuat langit menghitam.
Setelah beberapa saat, ketika langit sudah tidak bisa menahan kekuatannya. Maka munculah hujan deras disertakan petir yang menyambar di sekitar anak laki laki itu.
'' Sihir tanah - Bola Pelindung ''
Pria pemimpin regu pengejaran hanya bisa terdiam sambil melindungi dirinya dengan sihir dari tanah yang di buatnya sendiri karena takut akan terkena sambaran petir.
Dengan daya sambaran cukup besar, sehingga membuat pelindungnya pecah dan mengenai Pria itu beserta anak buahnya.
Mereka mati seketika, tanpa ada yang selamat dari takdir mereka. Seperti di ibaratkan sebuah pohon menjulang tinggi terbakar akan sambaran petir yang dahsyat.
Dan tidak lama kemudian. Hujan beserta kilatannya mereda, sama seperti menghilangnya Anak laki laki itu yang membawa mayat kedua temannya.
Mereka para ilmuan hanya bisa mencari sisa sisa jejak Mana tertinggal di tempat titik utama kejadiannya dan mengirimkan beberapa personelnya untuk mencari keberadaan subjek No. 377 di luar hutan.
Sementara Pria paru baya yang menyelamatkan mereka. Hanya bisa berharap bahwa dia,
Anak laki laki itu bisa membentangkan sayapnya di udara dan mencari mimpinya sendiri tanpa mengalami penderitaan sama seperti sebelumnya.
...-...
...-...
...-...
^^^Bersambung...^^^
__ADS_1