
Wooyoung terpaku di tempatnya. Merasakan benda dingin itu menempel erat di lehernya. Pikirannya berkecamuk. Ketakutan kembali hinggap di hatinya. Wooyoung tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya bisa mengikuti langkah Kapten Lei yang menyeretnya ke sisi kapal. Wooyoung menoleh ke kiri. Air laut bergelombang di bawah sana. Beragam kemungkinan terburuk hinggap di benaknya. Apa aku akan tewas dimakan hiu? Pikirnya.
Tidak ada waktu banyak untuk bereaksi. Sebelum Wooyoung merasakan tubuhnya menghantam lautan di bawah, dia hanya bisa berteriak. Sayup-sayup Wooyoung mendengar Seonghwa meneriakkan namanya.
Rasa dingin menusuk kulit Wooyoung. Kapten Lei langsung mendorong tubuh Wooyoung menjauh setelah keduanya jatuh ke laut. Dia meninggalkan Wooyoung seorang diri. Mengabaikan Wooyoung yang kesusahan untuk menjangkau permukaan.
Air laut menelan tubuh Wooyoung dengan sempurna. Kakinya menendang-nendang, berusaha naik ke atas. Semakin ia mencoba, dirinya semakin tenggelam. Wooyoung mulai kehabisan nafasnya. Matanya mulai terpejam. Aku akan mati.
***
Hongjoong menatap kosong ke arah laut. Dia telah kehilangan satu temannya. Pegangannya pada pedang menguat. Giginya bergemelatuk menahan amarah yang membuncah. Sang kapten menundukkan kepala. Tidak ia sangka Kapten Lei akan membawa Wooyoung serta. Hongjoong kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga kru kapalnya dengan baik.
Seonghwa masih ditahan oleh Mingi. Kekuatan yang dia miliki seakan lenyap begitu saja. Seonghwa tidak bisa menopang tubuhnya. Dua kakinya mati rasa. Benar-benar lemas. Menyaksikan salah satu teman yang sudah dia anggap sebagai adik terjun ke laut, meninggalkan rasa sakit di hatinya.
Semua kru kapal sama-sama kacau. Tidak ada satu pun dari mereka yang mampu berbicara. Lidah mereka terasa kelu. Rasa sakit akibat pertempuran itu tidak berarti apa-apa. Justru hilangnya Wooyoung lah yang membuat mereka kehilangan pegangan.
Yeosang membanting pistolnya ke lantai kapal. Mengacak rambutnya frustasi. Wooyoung adalah sahabatnya sedari kecil. Mereka selalu bersama setiap saat. Tidak sedikit orang-orang yang menganggap kalau keduanya kembar. Pasalnya Wooyoung dan Yeosang selalu terlihat bersama kemana pun keduanya pergi.
"Wooyoung, maafkan aku", San merasa paling bersalah. Seharusnya ia tidak membiarkan Wooyoung melawan. Seharusnya ia bisa mencegah Kapten Lei membawa Wooyoung.
Yunho, Jongho dan Mingi hanya bisa terpaku di tempatnya. Pikiran mereka sama kacaunya. Seperti ada yang hilang dari diri mereka. Ketiganya saling memandang satu sama lain. Walaupun situasi sekarang tengah berduka, mereka harus tetap kuat. Ketiganya yakin, Wooyoung bisa bertahan. Mereka tahu, Wooyoung tidak selemah itu.
"Teman-teman, aku tahu kita sekarang tengah kehilangan. Sangat kehilangan. Tapi, kita harus tetap kuat. Jangan sampai, kita kehilangan arah juga", Yunho memberanikan diri angkat bicara. Hati kecilnya sakit melihat teman seperjuangannya itu kacau dan frustasi.
Jongho menepuk bahu Yunho. Meminta perhatian yang lebih tua. Jongho menggelengkan kepala. Mengatakan kalau teman-temannya yang lain tidak mendengarkan perkataan Yunho.
Yunho menghela napas pelan. Jika boleh jujur, Yunho juga merasa lelah. Perasaannya tengah kacau. Ia juga berkabung. Wooyoung teman yang sangat perhatian padanya. Namun, Yunho tidak bisa melakukan apapun. Tubuhnya bereaksi lambat ketika Wooyoung jatuh ke laut. Pikirannya terhenti sesaat. Rasa nyeri langsung menyerang hatinya ketika dia sadar bahwa Wooyoung jatuh, ditelan lautan.
"HYUNG!!! AYOLAH!! APA KALIAN AKAN TERUS SEPERTI INI?!" Mendengar teriakan Jongho, mereka tersentak.
__ADS_1
"AKU PAHAM KALIAN SEDIH! AKU JUGA! WOOYOUNG HYUNG PERGI! TAPI BUKAN BERARTI KITA TIDAK BISA BERBUAT APAPUN! JUSTRU KITA HARUS BERUSAHA MENCARINYA!" perkataan Jongho sedikit membuat mereka sadar. Wooyoung masih bisa ditemukan. Bagaimana pun keadaannya nanti, yang penting mereka harus bisa bertemu kembali.
Mingi mulai melepaskan pegangannya pada Seonghwa. Dia kemudian menghampiri Hongjoong. Menepuk bahu yang lebih tua. Menyalurkan semangat pada sang kapten. Matanya meneduh, menatap lembut semua teman-temannya. Kini mereka harus lebih berhati-hati lagi.
Hongjoong bangkit. Apa yang dikatakan Jongho tersimpan di benaknya. Hongjoong mengumpulkan tenaga dan kekuatannya. Dia kemudian berdiri tegak, wajahnya perlahan menampakkan raut khas dirinya lagi. Menghapus kesedihan yang menyapa.
"Baiklah. Kita harus tetap melanjutkan perjalanan. Kita akan mencari Wooyoung, setelah menambah bahan makanan. Ayo, semuanya!" Hongjoong kemudian menghampiri satu per satu temannya. Menepuk bahu mereka. Menguatkan tanpa kata. Membangkitkan kembali semangat untuk berlayar.
Kemudi diraih oleh Hongjoong. Dengan hati yang masih tak karuan, dia mencoba mengendalikan dirinya sendiri. Berusaha tidak terlarut dalam situasi tragis yang menimpanya.
Hongjoong melihat teman-temannya mulai beranjak dari tempatnya. Kembali melakukan tugas semula. Seonghwa menghampiri Hongjoong. Dengan wajah yang masih kacau, ia berdiri di sisi sang kapten. "Hongjoong, apa menurutmu Wooyoung baik-baik saja? Aku sangat khawatir", ucapnya lirih.
"Tenanglah, Hwa. Aku yakin Wooyoung baik-baik saja. Dia anak yang kuat", balas Hongjoong.
Dengan segala kekacauan di hati, mereka mulai bangun kembali. Melanjutkan perjalanan. Bertekad untuk menemukan Wooyoung yang entah terbawa ke mana. Harapan mereka satu-satunya adalah bisa kembali bersama Wooyoung.
***
Dengan bersenandung kecil, Jun melemparkan jalanya ke lautan. Bakul ikan yang ada di sampannya baru terisi seperempat. Jun bertekad akan membawa bakul ikan itu dengan keadaan penuh.
Saat Jun asyik menangkap ikan, netranya melihat satu sosok yang mengambang di laut. Jun menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas. Jun terlonjak kaget ketika sadar bahwa yang dia lihat itu adalah manusia.
Dengan segera, Jun mendayung sampannya. Mencoba meraih sosok itu. Jun berhasil menaikkan orang itu ke dalam sampannya. Matanya mengerjap kala melihat wajah orang itu. Jun merasa mengenal orang itu. Setidaknya dia cukup familiar dengan wajah seperti itu.
Jun menghela napas lega setelah memastikan bahwa orang itu masih hidup. Jun menekan dada orang itu beberapa kali. Melakukan pertolongan pertama sebisanya. Dan berhasil. Orang itu terbatuk-batuk dan memuntahkan banyak air dari mulutnya.
Orang itu terengah. Matanya melihat sekitar. Badannya menggigil karena dingin. Entah berapa lama dia terombang-ambing di lautan. Dengan lirih dia bertanya, "Di mana aku?".
"Lautan ini berada antara distrik 5 dan distrik 6 di Strictland", jawab Jun. Dia kemudian menyodorkan air hangat yang selalu dibawanya kemana pun ia pergi.
__ADS_1
"Siapa kau? Aku belum pernah melihatmu selama ini" Jun bertanya dengan raut wajah menyelidik. Tatapan mata Jun yang tajam membuat lawan bicaranya sedikit beringsut mundur. Menghindari mata tajam layaknya elang itu.
"Aku Wooyoung. Jung Wooyoung", Jun terpaku. Jun mengingat-ingat di mana dia pernah mendengar nama itu. Rasanya nama 'Wooyoung' tidak asing baginya. Setelah berusaha mengingat Jun membelalakkan matanya.
Jung Wooyoung. Kalian sudah datang ternyata, yang ditakdirkan.
***
HAI!!!!
BEE DI SINI!!!!
GIMANA KABARNYA HARI INI?
BEE BALIK LAGI DENGAN CERITA PIRATE ✨
MAAF YA KALAU CERITANYA KURANG FEEL-NYA🥺
JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YA🙌!!!
DUKUNG BEE DENGAN VOTE DAN KOMEN!!
TERIMA KASIH❤️!
SAMPAI JUMPA DI CHAPTER BERIKUTNYA!!!
SALAM HANGAT DARI BEE🤗!!
BYE BYE👋!!!
__ADS_1