
hari itu aku hancur sehancur hancur nya .
aku memang sudah menjalin hubungan degan Riko cukup lama tapi tidak ada kejelasan.
dia datang di saat membutuhkanku tapi di saat aku butuh sosok seorang pacar dia tidak pernah ada di sampingku.
terkadang aku membutuhkan sosok pacar yang selalu ada di sampingku , terkadang aku juga ingin merasakan malam Minggu bersama pacar , ngedate ,nonton ya seperti anak muda pada umum nya.
tapi itu tidak akan pernah terjadi pada diriku , apa lagi semenjak sosok Nadira pergi meniggalkan ku . aku hati ku benar benar kosong .
aku yang hari itu menyetir tanpa tujuan , entah ingin pergi ke mna . akhir nya aku menepi di pinggir pantai. sambil merenungi nasib ku ini .
dret .. dret ..
suara ponsel ku berbunyi .
ternyata nomor telpon tidak di kenal menelpon ku.
ku angkat telpon itu . langsung berbicara
__ADS_1
"siyapa ini " tanya ku pada nomor tidak di kenal
"saya Siti , saya isteri nya Riko . kamu Merry bukan ?
"ya saya Mery ada apa ya mba telpon saya
terdengar suara wanita yang menagis , suara nya terdengar begitu sedih.
"saya minta tolong degan kamu , tolong jauhi Riko ya mer , Riko sudah memiliki tiga anak , kasian anak anak saya. tolong ya mer.
" ya saya akan menjauh dari nya mba Siti .
" ia mba nanti saya tinggalkan .
aku yang langsung mematikan telpon secara sepihak.
aku yang bingung harus bagai mana . sedangkan aku sangat kasian melihat mba Siti tidak pernah di jamah oleh suami nya sendiri. membuat hatiku begitu sedih .
jujur aku mencintai Riko , tapi aku juga butuh kepastian . apa lagi aku sudah cukup lama menjalin hubungan dengan dia. aku juga sebenar nya ingin memiliki kekasih yang seutuh nya milikku .
__ADS_1
dret .. dret... drettt ...
telpon ku kembali berbunyi , ku angkat telpon itu lagi.
"terus apa mau kamu Merry "
" sudah mas kita sampai sini aja mas Riko , kita sudah pacaran lama , tapi tidak ada kejelasan dari kamu , lagian kamu gak mau menikah sama aku , ya udh jadi buat apa di pertahankan hubungan ini mas . kalo Sama kamu terlalu lama rugi di aku mas , umur ku makin bertambah , terus nanti di saat aku udh tua kamu niggalin aku gitu aja "
aku pun saat berbicara aku pun menagis sejadi jadi nya .
dia yang masi tetap diam tidak bisa menjawab pertanyaan ku langsung mematikan telpon ku .
memang aku pacaran degan Riko cukup lama , dari aku sekolah sampai lulus sekolah , sempat beberapa tahun menjalin kasih degan Riko . tapi lama lama pemikiran ku yang sudah dewasa pun mulai berubah .
mulai berfikir lebih dewasa , memang aku bertemu degan Riko sudah tidak perawan lagi , karna memang aku menjual keperawanan ku demi mendapatkan uang , tapi aku juga ingin kejelasan dari Riko , memang pada saat itu Riko tidak ada kejelasan akhir nya aku yang memilih untuk mundur .
untuk pertama kali nya seorang isteri tua berbicara degan sopan terhadapku . jadi aku pun mulai kasihan degan mba Siti yang tidak pernah di jamah degan suwami nya setelah mengenalku dia tidak pernah melakukan hubungan ranjang .
ada banyak faktor aku memilih mundur dari hubungan ini , dia yang tidak ada kejelasan , dia yang terlalu posesif , di saat nomor telpon ku tidak aktif , dia selalu menuduhku tidak karuan , ucapan nya selalu kasar kepada ku. di tambah lagi isteri nya memohon kepadaku untuk meniggalkan nya.
__ADS_1