ELENA..ISTRI MUDA, TUAN JUNA

ELENA..ISTRI MUDA, TUAN JUNA
DUADUA.


__ADS_3

Ternyata benar, dua hari ini Juna sama sekali tidak menghubungi ku. Aku mulai merasakan kesepian.


Sial sekali, sepertinya aku kena mantra sihir, karena sejak kejadian malam itu, aku selalu memikirkan Juna.


Ahh sudahlah... Lagian aku juga tak butuh di hubungi olehnya. Tapi entah bagaimana setitik ruang di hatiku ini merasakan kekecewaan. Aku ingin diperhatikan olehnya.


' Ini hal yang wajar... Aku adalah calon istrinya' ,


Tapi, bagaimana jika dia berubah pikiran karena tingkah ku yang kemaren? Ohh .. tidak, besok adalah hari pernikahan ku kan ..


Tidak mungkin dia tidak datang kan?


Pikiran-pikiran negatif ini harus segera aku hilangkan dari kepala ku. Bukan aku yang rugi jika semua ini gagal, tapi kedua keluarga Mulya dan Wijaya. Dan tidak mungkin Arjuna Mulya melakukan tindakan konyol seperti itu.


Aku mulai berjalan keluar kamar untuk menenangkan pikiranku, di dapur ada beberapa pengurus rumah yang sedang bekerja, menyiapkan semuanya untuk acara pernikahan ku besok pagi. Televisi sedang menyala dan aku sengaja berhenti untuk melihat nya, saluran gossip tentu saja.


Terpampang jelas, foto ku dan foto Juna, serta dekorasi panggung tempat pernikahan ku besok pagi. Mereka bisa tahu susunan acara lengkap beserta jam nya, sungguh luar biasa.


" Gila .. Padahal aku saja belum melihat dekorasinya secara langsung, dan ini aku sudah bisa melihatnya di TV", kataku setengah menjerit.


" Lho nona Elen, kapan keluar kamar?" , mbok Siti menoleh mengamati ku.


" Barusan saja mbok, Elen bosan di kamar terus", ucap ku.


" Aduh nona kecil kita akhirnya menikah besok, gimana non, deg degan tidak, yakin sudah siap nikah nih?" , goda mbok Iin menyambung.


" Hust... Jangan tanya yang macam-macam sama nona, orang mau nikah itu biasanya emosinya tidak teratur, jangan sampai nona kepikiran yaa..." , kata mbok Siti menyenggol mbok Iin.


mbok Iin langsung mengekspresikan wajah yang takut, apalagi memang mbok Siti ini adalah pengurus rumahku yang paling senior, pasti rasanya seperti sedang di marahi oleh supervisor.


" Santai aja lah mbok, Aku menikah muda dan cepat -cepat begini juga karena keadaan, pasti kalian juga sudah tahu kan alasannya apa? ", ucapku sambil tersenyum.


" Tapi bagaimana pun juga, nona harus ikhlas dan benar-benar serius dalam menjalankan nya yaa... ", mbok Siti menasehati.


Aku hanya membalas dengan anggukan dan senyuman.


mbok Siti memang pengurus lama , lebih ku anggap seperti nenek ku sendiri, kata Ayah , mbok Siti sudah ikut keluarga Wijaya dari Ayah masih muda.


" Nahh gitu mbok , ajari nona muda Wijaya ini biar enggak melakukan hal yang seenaknya dan memalukan", ucap Bunda dari belakang.


Bunda sepertinya masih sedikit kesal atas tindakan ku kabur seperti kemaren. Apalagi sampai lima hari dan tidak menghubungi Bunda sama sekali. Aku tahu Bunda sangat khawatir pada ku.


" Bunn... " , kata ku sedikit merengek.


" Makanya jangan ulangi hal - hal bodoh seperti kemaren ya Lena... Bunda enggak suka, kalau Lena bersikap seperti itu lagi, Bunda akan benar-benar marah ya", ucap Bunda.

__ADS_1


Aku mengangguk pelan.


" Bener non, semua masalah pasti ada jalan keluar nya kok, kalau belum nemu yaa tunggu aja dulu, kalau kabur malah nambah masalah nanti ", kata mbok Iin.


" Iyaa mbok,, ", ucap ku parau.


" Ini non... Jamu yang saya buat, di minum yaa" , mbok Siti menyodorkan segelas jamu berwarna kuning agak kecoklatan beraroma Jamu yang kental.


" Jamu apaan nih mbok?", tanyaku sambil melihat gelas itu.


" Jamu rapet wangi non.. Bagus untuk calon pengantin lho", ucap mbok Siti.


" Lebih tepatnya bagus untuk malam pertama non", sahut mbok iin yang langsung tertawa.


Pikiranku langsung melayang.


Malam Pertama?


" Minum saja sayang.. sudah susah payah dibuatkan Mbok lho ..." , kata Bunda juga sambil menahan tawanya.


" Di minum non, Bunda nya non dulu juga simbol yang membuat kan", sahut mbok Siti.


Aku yang memang doyan pahit seperti jamu ini langsung meneguknya hingga habis.


Persetan dengan malam pertama atau apa, aku hanya ingin menghargai mbok Siti saja.


" Siapa Bun?", tanyaku.


Tapi bunda hanya menggelengkan kepalanya tanda tak tahu dan aku segera keluar untuk melihat siapa utusan Juna yang datang.


Ada dua orang wanita yang sedang duduk di ruang tamu dengan berseragam serba merah.


" Maaf , siapa yaa?", tanyaku menghampiri mereka.


Mereka berdua langsung berdiri.


" Maaf Nona ,kami dari Galaxy Terapy dan Spa , kami di booking kemari untuk melayani Spa pra nikah atas nama nona Elena", kata wanita pertama.


" Anda , nona Elena?", tanya wanita yang kedua.


" Iya benar.. tapi, siapa yang booking?", tanyaku.


" Nona Elena...", seorang prima masuk ke dalam rumah menghampiri kami.


" Kak Sony...", ucapku girang.

__ADS_1


" Juna yang mengirim ini, hadiah sebelum pernikahan kalian besok pagi. Katanya kamu bakal butuh Spa ini", ucap Sony sambil menggoda.


" Emm.. Kalau gitu kalian berdua bisa langsung ke kamar yaa.. Tolong siapkan dulu saja, nanti masuk tanya ke orang dalam yaa ", kata ku.


Kedua wanita itu mengangguk dan segera berjalan masuk ke dalam rumah.


" Kak... Duduk dulu yuk..." , ucapku pada Sony .


Sony mengangguk dan langsung duduk.


" Selamat yaa untuk pernikahan kalian berdua" , ucap Sony.


" Belumm kak, besok saja bilangnya " , ucap ku.


Sony tertawa mendengarnya.


" Yaa.... Memang kalau hari ini kan kami belum menikah", ucap ku.


" Apa ada yang mau kamu tanyakan? ", Sony seakan tahu apa yang ada di pikiran ku.


Aku sedikit terkejut.


" Enggak kok kak, cuma heran saja, Juna begitu sibuknya.. Tapi asisten pribadi nya bisa kesini ", kata ku.


" Sebenarnya, memang Juna sangat sibuk, Kau tahu, sebagian besar pekerjaan nya ia langsung meng handle sendiri, para asistennya membantu juga hanya jika di minta saja..", kata Sony.


" Lalu untuk apa punya asisten ", ucap ku.


" Hahahha... Semenjak kepergian mendiang Anna sebenarnya ia mulai menyibukkan dirinya seperti itu", kata Sony.


" Emm, jadi sebelum nya Ia tidak begitu yaa, hanya karena Anna?", tanya ku.


" Bukan... Bukan... Maksudku ..Ahh sial, kalau Juna tahu aku ...", Sony tidak melanjutkan perkataan nya.


Yes, dari Sony aku akan mengulik banyak hal tentang Juna.


" Emm ..nona Elena... ", kata Sony tapi segera ku potong.


" Kak... Anggap saja aku adik mu, panggil saja Elena kak, dan antara kakak dan adik tidak ada rahasia kan ?" , ucapku sok , karena menginginkan info dari Sony.


Huuuft


Aku mendengar Sony menarik nafas panjang, akhirnya dia menyerah dan akan menceritakan sesuatu tentang Juna.


Tentu saja aku harus mencari tahu, orang seperti apa Juna itu sebenarnya.

__ADS_1


***


__ADS_2