
aku yang masi mager dan bersantai di kamar , tiba tiba sura pintu seperti terbuka . ternyata kukuh baru masuk. kukuh berjalan menuju Merry sambil mebelai lembut rambut Mery .
"kamu kenpa sayang , coba cerita sama aku " sambil menatap mata Merry yang penuh cinta .
"aku main ke rumah ibu ya mas , udah lama aku gak berkunjung ke rumah ibu"sambil memeluk kukuh dengan begitu manja .
"kamu mau pergi berpa hari sayang"
"mungkin 7hari aku di sana " jwb Merry
"lama banget , ya udh oke "
akhir nya Merry membawa keperluan nya untuk menginap ke rumah ibu , jarak dari tempat ibu ke rumah Mery cukup jauh sekitar 8jam perjalanan. tidak lupa Merry membelikan oleh oleh buat ibu .
****
Ting .. tong. .. Ting ... tong ...
"siyapa yang datang , bibi tolong bukan pintu "karna tidak ada sautan dari bibi kukuh berjalan ke lantai bawah untuk membuka pintu.
" loh kamu " tanya kukuh.
"ia tas milik ku tertinggal mas " jawab Nadira
kukuh melihat dari atas sampai bawah . lalu kukuh menawarkan Nadira untuk masuk. terlihat sekali Nadira yang terlihat berantakan , degan baju yang begitu sexsi . dan mekup yang sedikit tebal.
"silakan masuk , tapi Merry lagi pulang ke rumah ibu nya "
Nadira mengambil tas yang tertinggal di atas sofa tadi sore. aroma nafas Nadira tercium bau alkohol .
Nadira berjalan menuju tas ,
dubrakkk ....
Nadira jatuh dan pingsan
"Nadira ... Nadira " kukuh yang berusaha membangunkan Nadira yang sedang pingsan . akhir nya Nadira di bawa ke kamar tamu , di gotong badan mungil Nadira oleh kukuh.
"kasihan sekali dia dari mna sampai mabuk seperti ini " ucap kukuh yang sedang membopong tubuh Nadira . akhir nya Nadira di letakan di kasur , dan di selimuti tubuh Nadira. kukuh mengoleskan minyak agar Nadira cepat sadar.
"assalammualaikum ibu " tok tok tok .. Merry mengetok rumah ibu yang sudah lewat tengah malam itu.
__ADS_1
"wa allaikum salam Merry " ibu yang melihat kedatangan anak semata wayang nya itu langsung memeluk tubuh kecil Merry .
"ya ampun sayang , malem malem gini sampai sini " sambil memeluk Merry.
" ia buk aku kangen sama ibu , dari habis menikah aku belum pulang ke rumah " sambil menuju kamar Merry.
dari Merry pertama menikah dia belum sempet pulang ke rumah . karna memang jarank yang cukup jauh . melihat kamar yang masi tersusun rapih sama seperti merry tinggalkan.
"kamu kenpa gak sama kukuh " tanya ibu
"dia sibuk ibu ,aku punya oleh oleh buat ibuk "
membongkar semua belanjaan milik Merry dan memberikan oleh oleh buat ibu yang sudah di beli Merry tadi.
"ya ampun banyak sekali , kamu laper gak sayang "
sambil membelai rambut Puteri nya .
"aku gak laper aku cuma capek , aku tidur dulu ya buk "
menyetir selama 8 jam mebuat Merry terasa lelah . akhir nya ibu membiarkan Meri beristirahat di kamar . ibu pun pergi menuju kamar milik nya . tidak di butuh kan waktu lama Merry pun langsung tertidur degan pulas .
kukuh Bagun dari sofa di samping nya ada Nadira ketika kukuh ingin Bagun dan berdiri . tangan Nadira menahan tangan kukuh membuat kukuh sedikit terjatuh di depan wajah Nadira. entah kenpa Nadira mencium bibir kukuh degan buas nya.
kukuh memberontak melepaskan Nadira yang dari tadi memeluk nya degan erat seakan tidak mau lepas . tangan Nadira memang sudah lihai- dia memainkan permainan yang membuat kukuh benar benar begitu on. akhir nya di malam hari yang sunyi dan di tambah hujan yang deras membuat permainan ranjang merka begitu panas .
setelah melakukan olah raga yang begitu panjang malam itu. Nadira dan kukuh akhir nya tidur bersama .
langit yang mendung membuat Merry Bagun sedikit siang . ku ambil ponsel milik ku dari dalam tas , aku melihat tidak ada panggilan dari kukuh. akhir nya aku menelpon kukuh. aku vidio call kukuh hari itu
tuuuttttt .... tuuuutttttt
kukuh mencari cari ponsel nya yang berada di pinggir kasur dia melihat Merry yang menelpon .
lalu di angkat oleh kukuh .
"morning sayang , kamu Masi tidur " tanya Mery
"ia sayang , maaf semalem aku gak telpon kamu "
"ya gak papa , kamu di mana seperti di kamar tamu sayang ,kenpa gak tidur di kamar sendiri . lagi apa kamu "Merry langsung memborong semua pertanyaaan.
__ADS_1
kukuh yang lupa bahwa ada Nadira di situ membuat kukuh kebingungan .
"aku lagi pengen aja tidur di kamar tamu , sayang sebentar aku mau ke toilet.
kukuh yang sadar langsung mematikan telpon dari kukuh. dan langsung membangunkan Nadira yang sedang tidur . tiba tiba Nadira terbagun dan langsung kaget melihat ke adaan mereka .
"kamu tega kukuh "ucap Nadira yang menagis
"loh kenapa aku ,kamu yang menggodaku semalam " degan nada yang sedikit keras. dan Nadira tambah menagis.
kukuh menenangkan Nadira
"maaf Nadira , aku takut Merry tau " sambil menghapus air mata yang keluar dari Nadira .
"Merry tidak akan tau jika kita berdua tidak saling bercerita " ucap Nadira
"oke baik lah , akan ku berikan uang untuk kamu tutup mulut. dan aku mohon ke padamu jangan sampai Merry tau tentang apa yang kita lakukan semalem .
kukuh memakai pakayan nya yang telah tergeletak di lantai . kukuh langsung keluar dari kamar itu .
"mudah sekali menaklukan kukuh , akan aku buat kehancuran untuk kamu Mery " entah apa yang ada di pikiran Nadira kala itu.
kukuh pun datang dan memberikan uang tunai sebesar 50 juta untuk Nadira agar dia bisa menutup semua kisah semalam.
"aku harap kamu bisa menerima uang ini , dan ku mohon kepadamu agar menutup rahasia ini rapat rapat "
"mungkin aku bisa menutup rahasia ini rapat rapat , tapi jika aku mulai mencintaimu " sambil tersenyum genit dan menggoda .
"apa kamu sudah gila Nadira , cepat lah keluar dari rumah ini " kukuh keluar dari kamar dan langsung pergi ke kamar atas .
Nadira yang begitu puas nya mendapatkan uang 50 juta. dia pun langsung keluar dari rumah itu. menuju mobil nya dan langsung pergi dengan cepat.
kukuh yang sedang duduk di balkon. menyesali perbuatan nya .
"bagai mana ini bisa terjadi .. dasar bodoh " sambil mengacak ngacak rambut depan kukuh.
di dalam mobil Nadira Masi membayangkan permainan yang bergairah bersama kukuh.
"kamu terlalu beruntung hidup kamu Merry , dulu kamu memiliki Riko , sekarang ada kukuh laki-laki yang begitu tampan , dan begitu royal nya.
#kamar ini menjadi saksi bisu Nadira dan kukuh #
__ADS_1