
Hongjoong menghela napas pelan. Pundaknya memberat ketika teman-temannya memilihnya menjadi kapten kapal. Ada satu titik ketakutan di hatinya. Banyak pertanyaan yang terngiang di benaknya. Bagaimana kalau aku tidak bisa menjaga mereka? Bagaimana jika aku mengecewakan mereka?. Pertanyaan itu otomatis muncul di hatinya. Ketakutan akan kehilangan teman-temannya membuatnya ragu untuk menerima saran-saran itu.
Namun, melihat semangat dan antusias tujuh pemuda yang sudah dia anggap keluarga itu, Hongjoong tidak tega untuk menolak. Kepercayaan yang diberikan oleh teman-temannya, dia tidak boleh meruntuhkan itu. Setelah mengalami kebimbangan, Hongjoong akhirnya menerima keputusan bahwa ia yang akan menjadi kapten.
Hati Hongjoong kian menghangat. Senyum terbit di wajahnya yang tampan. Melihat semua temannya tidak sabar untuk mendapat tugas, membuat tawa merdu kecil keluar dari mulutnya. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Hongjoong, selain melihat temannya bahagia. Tertawa lebar seperti tidak ada beban. Semoga kami selalu bersama, selamanya. Batin Hongjoong.
Perintah pertama yang keluar adalah mempelajari peta dan menemukan daratan terdekat. Hongjoong tidak tahu sejak kapan kapal yang ditumpanginya itu berlayar. Ia juga tidak menghitung, sudah berapa lama mereka mengarungi lautan. Menemukan daratan untuk beristirahat dan mencari informasi mengenai dunia yang kini mereka tempati sepertinya bukan hal sulit.
Selain itu, Seonghwa berkata padanya kalau bahan makanan yang ada hanya sedikit. Bahan makanan itu hanya bisa mencukupi kebutuhan mereka selama tiga hari ke depan. Hal ini pula yang membuat Hongjoong memutuskan untuk mencari daratan. Pergi ke kota terdekat, membeli keperluan mereka, mencari informasi, dan kembali berlayar.
Hongjoong berpikir, mungkin saja mereka bisa kembali setelah menemukan sesuatu di lautan. Kegiatan terakhir mereka adalah pementasan drama mengenai bajak laut. Dan hal itu membuat Hongjoong memiliki pemikiran, bahwa mereka harus memerankan bajak laut dengan baik di sini.
Netra Hongjoong asyik melihat peta. Di sampingnya ada Yunho yang juga mempelajari peta yang sama dengannya. Mereka berdua saling berdiskusi tentang tempat mana yang harus mereka tuju. Haruskah berlayar ke utara atau ke selatan.
Sebuah gulungan berwarna kusam yang disodorkan Yeosang, diiringi pekikan itu mengambil atensi Hongjoong. Dia memerhatikan teman-temannya yang tengah menerka apa isi gulungan tersebut. Semua gerak gerik yang dilakukan temannya tidak luput dari pandangan Hongjoong. Bahkan ketika Jongho membuka gulungan itu, dia tidak berkedip sama sekali.
"STRICTLAND. DUNIA TANPA SENI", waktu seolah berhenti. Hongjoong mematung sesaat. Dia berpikir keras, aku merasa pernah mendengar ini. Batinnya gelisah.
Hongjoong mendadak kehilangan fokusnya. Dia tidak mendengarkan apa yang tengah dibicarakan oleh tujuh pemuda lain di ruangan itu. Hongjoong masih berusaha mencerna apa yang ada di tulisan itu. Sampai Wooyoung berseru mengungkapkan keanehannya tentang dua kalimat itu.
Menyembunyikan apa yang dirasakannya, Hongjoong kemudian mengeluarkan perintah lain. Dia tidak ingin teman-temannya terlarut dalam pembahasan yang tidak akan ada ujungnya ini. Sangat sulit untuk mengungkapkan dunia tanpa seni itu.
"Kita tidak tahu tentang itu. Tapi, itu bukan masalah. Lebih baik kita sekarang keluar dan arahkan kapal ke Utara. Kita akan singgah di sana beberapa saat", Hongjoong mengalihkan topik. Ia ingin secepatnya bisa sampai di daratan.
"AY! AY! KAPTEN!" mendengar sorakan temannya, Hongjoong kembali tersenyum. Ia keluar dengan San di sampingnya. Enam lainnya mengikuti di belakang mereka.
"Hyung, aku pegang kemudinya ya!" Jongho meminta izin sembari berlari ke arah tempat kemudi. Dia dengan antusias memegang kemudi yang mengarahkan laju kapal dengan senyum lebar, setelah diizinkan oleh Hongjoong.
__ADS_1
Kuasa penuh kini mutlak dipegang Hongjoong. Yunho dan Seonghwa mengatur layar. Memastikan bahwa layar berada di tempat yang benar. Wooyoung, Mingi, dan Yeosang asik bercengkrama sambil memerhatikan lautan dengan teropong yang mereka temukan.
Kini perjalanan mereka resmi dimulai. Dibawah sang kapten, Hongjoong, mereka memulai perjalanan dengan sukacita. Menit-menit pertama mereka lalui dengan aman dan damai. Sambil bercengkrama, bercanda dan tertawa. Sungguh, mereka tidak terlihat seperti bajak laut. Pasti banyak yang menyangka bahwa mereka hanya sekumpulan pemuda yang penasaran dengan laut.
Bendera bajak laut milik mereka, sengaja tidak dikibarkan. Kedelapannya sepakat untuk menyembunyikan hal itu. Mereka tidak ingin menarik perhatian. Ditambah mereka juga tidak tahu sedang berada di laut mana sekarang. Jika pemerintah di sana melarang adanya praktek bajak laut, tentu mereka akan menjadi buronan pemerintah.
Dahi Mingi mengerut. Dari teropongnya Mingi melihat ada sebuah kapal berukuran besar, seperti milik mereka menuju ke arahnya. Sebuah bendera warna merah dengan gambar tengkorak berkibar. Menandakan bahwa mereka adalah bajak laut. Mingi juga melihat para awak kapal di sana tengah bersiap. Mereka mempersiapkan berbagai senjata. Seseorang bertubuh besar dan tegap, tengah memberikan perintah.
Dengan pedang yang tersarung di pinggangnya, mata yang ditutup sebelah, dan topi khas kapten yang dikenakannya cukup membuat Mingi mengetahui, bahwa dialah sang kapten. Pada awalnya Mingi mengira bahwa kapal tersebut hanya sedang berlatih atau setidaknya hanya merapikan penampilan saja. Namun, setelah beberapa saat, Mingi sadar bahwa kapal itu bersiap menyerang mereka.
"KAPTEN!! KAPTEN!!" teriakan Mingi mengambil atensi seluruh temannya. Hongjoong dengan segera menghampiri Mingi.
"Ada apa?" dengan tenang Hongjoong bertanya. Dalam hati, ia sangat resah. Melihat kapal lain yang kian mendekat.
"Mereka akan menyerang kita", perkataan itu sontak membuat tujuh pemuda lain menegang. Wooyoung yang kebetulan berada di samping Mingi, langsung merebut teropong itu. Tubuhnya langsung kaku melihat persiapan kapal lawan yang sudah bersiaga untuk menyerang mereka.
"Kapten, berikan perintah", berbeda dengan Wooyoung, alih-alih takut, San terlihat tenang. Yang ada di pikirannya adalah strategi untuk mengalahkan lawan.
San berpikir, inilah kehidupan bajak laut sebenarnya. Mereka harus siap sedia untuk mempertahankan nyawa dan harta yang mereka miliki. Ancaman terbesar menjadi bajak laut. Tidak mungkin bukan, jika mereka menyerah begitu saja? Setidaknya mereka harus memberikan perlawanan agar tidak dipandang sebelah mata. Agar mereka tidak diinjak, agar mereka tidak ditindas.
Kehidupan bajak laut sama seperti hukum rimba. Yang kuat yang berkuasa, yang lemah ditindas. Pikiran itu juga terlintas di benak Yeosang. Pancaran matanya menajam ketika melihat kapal lawan semakin mendekat. Dengan cekatan ia dibantu Yunho mulai mengeluarkan berbagai senjata yang ada di sana. Menyiapkan meriam, senapan, pedang dan hal lainnya yang akan menguntungkan mereka.
"Tak ada cara. Kita harus melawan", ungkap Seonghwa.
"Ya, kau benar", Hongjoong setuju dengan Seonghwa. Ia pun yakin teman-temannya yang lain sudah mulai mempersiapkan semuanya.
"Hyung, apa aku juga harus melakukannya?" tanya Wooyoung dengan suara serak.
__ADS_1
"Young-ah, jangan khawatir. Kita pasti bisa melakukannya. Kita harus mempertahankan kapal dan semua yang kita miliki. Anggap saja kau sedang berlatih untuk pementasan. Tidak apa menyakiti mereka", Yeosang berkata sambil menepuk bahu Wooyoung. Dia mengerti ketakutan yang dirasakan Wooyoung. Tapi, ini harus mereka lakukan. Tidak boleh berbelas kasih pada musuh.
"Yeosang benar. Singkirkan dulu rasa engganmu, angkat senjatamu. Jangan biarkan mereka menang melawan kita", mendengar Yunho dan Yeosang berbicara seperti itu, membuat Wooyoung lebih tenang. Adrenalinnya terpacu begitu saja. Semangat membumbung di hatinya. Kini, Wooyoung siap untuk bersiaga dan berperang.
"SEMUANYA BERSIAP!! AYO PERTAHANKAN KAPAL! JANGAN BIARKAN MEREKA MENANG!"
"SERANG!!!"
***
*HAI!!!!
BEE DI SINI👐!!!!
PIRATE!! APA SI YANG ADA DI PIKIRAN KALIAN KALO DENGER KATA PIRATE🤔?! BOLEH TULIS DI KOLOM KOMENTAR!!!
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA🙌!!!
DUKUNG BEE DENGAN VOTE DAN KOMEN!!!
TERIMA KASIH❤️
SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA!!!
SALAM HANGAT DARI BEE🤗
BYE BYE👋*!!!
__ADS_1