Dragon Heart

Dragon Heart
Desa Awal


__ADS_3

Dragon Heart.


...Chapter 01 : Dua Anak Yang Terlantar....


...-...


Patung sepasang Penyihir berlutut di hadapan Naga menghiasi tengah Desa.


Langit Mendung Menurunkan Hujan Deras di desa hingga menyebabkan banyak menimbulkan genangan air di jalanan, terlihat ada Seorang perempuan dengan pakaian hitam panjang sedang berlarian menghindari derasnya hujan.


Dia seorang pelayan dari bangsawan di suatu wilayah terpencil, dekat dengan Kota Dragon Nest. Sang pelayan sebelumnya di perintahkan oleh majikannya untuk membeli beberapa bahan masakan di pasar, ketika di perjalanannya dia tak sengaja mendengar suara tangisan bayi di dekat sebuah kandang kuda yang di lalui nya.


Awalnya dia berpikir bahwa tangisan Bayi di dalam Kandang Kuda adalah anak dari pemilik Penangkaran, tetapi setelah dia melihatnya tidak seorangpun berada di sana bersama kuda ataupun sang Bayi.


Berjalan perlahan memasuki kandang kuda dan mendekati asal dari suara, dia melihat di atas tumpukan jerami terdapat dua keranjang yang berisikan Bayi di dalamnya. Merasa khawatir siapa orang tuanya, dia berlari ke rumah pemilik kandang untuk menanyakan tentang status dari bayi yang di tinggalkan.


Pemilik sebelumnya tidak percaya akan hal ini, tetapi setelah melihatnya dia terkejut dan merasa kebingungan dari perkataan Pelayan. Dia tidak mengetahui orang tua dari kedua Bayi-Bayi itu yang telah tega meninggalkannya di kandang Kuda, mengkhawatirkan sesuatu kondisi Bayi maka mereka membawa nya ke rumah pemilik agar di beri kehangatan.


Pemilik dari penangkaran Kuda yaitu seorang Laki-Laki berumur 40 tahunan bersama Istri dan kedua anaknya Aniese dan Yuka, mereka menghidupkan api dengan kayu bakar lalu membawa Bayi-Bayi itu berada di dekatnya.


Tangisan Bayi jauh lebih tenang dari sebelumnya, mereka membahasnya sambil di seduh kan minuman penghangat tubuh agar tidak kedinginan dari cuaca hujan. Pelayan bercerita ketika dia pertama kali menemukannya di kandang Kuda, sedangkan Istri dari Pemilik penangkaran melihat-lihat kondisi kedua Bayi nya.


Setelah dia melihat nya terdapat kayu kecil berisikan nama masing-masing Bayi di dalam keranjang. Lark Zenon, dia Bayi laki-laki berambut hitam memiliki kalung aneh yang di pakai nya dan kemudian tertawa melihat perempuan itu mempermainkan wajahnya. Sedangkan Leon Azwel, dia Laki-Laki berambut emas tampak lebih pendiam dari Bayi satunya.

__ADS_1


Walaupun sangat di sayangkan Pelayan tidak bisa membawa kedua Bayi kembali ke tempat kediaman nya, hingga dia memutuskan untuk meninggalkan nya bersama Pemilik Penangkaran sampai dia menemukan orang tua yang telah menelantarkan Bayi nya di kandang kuda.


Tentu saja mereka setuju dengan keputusan Pelayan untuk meninggalnya kepada pemilik penangkaran, mereka merasa tidak terbebani sedikit pun jika harus menambah dua anggota keluarga lagi.


Hujan telah berhenti dan langit perlahan menampakkan dirinya, pelayan kembali ketempat kediamannya ketika sudah mendapatkan bahan-bahan yang ingin di belinya dari pasar. Dia juga tidak lupa mencari keberadaan orang tua dari Bayi yang di temukan nya, tapi tetap saja tidak seorangpun merasa kehilangan.


Namun dia tetap berusaha sampai benar-benar menemukannya karena Desa Lenient ini tidak begitu luas, jadi tidak mungkin dia tidak menyadari bahwa seseorang sudah kehilangan Bayinya.


15 Tahun Kemudian... Di desa Lenient. Lark dan Leon telah tumbuh menjadi Pemuda yang baik.


Beberapa orang bekerja sebagai Petani menggunakan Sihir mereka untuk mempermudah membajak ladang. Berkat Sihir, semua pekerjaan selesai dengan cepat, sehingga mereka dapat memanen sesuatu yang sangat luar biasa.


Di suatu tempat terdengar dua pemuda sedang memperebutkan pekerjaannya di kandang kuda, mereka ingin lebih dulu membersihkannya agar dapat di puji oleh kedua orang tuanya.


Lark berbicara sambil berteriak hingga suaranya terdengar oleh tetangganya, tapi di matanya menunjukkan bahwa dia sangat bersemangat tentang hasil dari keputusannya.


" Tidak... Aku yang lebih dulu datang ke sini, maka aku berhak membersihkannya ! "


Leon membantah perkataan nya dengan sedikit memperlihatkan wajah kesal kepada Lark ketika berteriak di depannya, sikapnya sangat dingin tapi dia menganggap bahwa Lark adalah saingan nya walaupun Lark tidak mempunyai Sihir.


Lark Zenon, dia terlahir sebagai orang yang tidak memiliki bakat atau berkemampuan dalam sihir. Bisa di katakan bahwa Lark sama sekali tidak di cintai Sihir, namun dia tetap berusaha untuk menjadi lebih kuat dari siapapun.


Lark juga bercita-cita ingin menjadi seorang Ahli Sihir di Kerajaan Dragon Nest karena saat dia masih kecil sering di ceritakan tentang kehebatan dari Ahli Sihir yang mengusir suku Demon ketika memasuki kawasan Manusia.

__ADS_1


Tidak tinggal diam melihat saudaranya bekerja keras melatih fisiknya, Leon Azwel berbanding terbalik dengan Lark yang tidak dicintai Sihir. Leon dia sangat berbakat dalam Hal Sihir terutama Sihir-Sihir tingkat dasar atau pemula tanpa memiliki sebuah buku.


Walaupun Leon berbakat dalam hal sihir, dia berpikir bahwa Lark di masa depan akan menjadi pemuda yang hebat. Ketika Leon berumur 5 tahun begitu juga dengan Lark, mereka tidak sengaja bertemu beberapa orang jahat yang ingin mencelakakan mereka di pinggiran Hutan.


Leon sebelumnya menangis melihat wajah menakutkan dari mereka karena dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah ketika Penjahat itu melecehkannya. Tetapi Lark yang melihat saudaranya sedang di pukuli oleh mereka, hingga dia marah dan memukul penjahat itu walaupun dirinya juga tak mampu melawannya.


Lark dan Leon tertawa bersama ketika penjahat itu telah meninggalkan mereka, dengan tubuh yang penuh luka. Mereka kembali Ke rumah nya untuk mengobati lukanya itu, orang tua mereka juga marah ketika melihatnya pulang dengan tubuh yang terluka.


Leon merasa kagum ketika Lark menolong nya dari para penjahat, dan menganggap bahwa saudaranya itu akan menjadikan nya contoh untuk lebih kuat agar bisa melindungi nya juga di kemudian hari. Itu sebabnya Leon berusaha menyaingi Lark walaupun Lark sama sekali tidak mempunyai Sihir, bisa dikatakan Bahwa Lark adalah Rivalnya Leon.


Mereka masih memperdebatkannya tentang lebih dulu membersihkan kandang Kuda, hingga saudara Yuka datang dengan membawa tiga penggaruk untuk membantu mereka.


" Kenapa kalian masih berdebat tentang masalah kebersihan ? Jika bisa di kerjakan berdua itu akan lebih cepat selesai bukan ? "


Yuka berjalan memasuki Kandang dan meletakkan dua penggaruk di dekat pintu, dia merasa tenang ketika melihat perdebatan antara Leon serta Lark yang sangat keras kepala ingin membersihkannya sendiri.


Dengan adanya Yuka menengahi mereka maka Lark dan Leon menghelakan Nafasnya, kemudian ikut membantu dengan mengambil Garuk di dekat Pintu. Namun di hati Lark tetap ingin membersihkan nya seorang diri, mereka bersama-sama membersihkan Kandang kuda tanpa perselisihan antara ingin memonopoli Pujian dari Orang tua mereka.


...-...


...-...


...-...

__ADS_1


^^^Bersambung...^^^


__ADS_2