
Dragon Heart.
...Chapter 06 : Ke Tidak Berdaya Nya Lark....
...-...
Bertempat di pedalaman Hutan yang rimbun akan banyaknya pepohonan, sinar mentari sedikit menyelinap masuk dari celah-celah daun di suatu dahannya. Suasana sejuk dan kesunyian lebih natural ketika di dalam hutan, suara serangga kadang-kadang terdengar di balik pepohonan.
Dan saat angin berhembus memberikan rasa adam hingga menyejukkan pikiran orang-orang yang sedang berada di bawahnya. Pohon mulanya tampak diam di tempat nya, sekarang saat ada angin berhembus maka mereka seperti menari-nari karena di terpa angin dari ketinggian.
Dengan mengamati sekitar, Lark duduk di atas sebuah batu besar sambil merenungkan kisahnya, dia menatap buku kosong di dekatnya. Helahan nafas serta hal yang sangat ia khawatirkan datang secara perlahan ketika mengingat kembali semua saudara nya mendapatkan ceritanya.
Lark saat ini sedang melamun di atas batu besar memandangi dua kupu-kupu yang berterbangan mencari nektar bunga di rerumputan.
Lupa dengan waktu, matahari sudah beranjak naik ke atas sejajar dengan kepala. Suara terdengar seperti meronta-ronta, datang tidak tau arahnya. Tetapi ketika dia menyadari nya bahwa dia sedang kelaparan, suara itu ternyata berasal dari perutnya Lark karena kelaparan. Dia belum memakan dari tadi malam dan sekarang rasa lapar mulai di rasakan oleh nya.
Lark berdiri dari tempatnya sambil membawa buku di tangannya, pergi mencari beberapa kebutuhan untuk di makan dan mengenyangkan perutnya. Berjalan menelusuri rimbunnya hutan, banyak yang terjadi selama ia berada di pedalaman.
Salah satu nya dia harus bertarung atau menyelamatkan diri dari serangan Babi hutan, belum lagi dia harus menghindari gigitan dari ular berbisa di balik semak-semak belukar.
Bisa dipastikan Lark kini sedang kelaparan, dia belum menemukan satupun makanan selama ia berjalan memasuki hutan. Suara Langkah kaki mulai terdengar di telinganya Lark, dari suaranya dapat di pastikan bahwa seperti langkah kaki manusia.
Lark berpikir sangat jarang seseorang memasuki hutan selain dirinya, itu mengapa karena Lark sudah mengetahui jika ada warga desa ingin berburu maka mereka tidak akan mengeluarkan suara langkah kakinya karena tidak ingin mangsa mereka kabur begitu saja setelah mendengar dari suara langkah kaki.
Lark merasa curiga sekaligus mewaspadai akan adanya bahaya di hadapannya, ia bersembunyi di balik semak-semak sambil mengamati asal suara yang akan mendekati nya. Tidak lama kemudian, ada dua sosok muncul melewati depan semak-semak tempat Lark bersembunyi sebelumnya.
" Dua orang yang memiliki aura hitam di tubuhnya. Apakah mereka Iblis ? "
Lark masih mengamati mereka, dia tidak tau pasti kenyataan di depannya. Tapi dari tanduk di atas kepala mereka serta niat aura yang ingin membunuh, maka dapat dipastikan bahwa mereka sebenarnya dari Suku Iblis atau Demon. Mundur secara perlahan, Lark merasa tidak nyaman akan kehadiran mereka.
Ia bertindak menjauhi mereka secara diam-diam, merangkak adalah jalan satu-satunya agar tidak di ketahui mereka. Hanya jalan sebentar setelah mereka sudah sedikit menjauh, tiba-tiba ada seekor Babi hutan di depan Lark hingga dia terkejut dan berlari ketakutan.
Lark berlari menghindari serangan Babi hutan, karena suara langkah kakinya bersuara dengan keras di balik pepohonan yang rimbun hingga terdengar oleh kedua Iblis tentang keberadaan Lark berlari menghindari dari serangan Babi hutan.
" Sihir Hitam - Lumpur Hitam "
" Sihir Hitam - Kamuflase "
__ADS_1
Kedua Iblis mulai menyerang, salah satu di antara mereka membuat semacam lumpur untuk menghentikan Lark. Mereka mempunyai niat jahat dan ingin membunuh siapapun yang mengetahui keberadaan mereka.
Lark tidak tau ada bahaya di depannya, dia berlari seperti biasa menghindari amukan dari Babi hutan. Tanpa sadar tidak tau apa ada sesuatu di depannya, Lark tiba-tiba berhenti. Dia tidak bisa melangkah ke depan ataupun mundur kebelakang, saat ini dapat di pastikan bahwa dia sekarang benar-benar sedang dalam bahaya.
Kedua Iblis mendekat, Lark semakin dia meronta maka semakin ia terjerat masuk ke dalam tanah. Itu seperti Lumpur hidup, dan memang merupakan Lumpur yang di buat oleh mereka untuk menjebak mangsanya.
Lark tidak bisa berbuat banyak, akan tetapi seseorang datang dari kejauhan. Langkah kakinya terdengar jelas membisingkan di antara pepohonan, kedua iblis mulai siaga akan kedatangan seseorang.
" Sihir Api - Pedang Api "
Sihir nya membentuk sebuah pedang dan bernyala api membara, dia keluar di balik sebuah pohon besar. Dengan keberanian nya, ia tak segan menampilkan dirinya untuk menyelamatkan seseorang dari genggaman Iblis. Lark melihat sesosok penyelamat dengan tatapan terkejut, benar saja itu ternyata saudaranya sendiri yaitu Leon.
Dia bergerak dengan instingnya menghadapi lawannya, berlari secepat mungkin mendekati kedua Iblis hanya mengandalkan sebuah pedang api di tangannya.
Iblis mulai tersenyum, mereka mulai menunjukkan Buku sihirnya kepada Leon dan mengucapkan Mantranya.
" Sihir Hitam - Manusia Lumpur "
" Sihir Hitam - Perkuat "
Kombinasi yang saling menguntungkan antara penyerang dan pembantu, mereka menyerang Leon secara Brutal. Hanya dengan lima manusia lumpur membuat Leon kesusahan menghadapi mereka, Pedang apinya di tahan oleh genangan lumpur di tubuhnya sehingga ia tidak bisa dengan bebas mengayunkan pedangnya. Kehabisan akal, Leon menunggu sesuatu yang berhubungan dengan kelemahan Manusia Lumpur.
Sudah berlangsung 30 menit sejak Leon menahan serangan dari manusia lumpur, dia sebisa mungkin menghemat Mananya jika sewaktu rencana nya gagal akan ia gunakan rencana lainnya untuk melarikan diri.
Walaupun menghabiskan Mananya dan mengurungkan niatnya pergi ke Kota, hanya ingin selamat dari kejadian sekarang itu adalah yang dipikirkannya saat ini.
"Leon Pergilah ! Tidak perlu menyelamatkan ku.... "
Kata-kata Lark dengan nada keras, sementara Iblis mulai tertawa dan menikmati permainannya. Manusia lumpur sangat sulit di hancurkan, apalagi Leon masih di level pemula. Dia tidak bisa mengeluarkan banyak kekuatan sihirnya karena kekurangannya dalam hal sihir, Leon sebisa mungkin mencari keadaan yang menguntungkan. Ketika celah terbuka lebar di depan matanya, Leon mulai mengucapkan Mantranya.
" Sihir Api - Sayap Api "
Sayap keluar dari punggung nya yang terbuat dari api, dia terbang dengan cepat kearah Lark dan menariknya keluar dari Lumpur. Perlahan menjauhi kedua Iblis, mereka berusaha menghindari kejaran dari Iblis.
" Mau lari Manusia? Itu tidak akan semudah yang kalian ketahui. " Kata Iblis merendahkan Lawannya.
" Sihir Hitam - Gelombang Lumpur "
__ADS_1
" Sihir Hitam - Percepat "
Lantunan Kata-kata yang mengandung sihir mulai bersenandung di dalam hutan, kedua Iblis membuat gelombang Pasang yang terbuat dari Lumpur dan berselancar di atasnya menuju kearah Lark dan Leon.
Dengan cepat mereka terkejar oleh kedua Iblis, sementara Lark masih berharap bahwa dia bisa membantu Leon dalam menghadapi Mereka.
Sedikit lagi mendekati mereka, Leon memutar otak nya agar bisa terhindar dari kejaran kedua Iblis. dia mulai dengan merapalkan beberapa mantra yang ada di dalam bukunya.
" Sihir Api - Barrier Api "
Sihir api milik Leon melindungi Tubuh Lark, dia di selimuti oleh Aura Sihir yang di buat oleh Leon untuk melindungi Lark. Merasa kebingungan, Lark menatap Leon dengan tajam dan ingin mempertanyakannya.
Tetapi Lark berusaha untuk tidak bertanya lebih jauh karena mungkin akan mengganggu konsentrasi Leon dalam penggunaan Sihirnya. Saat Lark menatap dirinya, Leon hanya bisa tersenyum kepada Lark. Berpikir bahwa Leon tidak pernah menunjukkan senyum tulus dari dalam hatinya membuat Lark sedikit terkejut bahwa akan ada sesuatu yang tidak pernah diinginkan nya.
Benar saja, Leon mengatakan sesuatu sesaat ketika kedua iblis mulai mendekati mereka dan dia juga telah banyak kehilangan Mana nya. Lark masih menatap Leon tanpa henti, dia hanya ingin memastikan bahwa tidak akan terjadi sesuatu ketika senyumannya tergambar di wajahnya.
Suasana menjadi sedikit Hening seperti dunia mengalami penghentian waktu, tetapi hanya mereka berdua terlihat hidup didalamnya.
Leon berkata dalam keadaan tersenyum kepada Lark,
" Jika ada kesempatan untuk kita bertemu lagi mungkin itu akan menjadi hal yang menyenangkan. Lark, mulai sekarang jangan pernah tinggalkan latihanmu dan merasa bersalah karena kau masih ada keluarga yang sedang menunggu kepulangan mu. " Kata-kata Leon di dalam dunia penghentian waktu.
" Pergilah... Larkkkk...!!! " Sambungnya dengan nada cukup keras.
Leon memutar dirinya sambil mengayunkan Lark dan melemparnya kearah melengkung keatas melewati ujung dari pepohonan. Lark hanya bisa pasrah ketika dia tidak bisa menyelamatkan saudaranya, terbawa oleh suatu dorongan dari Leon dan terlindungi Barrier Api.
Lark terdampar di suatu tempat, di bawah sebuah pohon tinggi serta besar yang menjulang Ke langit.
Lark dalam keadaan terguncang, dia bangkit dari tempatnya sambil menangis dibawah pohon. Emosi di dirinya mulai tidak stabil dan ingin rasanya ia terpikir untuk bunuh diri, tetapi dia masih mengingat Perkataan dari saudaranya itu. Lark berdiam diri menatap kebawah, dengan keadaannya seperti orang yang sedang kehilangan akal sehatnya.
Waktu terus berjalan, Langit cerah tadi menghilang bak seperti di telan ombak. Kini langit tergantikan dengan cuaca mendung, dan perlahan setetes air turun dari ke tinggian hingga menjadi sangat deras. Sementara Lark masih terdiam di bawah perlindungan dari Pohon Besar...
...-...
...-...
...-...
__ADS_1
^^^Bersambung...^^^