
Dragon Heart.
...Chapter 02 : Aula Pemanggilan....
...-...
Setelah selesai membersihkan kandang Kuda, Mereka bersama-sama pergi ke padang untuk mencari Rerumputan. Dengan Pisau kecil berbentuk sabit yang telah di bawa mereka sebagai alat untuk memotong rumput, sebenarnya mereka tidak memerlukan peralatan seperti Pisau sabit karena hanya mengandalkan Sihir bisa mempercepat pengerjaan nya.
Tetapi bagi Lark yang tidak bisa menggunakan Sihir tingkat Dasar apapun haruslah menggunakan Peralatan agar dapat membantu mereka, sementara Leon dan Yuka terlihat bersemangat karena dengan cara ini bisa memperdalam Sihir mereka.
Telah sampai di padang, Rerumputan lebih hijau dan segar di bandingkan Rerumputan di pedalaman Hutan. Baik itu cahaya matahari maupun sumber Mana di Bumi yang berlimpah menjadikan Rerumputan sangat subur, hingga memungkinkan Rumputnya cepat memanjang.
" Leon, bagaimana kita berlomba untuk siapa paling banyak mendapatkan Rerumputan Panjang ? "
Lark bertekad dengan pekerjaannya tanpa menggunakan Sihir, di mata nya mungkin terlihat seperti berapi-api karena sudah tak sabar ingin berlomba dengan Leon.
Dia mengambil dua pisau kecil di dalam Ranjang yang terbuat dari Rotan untuk menampung Rumput mereka nanti, hanya ketika dia bisa mengendalikan pisau di kedua tangannya secara teratur dan menunjukkan Kesombongannya dengan melemparkan pisau itu ke udara hingga membuat cemas Yuka.
" Sihir Api - Bola Api "
Sihir api tingkat dasar yang di keluarkan oleh Leon dan mengarahkannya ke Pisau terbang di atas kepala Lark.
" Dasar bodoh apa yang kau lakukan jika pisaunya lepas dari pandangan mu ? "
Ketika Lark melemparkan Pisaunya keatas dan berharap menangkapnya, Leon mengeluarkan sihir tingkat dasarnya yaitu bola yang terbuat dari api memantulkannya kebelakang hingga pisau itu terjatuh sejauh 20 meter dari tempat mereka berdiri.
Karena perbuatan Lark tampak ingin memperlihatkan kemampuannya dalam memfokuskan suatu alat yang di lempar nya, membuat Yuka marah dan memperingatinya bahwa hal itu bisa membahayakan saat Pisau lepas dari pandangannya.
__ADS_1
" Tenang saja, aku bisa menangkapnya. "
Lark menegaskan kemampuan nya dalam hal melempar pisau, tetapi Yuka tetap tidak memperbolehkan nya untuk melakukan hal berbahaya seperti itu lagi karena dia menyayangi Lark dan Leon sebagai Adik kandungnya sendiri. Walaupun Lark tidak di cintai Sihir, Yuka terlihat lebih memperhatikan nya agar dia tidak melakukan hal yang merugikan ketika merasa Depresi.
" Baiklah mari kita Mulai... ! "
Yuka memulai dengan berkata-kata sambil mengambil beberapa Ranjang untuk menampung Rumput dan menempatkan nya di sekitar Rerumputan panjang, kemudian dia mempersiapkan diri ingin mengeluarkan mantra sihirnya saat membentangkan kedua tangan nya ke depan.
" Sihir Angin - Angin Pemotong "
Sesuai namanya, angin berbentuk pisau yang tajam berayun-ayun di pangkal Rumput dan hanya menyisakan sekitar 10 cm lagi agar bisa di panen kembali ketika dua minggu Ke depan.
Banyak Rerumputan terpotong karena sihir Anginnya. Melihat Yuka lebih dulu memulai aksinya, Leon serta Lark sebelumnya hanya melihatnya dari belakang dan mereka kembali memanas, tidak tinggal diam Leon menggunakan Sihir api kecil untuk memotong Rumput hingga menjaganya agar tidak terbakar.
" Sihir Api - api konsisten kecil "
" Teknik Dua Tangan - Dua Tebasan Beruntun "
" Jadi siapa pemenang nya, Yuka ? "
Lark bertanya kepada Yuka dan menunjukkan Ranjang yang berisi Rumput, Lark sangat yakin bahwa dia telah mendapatkan lebih banyak Rumput dari pada Leon.
" Tidak, tentu saja aku Pemenang nya ! "
Leon tidak mau mengalah, dia juga menunjukkan kegigihannya dalam menghadapi Lark. Dia memperlihatkan Ranjangnya di hadapan Yuka, sementara Yuka berpikir melihat perlakuan mereka berdua cukup lucu karena memperdebatkan masalah kecil.
" Tidak ada pemenang nya selain Aku... Sudahlah ambil saja Ranjang-Ranjang kalian dan bawa itu ke gudang ! "
__ADS_1
Yuka tidak memperdulikan perbuatan mereka dan tetap bersikap Netral, dia membawa kedua Ranjang berisikan Rerumputan yang lebih banyak dari pada mereka berdua. Sementara Lark dan Leon berdiam sejenak memperhatikan Ranjang-Ranjang mereka, kemudian setelah menyadari bahwa Yuka lebih banyak membawa Ranjang maka mereka terpaksa mengikuti Yuka.
Setelah seharian penuh mengambil Rerumputan di padang, mereka membawanya ketempat gudang untuk sementara waktu menyimpannya dan menunggu hari esok agar bisa di jemur di bawah sinar matahari langsung. Prosesnya Rerumputan kering sangat cocok menjadi makanan Kuda dari pada Rumput yang masih hijau.
*****
Hari yang sudah dinantikan sudah tiba, yaitu hari dimana untuk memanggil Grimoire pada suatu acara di setiap Desa selama 1 kali dalam setahun. Lark, Leon dan Yuka memutuskan untuk pergi bersama-sama ke perpustakaan, sebelumnya Yuka sudah dua kali mengikuti Acara Pemanggilan Grimoire. Namun dia tidak terpilih karena belum takdirnya menjadi seorang penyihir, itu sebabnya dia lebih bahagia ketika melakukan kegiatan yang bersangkutan dengan Sihir.
Kakaknya Aniese mendapatkan suatu keberuntungan pada 3 tahun yang lalu, dia berhasil memanggil Grimoire nya sendiri tanpa harus mengulanginya di tahun depan. Berbeda dengan adiknya Yuka, kakaknya Aniese cukup ahli dalam menggunakan Sihir tingkat dasar sebelumnya dan dia juga mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang di Kota Dragon Nest karena bakatnya dalam Sihir Air cukup teratur dari penyihir Air lainnya.
Aniese pergi ke kota menerima panggilan dari mereka dan dia sedang belajar di Akademi penyihir untuk menjadi seorang penyihir yang bisa melindungi Manusia dari kehancuran, sesekali Aniese berkunjung ke desa nya hanya ingin melihat keluarga nya. Pada saat Acara Pemanggilan Aniese juga datang untuk melihat dan menyemangati adik-adiknya, dia berharap di tahun ini semua adiknya bisa mendapatkan Grimoire nya sendiri termasuk Lark yang tidak memiliki Fluktasi Sihir di tubuhnya.
Sebenarnya dia pergi ke Akademi juga memiliki tujuan untuk mencari cara mengatasi Fluktasi sihir di tubuh Lark, namun sampai sekarang dia tidak menemukan buku atau pengetahuan yang berhubungan dengan tubuh Non Sihir. Sambil mencari cara mengatasinya, dia juga akan datang setiap bulannya memastikan perkembangan mereka bertiga dalam penguasaan Sihir.
Yah, Aniese terlihat senang ketika bersama dengan adik-adiknya. Dia juga mengawasi perkembangan Lark agar tidak melakukan hal tidak diinginkan karena kemungkinan Lark akan merasa depresi yang berlebihan saat tidak bisa menggunakan Sihir.
Bertempat di suatu perpustakaan Desa Lenient, banyak orang berdatangan hanya untuk memanggil Grimoire nya dan pergi ke Akademi Dragon Nest. Mereka bertiga tampak lebih bersemangat dan tidak sabar saat menunggu gilirannya di panggil ke Aula pemanggilan, ketika memasuki perpustakaan mereka harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pengawas perpustakaan.
Ini bertujuan untuk menertibkan orang-orang yang akan melakukan pemanggilan karena prosesnya secara bergantian, sementara namanya ketika di panggil maka mereka harus berdiri di tengah Aula yang berisikan banyak buku hanya seorang diri saja agar proses pemanggilannya berjalan sesuai aturan.
Lark, Leon dan Yuka sedang berdiri di dekat pintu masuk Aula sambil menunggu nama mereka terpanggil, sementara Aniese sebagai pengawas dia di perbolehkan masuk kedalam Aula untuk mengawasi peserta dari lantai 2 perpustakaan.
" Semoga kali ini aku bisa memanggil Grimoire ku... "
...-...
...-...
__ADS_1
...-...
^^^Bersambung...^^^